Border Gateway Protocol (BGP) adalah protokol routing yang menjadi tulang punggung Internet. Hampir seluruh komunikasi antar penyedia layanan internet (ISP), cloud provider, hingga perusahaan besar menggunakan BGP untuk bertukar informasi routing antar jaringan yang berbeda.
Bagi administrator jaringan, engineer ISP, maupun peserta didik TJKT/TKJ, memahami cara kerja BGP merupakan keterampilan yang sangat penting. Kabar baiknya, BGP dapat dipelajari dengan mudah melalui laboratorium sederhana menggunakan dua mesin Ubuntu dan FRRouting (FRR).
Pada artikel ini kita akan membangun skenario eBGP (External Border Gateway Protocol) antara dua Autonomous System (AS) yang berbeda menggunakan FRRouting.
Apa Itu eBGP?
eBGP (External BGP) adalah sesi BGP yang dibangun antara dua Autonomous System yang berbeda.
Contohnya:
- ISP A memiliki AS 65001
- ISP B memiliki AS 65002
Kedua ISP melakukan peering menggunakan BGP untuk bertukar informasi jaringan yang mereka miliki.
Sederhananya, eBGP dapat dianalogikan seperti dua negara yang bertukar informasi jalur transportasi agar kendaraan dari satu negara dapat mencapai tujuan di negara lainnya.
Topologi Lab eBGP
+---------------------+
| Ubuntu + FRR |
| AS 65001 |
| 10.0.0.1/30 |
| LAN 192.168.1.0/24 |
+----------+----------+
|
|
10.0.0.0/30
|
|
+----------+----------+
| Ubuntu + FRR |
| AS 65002 |
| 10.0.0.2/30 |
| LAN 10.10.0.0/24 |
+---------------------+
Detail Addressing
| Perangkat | IP Address | AS Number |
|---|---|---|
| Router 1 | 10.0.0.1/30 | 65001 |
| Router 2 | 10.0.0.2/30 | 65002 |
Network yang Akan Diiklankan
AS 65001:
192.168.1.0/24
AS 65002:
10.10.0.0/24
Persiapan Server Ubuntu
Update sistem terlebih dahulu:
sudo apt update
sudo apt upgrade -y
Install FRRouting:
sudo apt install frr frr-pythontools -y
Aktifkan layanan:
sudo systemctl enable frr
sudo systemctl start frr
Pastikan service berjalan:
sudo systemctl status frr
Konfigurasi Interface
AS 65001
Misalnya interface:
ip addr add 10.0.0.1/30 dev ens18
Tambahkan network lokal:
ip addr add 192.168.1.1/24 dev ens19
AS 65002
ip addr add 10.0.0.2/30 dev ens18
Tambahkan network lokal:
ip addr add 10.10.0.1/24 dev ens19
Uji konektivitas:
ping 10.0.0.2
dan
ping 10.0.0.1
Jika ping berhasil maka koneksi antar router sudah siap digunakan.
Mengaktifkan Daemon BGP di FRR
Edit file:
sudo nano /etc/frr/daemons
Cari:
bgpd=no
Ubah menjadi:
bgpd=yes
Restart FRR:
sudo systemctl restart frr
Konfigurasi eBGP Pada AS 65001
Masuk ke vtysh:
sudo vtysh
Konfigurasi:
configure terminal
router bgp 65001
bgp router-id 1.1.1.1
neighbor 10.0.0.2 remote-as 65002
network 192.168.1.0/24
exit
write memory
Konfigurasi eBGP Pada AS 65002
Masuk ke vtysh:
sudo vtysh
Konfigurasi:
configure terminal
router bgp 65002
bgp router-id 2.2.2.2
neighbor 10.0.0.1 remote-as 65001
network 10.10.0.0/24
exit
write memory
Verifikasi Status Peering BGP
Masuk ke FRR:
sudo vtysh
Jalankan:
show bgp summary
Output yang diharapkan:
Neighbor AS State/PfxRcd
10.0.0.2 65002 1
atau
State = Established
Jika status masih:
Idle
Active
Connect
berarti sesi BGP belum berhasil terbentuk.
Melihat Prefix yang Diterima
Jalankan:
show ip bgp
Contoh hasil:
*> 10.10.0.0/24
65002
Di sisi AS 65002:
*> 192.168.1.0/24
65001
Prefix yang diterima akan menunjukkan atribut AS_PATH.
Memahami AS_PATH
AS_PATH merupakan salah satu atribut paling penting dalam BGP.
Contoh:
*> 192.168.1.0/24
65001
Artinya jaringan tersebut berasal dari AS 65001.
Jika suatu saat terdapat beberapa jalur menuju jaringan yang sama, BGP akan cenderung memilih jalur dengan AS_PATH paling pendek.
Contoh:
65003 65001
lebih panjang dibanding:
65001
Karena itu jalur kedua biasanya lebih disukai.
Troubleshooting eBGP yang Sering Terjadi
Neighbor Masih Idle
Periksa:
ping 10.0.0.2
atau
ping 10.0.0.1
Pastikan kedua router saling terhubung.
AS Number Salah
Periksa konfigurasi:
show running-config
Pastikan:
neighbor 10.0.0.2 remote-as 65002
sesuai dengan AS lawan.
Prefix Tidak Muncul
Pastikan network benar-benar ada pada routing table.
Cek:
ip route
Jika route tidak ada maka BGP tidak akan mengiklankannya.
Firewall Memblokir TCP 179
BGP menggunakan:
TCP Port 179
Pastikan firewall tidak memblokir komunikasi tersebut.
Pengembangan Lab Menjadi Skala Lebih Besar
Setelah memahami peering dasar dua AS, lab dapat dikembangkan menjadi:
Multi-Homing
Satu AS terhubung ke dua ISP sekaligus.
Keuntungan:
- Redundansi
- High Availability
- Failover otomatis
Route Filtering
Mengontrol prefix yang boleh diterima atau dikirim.
Menggunakan:
- Prefix List
- Route Map
- Community
Internet Exchange Simulation
Mensimulasikan peering antar banyak ISP.
Contoh:
- AS65001
- AS65002
- AS65003
- AS65004
BGP Load Balancing
Menggunakan beberapa jalur aktif sekaligus untuk meningkatkan kapasitas trafik.
Kelebihan Menggunakan FRRouting untuk Belajar BGP
- Open Source
- Ringan
- Digunakan secara luas
- Mendukung BGP, OSPF, IS-IS, RIP, MPLS
- Cocok untuk laboratorium maupun produksi
- Banyak digunakan pada Linux Server dan Data Center

Kesimpulan
eBGP merupakan fondasi utama komunikasi antar Autonomous System di Internet. Dengan memanfaatkan FRRouting pada Ubuntu, kita dapat membangun laboratorium BGP sederhana namun sangat representatif untuk memahami bagaimana ISP, cloud provider, dan enterprise bertukar informasi routing.
Pada praktik ini kita berhasil membangun peering antara AS 65001 dan AS 65002, mengiklankan prefix masing-masing jaringan, serta memverifikasi sesi BGP menggunakan perintah show bgp summary dan show ip bgp.
Pemahaman dasar ini dapat dikembangkan lebih lanjut ke skenario multi-homing, route filtering, traffic engineering, hingga desain jaringan ISP dan data center skala besar.
FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Apa perbedaan eBGP dan iBGP?
eBGP digunakan antar Autonomous System yang berbeda, sedangkan iBGP digunakan di dalam Autonomous System yang sama.
2. Port berapa yang digunakan BGP?
BGP menggunakan TCP port 179.
3. Mengapa status BGP masih Idle?
Biasanya disebabkan konektivitas antar router belum tersedia atau konfigurasi AS Number tidak sesuai.
4. Apa fungsi AS_PATH?
AS_PATH menunjukkan jalur Autonomous System yang dilalui sebuah prefix dan digunakan dalam proses pemilihan route terbaik.
5. Apakah FRRouting cocok digunakan di lingkungan produksi?
Ya. FRRouting banyak digunakan pada ISP, data center, cloud provider, dan lingkungan enterprise.
6. Apakah BGP hanya digunakan oleh ISP?
Tidak. Saat ini banyak perusahaan besar, data center, cloud provider, dan kampus menggunakan BGP untuk redundansi dan multi-homing.
7. Apa langkah berikutnya setelah memahami eBGP dasar?
Pelajari route-map, prefix-list, BGP community, local preference, MED, dan multi-homing untuk membangun jaringan yang lebih kompleks.
Jangan Lewatkan!
Apakah Anda sudah mencoba membangun lab BGP menggunakan FRRouting atau MikroTik? Bagikan pengalaman, kendala, atau hasil implementasi Anda pada kolom komentar.
Jika artikel ini bermanfaat:
โ
Bagikan ke rekan administrator jaringan dan siswa TJKT/TKJ
โ
Subscribe channel YouTube: youtube.com/walidumar
โ
Follow Instagram: @walidumar01
โ
Baca artikel lainnya seputar Linux Server, MikroTik, Proxmox, Cloud Computing, dan Network Engineering
Semakin sering berlatih membangun lab routing, semakin mudah memahami bagaimana Internet sebenarnya bekerja di balik layar.
Artikel ini sudah dioptimalkan untuk WordPress, SEO on-page, dan cocok untuk pembaca pemula hingga menengah yang sedang belajar BGP menggunakan FRRouting.