Juni 27, 2026
walidumar-03
Pelajari cara setup eBGP menggunakan FRRouting antara dua Autonomous System di Ubuntu lengkap dengan konfigurasi dan verifikasi BGP.

Border Gateway Protocol (BGP) adalah protokol routing yang menjadi tulang punggung Internet. Hampir seluruh komunikasi antar penyedia layanan internet (ISP), cloud provider, hingga perusahaan besar menggunakan BGP untuk bertukar informasi routing antar jaringan yang berbeda.

Bagi administrator jaringan, engineer ISP, maupun peserta didik TJKT/TKJ, memahami cara kerja BGP merupakan keterampilan yang sangat penting. Kabar baiknya, BGP dapat dipelajari dengan mudah melalui laboratorium sederhana menggunakan dua mesin Ubuntu dan FRRouting (FRR).

Pada artikel ini kita akan membangun skenario eBGP (External Border Gateway Protocol) antara dua Autonomous System (AS) yang berbeda menggunakan FRRouting.

Apa Itu eBGP?

eBGP (External BGP) adalah sesi BGP yang dibangun antara dua Autonomous System yang berbeda.

Contohnya:

  • ISP A memiliki AS 65001
  • ISP B memiliki AS 65002

Kedua ISP melakukan peering menggunakan BGP untuk bertukar informasi jaringan yang mereka miliki.

Sederhananya, eBGP dapat dianalogikan seperti dua negara yang bertukar informasi jalur transportasi agar kendaraan dari satu negara dapat mencapai tujuan di negara lainnya.


Topologi Lab eBGP

+---------------------+
| Ubuntu + FRR        |
| AS 65001            |
| 10.0.0.1/30         |
| LAN 192.168.1.0/24  |
+----------+----------+
           |
           |
       10.0.0.0/30
           |
           |
+----------+----------+
| Ubuntu + FRR        |
| AS 65002            |
| 10.0.0.2/30         |
| LAN 10.10.0.0/24    |
+---------------------+

Detail Addressing

PerangkatIP AddressAS Number
Router 110.0.0.1/3065001
Router 210.0.0.2/3065002

Network yang Akan Diiklankan

AS 65001:

192.168.1.0/24

AS 65002:

10.10.0.0/24

Persiapan Server Ubuntu

Update sistem terlebih dahulu:

sudo apt update
sudo apt upgrade -y

Install FRRouting:

sudo apt install frr frr-pythontools -y

Aktifkan layanan:

sudo systemctl enable frr
sudo systemctl start frr

Pastikan service berjalan:

sudo systemctl status frr

Konfigurasi Interface

AS 65001

Misalnya interface:

ip addr add 10.0.0.1/30 dev ens18

Tambahkan network lokal:

ip addr add 192.168.1.1/24 dev ens19

AS 65002

ip addr add 10.0.0.2/30 dev ens18

Tambahkan network lokal:

ip addr add 10.10.0.1/24 dev ens19

Uji konektivitas:

ping 10.0.0.2

dan

ping 10.0.0.1

Jika ping berhasil maka koneksi antar router sudah siap digunakan.


Mengaktifkan Daemon BGP di FRR

Edit file:

sudo nano /etc/frr/daemons

Cari:

bgpd=no

Ubah menjadi:

bgpd=yes

Restart FRR:

sudo systemctl restart frr

Konfigurasi eBGP Pada AS 65001

Masuk ke vtysh:

sudo vtysh

Konfigurasi:

configure terminal

router bgp 65001
 bgp router-id 1.1.1.1

 neighbor 10.0.0.2 remote-as 65002

 network 192.168.1.0/24

exit
write memory

Konfigurasi eBGP Pada AS 65002

Masuk ke vtysh:

sudo vtysh

Konfigurasi:

configure terminal

router bgp 65002
 bgp router-id 2.2.2.2

 neighbor 10.0.0.1 remote-as 65001

 network 10.10.0.0/24

exit
write memory

Verifikasi Status Peering BGP

Masuk ke FRR:

sudo vtysh

Jalankan:

show bgp summary

Output yang diharapkan:

Neighbor        AS     State/PfxRcd
10.0.0.2      65002          1

atau

State = Established

Jika status masih:

Idle
Active
Connect

berarti sesi BGP belum berhasil terbentuk.


Melihat Prefix yang Diterima

Jalankan:

show ip bgp

Contoh hasil:

*> 10.10.0.0/24
    65002

Di sisi AS 65002:

*> 192.168.1.0/24
    65001

Prefix yang diterima akan menunjukkan atribut AS_PATH.


Memahami AS_PATH

AS_PATH merupakan salah satu atribut paling penting dalam BGP.

Contoh:

*> 192.168.1.0/24
   65001

Artinya jaringan tersebut berasal dari AS 65001.

Jika suatu saat terdapat beberapa jalur menuju jaringan yang sama, BGP akan cenderung memilih jalur dengan AS_PATH paling pendek.

Contoh:

65003 65001

lebih panjang dibanding:

65001

Karena itu jalur kedua biasanya lebih disukai.


Troubleshooting eBGP yang Sering Terjadi

Neighbor Masih Idle

Periksa:

ping 10.0.0.2

atau

ping 10.0.0.1

Pastikan kedua router saling terhubung.


AS Number Salah

Periksa konfigurasi:

show running-config

Pastikan:

neighbor 10.0.0.2 remote-as 65002

sesuai dengan AS lawan.


Prefix Tidak Muncul

Pastikan network benar-benar ada pada routing table.

Cek:

ip route

Jika route tidak ada maka BGP tidak akan mengiklankannya.


Firewall Memblokir TCP 179

BGP menggunakan:

TCP Port 179

Pastikan firewall tidak memblokir komunikasi tersebut.


Pengembangan Lab Menjadi Skala Lebih Besar

Setelah memahami peering dasar dua AS, lab dapat dikembangkan menjadi:

Multi-Homing

Satu AS terhubung ke dua ISP sekaligus.

Keuntungan:

  • Redundansi
  • High Availability
  • Failover otomatis

Route Filtering

Mengontrol prefix yang boleh diterima atau dikirim.

Menggunakan:

  • Prefix List
  • Route Map
  • Community

Internet Exchange Simulation

Mensimulasikan peering antar banyak ISP.

Contoh:

  • AS65001
  • AS65002
  • AS65003
  • AS65004

BGP Load Balancing

Menggunakan beberapa jalur aktif sekaligus untuk meningkatkan kapasitas trafik.


Kelebihan Menggunakan FRRouting untuk Belajar BGP

  • Open Source
  • Ringan
  • Digunakan secara luas
  • Mendukung BGP, OSPF, IS-IS, RIP, MPLS
  • Cocok untuk laboratorium maupun produksi
  • Banyak digunakan pada Linux Server dan Data Center

Kesimpulan

eBGP merupakan fondasi utama komunikasi antar Autonomous System di Internet. Dengan memanfaatkan FRRouting pada Ubuntu, kita dapat membangun laboratorium BGP sederhana namun sangat representatif untuk memahami bagaimana ISP, cloud provider, dan enterprise bertukar informasi routing.

Pada praktik ini kita berhasil membangun peering antara AS 65001 dan AS 65002, mengiklankan prefix masing-masing jaringan, serta memverifikasi sesi BGP menggunakan perintah show bgp summary dan show ip bgp.

Pemahaman dasar ini dapat dikembangkan lebih lanjut ke skenario multi-homing, route filtering, traffic engineering, hingga desain jaringan ISP dan data center skala besar.

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Apa perbedaan eBGP dan iBGP?

eBGP digunakan antar Autonomous System yang berbeda, sedangkan iBGP digunakan di dalam Autonomous System yang sama.

2. Port berapa yang digunakan BGP?

BGP menggunakan TCP port 179.

3. Mengapa status BGP masih Idle?

Biasanya disebabkan konektivitas antar router belum tersedia atau konfigurasi AS Number tidak sesuai.

4. Apa fungsi AS_PATH?

AS_PATH menunjukkan jalur Autonomous System yang dilalui sebuah prefix dan digunakan dalam proses pemilihan route terbaik.

5. Apakah FRRouting cocok digunakan di lingkungan produksi?

Ya. FRRouting banyak digunakan pada ISP, data center, cloud provider, dan lingkungan enterprise.

6. Apakah BGP hanya digunakan oleh ISP?

Tidak. Saat ini banyak perusahaan besar, data center, cloud provider, dan kampus menggunakan BGP untuk redundansi dan multi-homing.

7. Apa langkah berikutnya setelah memahami eBGP dasar?

Pelajari route-map, prefix-list, BGP community, local preference, MED, dan multi-homing untuk membangun jaringan yang lebih kompleks.


Jangan Lewatkan!

Apakah Anda sudah mencoba membangun lab BGP menggunakan FRRouting atau MikroTik? Bagikan pengalaman, kendala, atau hasil implementasi Anda pada kolom komentar.

Jika artikel ini bermanfaat:

โœ… Bagikan ke rekan administrator jaringan dan siswa TJKT/TKJ
โœ… Subscribe channel YouTube: youtube.com/walidumar
โœ… Follow Instagram: @walidumar01
โœ… Baca artikel lainnya seputar Linux Server, MikroTik, Proxmox, Cloud Computing, dan Network Engineering

Semakin sering berlatih membangun lab routing, semakin mudah memahami bagaimana Internet sebenarnya bekerja di balik layar.

Artikel ini sudah dioptimalkan untuk WordPress, SEO on-page, dan cocok untuk pembaca pemula hingga menengah yang sedang belajar BGP menggunakan FRRouting.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilindungi Oleh
Shield Security