50 Command Linux yang Wajib Dikuasai Siswa TKJ dan Sysadmin Pemula + Contoh Praktik
Linux merupakan salah satu sistem operasi yang sangat penting untuk dipelajari oleh siswa TKJ/TJKT, teknisi jaringan, server administrator, developer, DevOps, hingga sysadmin.
Berbeda dengan sistem operasi desktop yang banyak mengandalkan antarmuka grafis, administrasi Linux sangat erat dengan penggunaan terminal atau Command Line Interface (CLI).
Melalui terminal, administrator dapat mengelola file, membuat user, mengatur permission, menjalankan service, memantau proses, memeriksa koneksi jaringan, mengecek kapasitas storage, membaca log, mengelola package, hingga melakukan troubleshooting server.
Masalahnya, jumlah command Linux sangat banyak.
Seorang pemula tidak perlu langsung menghafal ratusan bahkan ribuan command. Yang lebih penting adalah menguasai command yang paling sering digunakan dalam pekerjaan sehari-hari.
Bayangkan terminal seperti toolbox seorang teknisi.
Anda tidak perlu menghafal seluruh isi toko perkakas. Anda hanya perlu memahami alat apa yang digunakan untuk pekerjaan tertentu, bagaimana menggunakannya, dan apa risiko jika alat tersebut digunakan secara salah.
Hal yang sama berlaku pada Linux.
Dalam artikel ini kita akan membahas 50 command Linux yang dikelompokkan menjadi 10 kategori:
- File Management
- User Management
- Permission
- Process
- Service
- Network
- Storage
- Log
- Package Management
- Troubleshooting
Setiap command dilengkapi contoh penggunaan sehingga dapat langsung dicoba pada Ubuntu Server, Debian, maupun distro Linux lain dengan penyesuaian tertentu.
Untuk belajar, sangat disarankan menggunakan virtual machine seperti VirtualBox, VMware, Proxmox, atau environment lab agar eksperimen tidak mengganggu server produksi.
1. File Management
File management merupakan kemampuan dasar yang wajib dikuasai.
Hampir semua pekerjaan administrasi Linux berhubungan dengan file dan direktori, mulai dari konfigurasi web server, backup, log, script, sampai deployment aplikasi.
1. ls – Menampilkan isi direktori
Command ls digunakan untuk melihat file dan direktori.
Contoh:
ls -lah
Opsi -l menampilkan informasi detail, sedangkan -a menampilkan file tersembunyi dan -h membuat ukuran lebih mudah dibaca.
Command ini sangat berguna untuk melihat permission, owner, group, ukuran file, dan waktu modifikasi.
2. cd – Berpindah direktori
Digunakan untuk berpindah lokasi direktori.
Contoh:
cd /var/www
Untuk kembali satu tingkat:
cd ..
Untuk kembali ke home directory:
cd ~
3. pwd – Menampilkan lokasi direktori
Sering kali administrator perlu mengetahui sedang berada di direktori mana.
Gunakan:
pwd
Contoh output:
/home/walid
Ini sederhana tetapi sangat penting, terutama ketika menjalankan command yang dapat mengubah atau menghapus file.
4. mkdir – Membuat direktori
Untuk membuat direktori:
mkdir project
Untuk membuat struktur direktori sekaligus:
mkdir -p project/config/nginx
Opsi -p memungkinkan parent directory dibuat otomatis.
5. cp – Menyalin file atau direktori
Contoh menyalin file:
cp konfigurasi.conf /backup/
Untuk menyalin direktori:
cp -r website /backup/
Command ini sering digunakan dalam proses backup sederhana dan duplikasi konfigurasi.
2. User Management
Linux merupakan sistem operasi multi-user. Karena itu administrator harus memahami bagaimana user dibuat, diperiksa, dan dikelola.
6. whoami – Mengetahui user aktif
Gunakan:
whoami
Contoh output:
walid
Command ini berguna untuk memastikan akun yang sedang digunakan sebelum menjalankan operasi administratif.
7. id – Melihat identitas dan group user
Gunakan:
id
Untuk user tertentu:
id siswa
Output akan menampilkan UID, GID, dan group yang dimiliki user.
8. adduser – Membuat user baru
Pada Debian/Ubuntu, command yang ramah untuk pemula adalah:
sudo adduser siswa
Sistem akan meminta password dan informasi tambahan.
9. passwd – Mengubah password
Untuk mengubah password user:
sudo passwd siswa
Administrator kemudian dapat memasukkan password baru.
10. usermod – Mengubah konfigurasi user
Contoh menambahkan user ke group sudo:
sudo usermod -aG sudo siswa
Opsi -aG penting karena menambahkan group tanpa menghapus keanggotaan group lain.
3. Permission dan Ownership
Permission merupakan salah satu konsep Linux yang sering membuat pemula bingung.
Linux membedakan hak akses berdasarkan user, group, dan user lain.
Secara umum permission terdiri dari:
r = read
w = write
x = execute
11. ls -l – Melihat permission
Gunakan:
ls -l
Contoh:
-rwxr-xr-- 1 walid www-data script.sh
Informasi tersebut menunjukkan permission, owner, dan group file.
12. chmod – Mengubah permission
Contoh:
chmod 755 script.sh
Artinya owner mendapatkan read, write, execute, sedangkan group dan user lain mendapatkan read dan execute.
13. chown – Mengubah ownership
Contoh:
sudo chown walid:walid file.txt
Command ini mengubah owner dan group file.
14. chgrp – Mengubah group file
Contoh:
sudo chgrp www-data /var/www/html
Berguna ketika sebuah direktori harus dikelola oleh group tertentu.
15. umask – Melihat default permission
Gunakan:
umask
Nilai umask memengaruhi permission default ketika file atau direktori baru dibuat.
Memahami umask penting untuk server yang digunakan banyak user atau aplikasi.
4. Process Management
Setiap program yang berjalan di Linux direpresentasikan sebagai process.
Sysadmin harus mampu melihat process, memonitor penggunaan resource, dan menghentikan process yang bermasalah.
16. ps – Melihat process
Gunakan:
ps aux
Untuk pencarian yang lebih mudah:
ps aux | grep nginx
17. top – Monitoring process secara real-time
Gunakan:
top
Informasi CPU, memory, load, dan process dapat dipantau secara langsung.
18. pgrep – Mencari PID berdasarkan nama
Contoh:
pgrep -a nginx
Command ini menampilkan PID dan nama process yang cocok.
19. kill – Menghentikan process berdasarkan PID
Misalnya PID process adalah 1234:
kill 1234
Jika process tidak merespons, administrator dapat menggunakan sinyal yang lebih kuat dengan hati-hati:
kill -9 1234
Jangan menggunakan kill -9 sebagai pilihan pertama.
20. pkill – Menghentikan process berdasarkan nama
Contoh:
pkill nginx
Gunakan dengan hati-hati karena command dapat menghentikan beberapa process yang cocok.
5. Service Management
Linux server biasanya menjalankan berbagai service seperti SSH, web server, database, DNS, DHCP, dan service aplikasi.
Pada sistem modern yang menggunakan systemd, pengelolaan service dilakukan dengan systemctl.
21. systemctl status – Memeriksa status service
Contoh:
sudo systemctl status nginx
Ini merupakan salah satu command pertama yang perlu digunakan ketika sebuah service bermasalah.
22. systemctl start – Menjalankan service
Contoh:
sudo systemctl start nginx
23. systemctl stop – Menghentikan service
Contoh:
sudo systemctl stop nginx
24. systemctl restart – Restart service
Contoh:
sudo systemctl restart nginx
Biasanya digunakan setelah perubahan konfigurasi.
Namun sebelum restart service produksi, sebaiknya konfigurasi divalidasi terlebih dahulu jika service menyediakan command pengecekan konfigurasi.
25. systemctl enable –now – Mengaktifkan service saat boot sekaligus menjalankannya
Contoh:
sudo systemctl enable --now nginx
Dengan command ini, service dijalankan sekarang dan dikonfigurasi agar otomatis berjalan saat boot.
6. Network Management
Bagi siswa TKJ, teknisi jaringan, dan network administrator, command jaringan Linux merupakan bagian yang sangat penting.
26. ip – Melihat konfigurasi jaringan
Gunakan:
ip addr
Untuk melihat routing:
ip route
Command ip menggantikan banyak fungsi command jaringan lama seperti ifconfig.
27. ping – Menguji konektivitas
Contoh:
ping -c 4 8.8.8.8
Jika ping berhasil, terdapat konektivitas IP menuju tujuan.
Namun perlu diingat bahwa ping gagal tidak selalu berarti host mati karena ICMP dapat diblokir firewall.
28. ss – Melihat port listening
Salah satu command paling berguna bagi sysadmin:
sudo ss -tulpn
Command ini dapat membantu menjawab pertanyaan:
“Port apa yang sedang terbuka?”
Misalnya port:
22 SSH
80 HTTP
443 HTTPS
29. curl – Menguji HTTP/API
Contoh:
curl -I https://example.com
Command ini menampilkan HTTP response header.
Sangat berguna untuk menguji web server, reverse proxy, API, dan endpoint tertentu.
30. ip route – Melihat routing table
Contoh:
ip route
Output dapat menunjukkan default gateway dan jaringan yang dikenal oleh server.
Jika server tidak dapat mengakses jaringan lain, routing table merupakan salah satu hal pertama yang perlu diperiksa.
7. Storage Management
Storage penuh merupakan salah satu masalah klasik Linux server.
Database gagal menulis.
Web server bermasalah.
Docker tidak dapat membuat container.
Log tidak bisa ditulis.
Banyak masalah tersebut dapat terjadi hanya karena disk penuh.
31. df – Mengecek kapasitas filesystem
Gunakan:
df -h
Opsi -h membuat ukuran lebih mudah dibaca.
Perhatikan terutama filesystem /.
32. du – Mengecek ukuran direktori
Contoh:
du -sh /var/log
Command ini membantu mengetahui seberapa besar sebuah direktori.
33. ncdu – Mencari penggunaan storage secara interaktif
Gunakan:
sudo ncdu /
ncdu sangat berguna untuk menemukan direktori yang menggunakan ruang terbesar.
Untuk server yang mengalami masalah disk penuh, command ini sering jauh lebih nyaman dibanding membaca output du secara manual.
34. lsblk – Melihat disk dan partisi
Gunakan:
lsblk -f
Informasi filesystem dan struktur block device akan ditampilkan.
Ini sangat berguna ketika bekerja dengan server yang memiliki banyak disk.
35. mount – Melihat atau memasang filesystem
Untuk melihat filesystem yang sedang ter-mount:
mount
Contoh mounting:
sudo mount /dev/sdb1 /mnt/data
Pastikan perangkat dan mount point benar sebelum menjalankan command.
8. Log Management
Log adalah sumber informasi penting ketika melakukan troubleshooting.
Ketika sebuah service gagal, jangan langsung reboot server.
Periksa log terlebih dahulu.
36. journalctl – Melihat log systemd
Gunakan:
sudo journalctl -xe
Command ini sangat berguna untuk melihat error terbaru dan informasi diagnostik.
37. journalctl -u – Melihat log service tertentu
Contoh:
sudo journalctl -u nginx
Untuk melihat log service secara lebih spesifik.
38. journalctl -f – Mengikuti log secara real-time
Gunakan:
sudo journalctl -f
Mirip konsep tail -f, tetapi digunakan untuk journal systemd.
39. tail -f – Memantau file log
Pada Debian/Ubuntu, salah satu contoh:
sudo tail -f /var/log/syslog
Command ini akan terus menampilkan baris baru ketika log bertambah.
Path log dapat berbeda tergantung distro dan service.
40. dmesg – Melihat pesan kernel
Contoh:
sudo dmesg --level=err,warn
Berguna untuk mendeteksi masalah hardware, driver, filesystem, network interface, dan kernel.
9. Package Management
Package management digunakan untuk menginstal, memperbarui, mencari, dan menghapus software.
Untuk Debian/Ubuntu, package manager yang umum adalah APT.
Untuk Rocky Linux/RHEL dan turunannya, administrator umumnya menggunakan DNF.
41. apt update – Memperbarui informasi repository
Pada Debian/Ubuntu:
sudo apt update
Command ini memperbarui daftar package dari repository.
42. apt install – Menginstal package
Contoh:
sudo apt install nginx
Setelah selesai, administrator dapat menjalankan service Nginx.
43. apt remove – Menghapus package
Contoh:
sudo apt remove nginx
Gunakan dengan hati-hati pada server produksi dan periksa dependency yang akan terdampak.
44. apt search – Mencari package
Contoh:
apt search nginx
Berguna ketika belum mengetahui nama package secara pasti.
45. dnf install – Menginstal package pada Rocky/RHEL
Contoh:
sudo dnf install nginx
Pada Rocky Linux dan sistem berbasis RHEL modern, DNF merupakan package manager yang umum digunakan.
Jika menggunakan distro berbeda, selalu sesuaikan command dengan package manager sistem tersebut.
10. Troubleshooting
Bagian terakhir adalah kemampuan yang membedakan orang yang hanya mengetahui command dengan orang yang benar-benar mampu melakukan administrasi server.
Troubleshooting harus dilakukan secara sistematis.
46. free – Melihat penggunaan memory
Gunakan:
free -h
Perhatikan memory dan swap.
Jangan langsung menyimpulkan bahwa penggunaan RAM tinggi berarti masalah. Linux memang memanfaatkan RAM untuk cache.
47. uptime – Melihat load dan waktu hidup server
Gunakan:
uptime
Output memberikan informasi uptime dan load average.
Load average perlu dibandingkan dengan jumlah CPU dan karakteristik workload server.
48. hostnamectl – Melihat informasi sistem
Gunakan:
hostnamectl
Informasi yang dapat diperoleh antara lain hostname dan beberapa detail sistem.
Ini berguna ketika mengelola banyak server agar tidak salah bekerja pada host.
49. mtr – Menganalisis jalur jaringan
Contoh:
mtr -rw 8.8.8.8
mtr menggabungkan konsep ping dan traceroute untuk membantu menganalisis jalur serta kualitas koneksi.
Pada beberapa distro, mtr perlu diinstal terlebih dahulu.
50. lsof – Melihat proses yang menggunakan port/file
Contoh:
sudo lsof -i :80
Command ini dapat membantu mengetahui process apa yang menggunakan port HTTP.
Ini sangat berguna ketika administrator menemukan error seperti:
Address already in use
Misalnya Nginx gagal berjalan karena port 80 ternyata sudah digunakan oleh Apache.
Cara Menggunakan 50 Command Ini Secara Efektif
Menguasai command Linux bukan berarti harus menghafal seluruh sintaks.
Yang lebih penting adalah memahami pola berpikir.
Misalnya ketika website tidak dapat diakses, jangan langsung menjalankan banyak command secara acak.
Gunakan pendekatan berlapis.
Pertama, cek apakah server dapat berkomunikasi:
ping -c 4 8.8.8.8
Kemudian cek IP:
ip addr
Cek routing:
ip route
Cek apakah web server listening:
sudo ss -tulpn
Cek status service:
sudo systemctl status nginx
Jika service bermasalah, periksa log:
sudo journalctl -u nginx
Jika masih belum jelas, periksa penggunaan resource:
free -h
df -h
uptime
Inilah pola troubleshooting yang lebih baik dibanding langsung melakukan reboot.
Studi Kasus: Website Tidak Bisa Diakses
Misalnya sebuah server Ubuntu menjalankan Nginx.
Tiba-tiba website tidak dapat diakses.
Jangan langsung:
reboot
Mulailah dengan pemeriksaan sederhana.
Langkah 1: Periksa IP
ip addr
Pastikan interface aktif dan IP server sesuai.
Langkah 2: Periksa routing
ip route
Pastikan terdapat default gateway jika server membutuhkan akses ke jaringan lain.
Langkah 3: Periksa konektivitas
ping -c 4 8.8.8.8
Jika gagal, masalah mungkin berada pada koneksi jaringan, routing, gateway, atau firewall.
Langkah 4: Periksa port
sudo ss -tulpn
Pastikan port 80 atau 443 digunakan oleh service yang seharusnya.
Langkah 5: Periksa service
sudo systemctl status nginx
Jika status menunjukkan failed, lanjutkan ke log.
Langkah 6: Periksa log
sudo journalctl -u nginx
Cari error konfigurasi, permission, port conflict, atau masalah dependency.
Langkah 7: Periksa storage
df -h
Disk yang penuh dapat menyebabkan service gagal menulis file atau log.
Langkah 8: Cari penggunaan storage terbesar
sudo ncdu /
Jika /var/log, /var/lib/docker, database, atau direktori aplikasi terlalu besar, lanjutkan investigasi pada lokasi tersebut.
Pendekatan seperti ini membuat troubleshooting menjadi terstruktur.
Best Practice Belajar Linux untuk Siswa TKJ dan Sysadmin Pemula
1. Jangan hanya menghafal command
Daripada menghafal:
ss -tulpn
lebih baik pahami:
“Kalau saya ingin mengetahui port apa saja yang sedang listening, saya menggunakan ss.”
Pemahaman seperti ini lebih tahan lama daripada hafalan.
2. Gunakan virtual machine
Buat satu server lab menggunakan VirtualBox, VMware, Proxmox, atau platform virtualisasi lain.
Dengan demikian Anda dapat bereksperimen tanpa takut merusak sistem utama.
3. Biasakan membaca manual
Gunakan:
man ss
atau:
ss --help
Dokumentasi merupakan senjata utama administrator Linux.
4. Belajar membaca output
Command hanyalah alat.
Kemampuan sebenarnya adalah memahami hasil yang diberikan command tersebut.
Contohnya:
df -h
Bukan sekadar “menampilkan disk”.
Anda harus mampu membaca:
- filesystem
- kapasitas
- penggunaan
- sisa ruang
- mount point
5. Dokumentasikan command
Buat cheat sheet pribadi.
Misalnya:
Network
ss -tulpn
ip addr
ip route
ping
Storage
df -h
du -sh
ncdu
lsblk
Setelah beberapa waktu, Anda akan memiliki dokumentasi pribadi yang jauh lebih berguna daripada sekadar menghafal.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Langsung Reboot Saat Server Bermasalah
Reboot terkadang memang menyelesaikan masalah sementara, tetapi tidak menjelaskan akar masalah.
Jika server mengalami masalah berulang, reboot hanya menghilangkan gejala untuk sementara.
Biasakan memeriksa:
systemctl status
journalctl
df -h
free -h
ss -tulpn
sebelum mengambil tindakan besar.
Menjalankan rm -rf Tanpa Memahami Target
Command seperti:
rm -rf
sangat berbahaya jika digunakan tanpa memahami path yang diberikan.
Kesalahan satu karakter pada path dapat menyebabkan data penting terhapus.
Selalu periksa:
pwd
ls
sebelum melakukan operasi penghapusan.
Menggunakan kill -9 Sebagai Solusi Pertama
kill -9 memang dapat menghentikan process secara paksa, tetapi sebaiknya bukan pilihan pertama.
Mulailah dengan:
kill PID
Jika process tetap tidak merespons, barulah pertimbangkan sinyal yang lebih kuat.
Menganggap Ping Gagal Berarti Server Mati
ICMP dapat diblokir oleh firewall.
Karena itu gunakan pemeriksaan lain:
ss -tulpn
atau:
curl -I http://IP-SERVER
sesuai kebutuhan.
Mengabaikan Log
Log sering kali memberikan petunjuk paling jelas.
Ketika service gagal, jangan hanya mencoba restart berkali-kali.
Periksa:
journalctl -u nama-service
Tips Profesional Menguasai Linux
Gunakan prinsip “lihat → pahami → praktikkan → dokumentasikan”.
Mulai dengan command dasar seperti:
ls
cd
pwd
cp
mkdir
Kemudian lanjutkan ke:
chmod
chown
ps
top
systemctl
Setelah itu masuk ke networking:
ip
ping
ss
curl
Kemudian storage dan log:
df
du
ncdu
journalctl
Terakhir, latih troubleshooting dengan membuat masalah secara sengaja di lab.
Contohnya:
- menghentikan service
- mengubah permission
- memenuhi storage virtual
- mengubah konfigurasi network
- menjalankan service pada port tertentu
- membuat user dengan permission berbeda
Kemudian coba cari penyebabnya menggunakan command Linux.
Metode ini jauh lebih efektif daripada hanya membaca tutorial.
Roadmap Praktik 7 Hari
Hari 1: File Management
Praktikkan:
ls
cd
pwd
mkdir
cp
Hari 2: User dan Permission
Praktikkan:
whoami
id
adduser
passwd
chmod
chown
Hari 3: Process dan Service
Praktikkan:
ps
top
pgrep
kill
systemctl
Hari 4: Networking
Praktikkan:
ip
ping
ss
curl
ip route
Hari 5: Storage dan Log
Praktikkan:
df
du
ncdu
lsblk
journalctl
Hari 6: Package Management
Praktikkan instalasi dan penghapusan package pada VM.
Ubuntu/Debian:
apt update
apt search nginx
apt install nginx
Rocky Linux:
dnf install nginx
Hari 7: Troubleshooting
Buat beberapa masalah secara sengaja.
Kemudian gunakan:
systemctl status
journalctl
ss
df
free
mtr
lsof
untuk menemukan penyebabnya.
Dengan metode ini, 50 command tidak lagi menjadi daftar hafalan. Command tersebut berubah menjadi toolkit troubleshooting.

Kesimpulan
Menguasai Linux bukan tentang menghafal sebanyak mungkin command.
Yang lebih penting adalah memahami kapan sebuah command digunakan, informasi apa yang dihasilkan, bagaimana membaca output, dan tindakan apa yang harus dilakukan setelah menemukan masalah.
Dari 50 command yang dibahas, beberapa command yang sangat penting untuk dibiasakan antara lain:
ls -lah
pwd
chmod
chown
ps aux
top
systemctl status
ip addr
ip route
ss -tulpn
ping
df -h
ncdu /
journalctl -xe
journalctl -u nginx
apt install
free -h
mtr
lsof
Jika command-command tersebut sudah familiar, proses administrasi server Linux akan menjadi jauh lebih mudah.
Untuk siswa TKJ/TJKT, kemampuan ini juga menjadi fondasi penting sebelum masuk ke materi yang lebih kompleks seperti web server, database server, DNS, DHCP, firewall, VPN, Docker, Kubernetes, cloud computing, automation, dan DevOps.
Ingat satu prinsip:
“Jangan hanya hafal command. Pahami masalah yang ingin diselesaikan.”
Karena sysadmin yang baik bukan orang yang paling banyak menghafal command, tetapi orang yang mampu menemukan masalah, membaca informasi yang tersedia, mengambil keputusan yang tepat, dan menyelesaikannya secara sistematis.
Frequently Asked Questions (FAQ)
Pertanyaan: Apa saja command Linux yang wajib dikuasai pemula?
Jawaban: Pemula sebaiknya mulai dari command untuk file, user, permission, process, service, network, storage, log, package management, dan troubleshooting seperti ls, cd, pwd, chmod, ps, systemctl, ip, ss, df, journalctl, dan apt.
Pertanyaan: Apakah command Linux harus dihafal semuanya?
Jawaban: Tidak. Yang lebih penting adalah memahami fungsi, sintaks dasar, cara membaca output, serta mengetahui command yang tepat untuk menyelesaikan masalah tertentu.
Pertanyaan: Apa command Linux untuk melihat port yang sedang listening?
Jawaban: Gunakan ss -tulpn. Command tersebut dapat membantu melihat port TCP/UDP yang sedang listening beserta process terkait jika dijalankan dengan hak akses yang sesuai.
Pertanyaan: Bagaimana cara mengecek kapasitas disk Linux?
Jawaban: Gunakan df -h untuk melihat penggunaan filesystem. Untuk mencari direktori yang paling banyak menggunakan storage, Anda dapat menggunakan du atau ncdu.
Pertanyaan: Bagaimana cara troubleshooting service Linux?
Jawaban: Mulai dengan systemctl status nama-service, kemudian periksa log menggunakan journalctl -u nama-service. Hindari langsung melakukan reboot sebelum mengetahui penyebab masalah.
Pertanyaan: Apa perbedaan apt dan dnf?
Jawaban: Keduanya merupakan package manager. apt umum digunakan pada Debian dan Ubuntu, sedangkan dnf digunakan pada Rocky Linux, RHEL, Fedora, dan sistem turunannya dengan penyesuaian versi.
Pertanyaan: Apakah 50 command ini cukup untuk menjadi sysadmin?
Jawaban: 50 command ini merupakan fondasi. Untuk menjadi sysadmin yang kompeten, command tersebut perlu dilanjutkan dengan praktik administrasi server, networking, security, monitoring, scripting, virtualization, container, backup, dan troubleshooting.
Pertanyaan: Apakah command Linux bisa dipraktikkan tanpa server fisik?
Jawaban: Bisa. Gunakan virtual machine seperti VirtualBox, VMware, atau Proxmox. Lingkungan lab virtual sangat cocok untuk eksperimen karena risiko terhadap sistem produksi lebih kecil.
Sudah menguasai 50 command Linux ini?
Jangan berhenti di membaca cheat sheet. Buka terminal, gunakan VM Linux, lalu praktikkan command satu per satu.
Coba mulai dari command sederhana seperti:
ls -lah
ip addr
ss -tulpn
df -h
systemctl status nginx
journalctl -xe
Kemudian mulai buat skenario troubleshooting sendiri dan cari solusinya menggunakan CLI.
Kalau ada command Linux favorit yang menurut kamu wajib masuk ke daftar ini, tuliskan di kolom komentar.
Bagikan artikel ini kepada teman yang sedang belajar TKJ/TJKT, Linux Server, Networking, atau Sysadmin.
Simpan juga artikel ini sebagai referensi ketika melakukan praktik server.
Untuk materi Linux, server, networking, MikroTik, Cisco, cloud computing, DevOps, dan administrasi sistem lainnya, lanjutkan eksplorasi artikel terkait di website ini.
WALIDUMAR
SYSADMIN • NETWORK • IT
Dukung kami dengan Subscribe & Join Membership channel YouTube | Walid Umar
Akses video pembelajaran eksklusif, materi persiapan UKK (Uji Kompetensi Siswa) dan Penyelesaian Soal LKS ITNSA