Juni 27, 2026
walidumar-05
Pelajari route filtering BGP menggunakan prefix-list dan route-map untuk mencegah route leak, BGP hijack, dan mengontrol preferensi jalur jaringan.

Mengapa Route Filtering BGP Sangat Penting?

Border Gateway Protocol (BGP) merupakan tulang punggung Internet modern. Protokol ini bertugas bertukar informasi routing antar Autonomous System (AS) di seluruh dunia.

Namun, kekuatan BGP juga menjadi salah satu kelemahannya. Jika administrator salah mengiklankan (advertise) prefix atau menerima route tanpa filter, dampaknya bisa sangat besar. Mulai dari route leak, trafik salah arah, gangguan layanan, hingga insiden BGP hijack yang menyebabkan sebagian Internet tidak dapat mengakses suatu layanan.

Karena itu, route filtering merupakan salah satu praktik keamanan paling penting dalam implementasi BGP.

Dalam artikel ini kita akan membahas bagaimana menggunakan Prefix-List dan Route-Map untuk mengontrol route yang diterima maupun diiklankan ke neighbor BGP.


Apa Itu Route Filtering pada BGP?

Route Filtering adalah proses menyaring route yang masuk (Inbound) maupun keluar (Outbound) sebelum diproses oleh BGP.

Tujuan utama filtering adalah:

  • Mencegah route leak
  • Menghindari BGP hijack
  • Mengontrol prefix yang diterima
  • Mengontrol prefix yang diiklankan
  • Mengatur preferensi jalur routing
  • Meningkatkan keamanan jaringan

Bayangkan BGP seperti petugas keamanan di gerbang sebuah gedung.

Tanpa daftar tamu, siapa saja bisa masuk.

Dengan route filtering, hanya route yang sesuai kebijakan yang diperbolehkan lewat.


Risiko Jika Tidak Menggunakan Route Filtering

Banyak administrator pemula melakukan konfigurasi seperti ini:

router bgp 65001
 neighbor 10.0.0.2 remote-as 65002

Konfigurasi tersebut memang membuat sesi BGP berjalan.

Namun seluruh route dari neighbor akan diterima tanpa penyaringan.

Akibatnya:

  • Tabel routing membengkak
  • Prefix ilegal ikut diterima
  • Route leak terjadi
  • Trafik salah arah
  • Potensi serangan BGP hijack meningkat

Best practice industri menyarankan:

Never accept or advertise routes without explicit filtering.


Memahami Prefix-List pada BGP

Prefix-list digunakan untuk menentukan prefix mana yang boleh atau tidak boleh diterima.

Contoh:

ip prefix-list FILTER-IN seq 5 permit 10.0.0.0/8 le 24

Penjelasan:

ParameterFungsi
10.0.0.0/8Prefix utama
le 24Maksimal subnet mask yang diizinkan adalah /24
permitMengizinkan prefix

Artinya:

Prefix berikut diterima:

10.1.0.0/16
10.2.3.0/24
10.20.0.0/20

Prefix berikut ditolak:

10.1.1.0/25
10.2.2.0/27
10.3.3.0/30

Karena subnet tersebut lebih spesifik dari /24.


Prefix-List dengan Rentang Prefix

Contoh:

ip prefix-list FILTER-IN seq 10 permit 172.16.0.0/12 ge 16 le 24

Arti konfigurasi:

  • Minimal prefix /16
  • Maksimal prefix /24
  • Berasal dari network 172.16.0.0/12

Prefix yang diterima:

172.16.0.0/16
172.20.0.0/20
172.31.0.0/24

Prefix yang ditolak:

172.16.1.0/25
172.20.10.0/27

Apa Itu Route-Map?

Jika Prefix-List bertugas menyaring route, Route-Map bertugas mengubah atribut route.

Route-map sering digunakan untuk:

  • Set Local Preference
  • Set MED
  • Set Weight
  • Set Community
  • Filtering lanjutan
  • Traffic Engineering

Analogi sederhananya:

Prefix-list adalah satpam yang memeriksa identitas.

Route-map adalah manajer yang menentukan prioritas tamu setelah mereka masuk.


Mengatur Local Preference dengan Route-Map

Contoh:

route-map SET-LOCAL-PREF permit 10
 set local-preference 200

Konfigurasi tersebut memberikan nilai Local Preference sebesar 200.

Semakin tinggi Local Preference, semakin diprioritaskan jalur tersebut dalam AS yang sama.


Menerapkan Route-Map ke Neighbor BGP

Contoh:

router bgp 65001

 neighbor 10.0.0.2 remote-as 65002
 neighbor 10.0.0.2 route-map SET-LOCAL-PREF in

Artinya:

  • Route dari neighbor 10.0.0.2 masuk ke router
  • Nilai Local Preference diubah menjadi 200
  • Jalur tersebut menjadi lebih disukai

Menggabungkan Prefix-List dan Route-Map

Praktik terbaik adalah menggabungkan keduanya.

Langkah 1: Buat Prefix-List

ip prefix-list CUSTOMER-IN permit 203.0.113.0/24

Langkah 2: Buat Route-Map

route-map CUSTOMER-IN permit 10
 match ip address prefix-list CUSTOMER-IN
 set local-preference 200

Langkah 3: Terapkan ke Neighbor

router bgp 65001

 neighbor 10.10.10.2 remote-as 65002
 neighbor 10.10.10.2 route-map CUSTOMER-IN in

Hasilnya:

  • Hanya prefix tertentu yang diterima
  • Local Preference diatur otomatis
  • Route tidak valid ditolak

Tutorial Praktik Route Filtering BGP Langkah demi Langkah

Topologi

R1 (AS65001) ---------- R2 (AS65002)
192.168.1.1             192.168.1.2

Konfigurasi Prefix-List

ip prefix-list ALLOWED permit 10.10.0.0/16 le 24

Konfigurasi Route-Map

route-map FILTER-IN permit 10
 match ip address prefix-list ALLOWED
 set local-preference 200

Terapkan ke Neighbor

router bgp 65001

 neighbor 192.168.1.2 remote-as 65002
 neighbor 192.168.1.2 route-map FILTER-IN in

Verifikasi

Lihat route BGP:

show ip bgp

Periksa route-map:

show route-map

Periksa prefix-list:

show ip prefix-list

Periksa neighbor:

show ip bgp neighbors

Route Leak dan BGP Hijack: Ancaman Nyata

Route Leak

Route leak terjadi ketika sebuah AS mengiklankan route yang seharusnya tidak diumumkan.

Contoh:

ISP A menerima full route Internet.

Kemudian secara tidak sengaja mengiklankan seluruh route tersebut ke ISP lain.

Akibatnya:

  • Routing Internet menjadi tidak optimal
  • Trafik berpindah jalur
  • Congestion meningkat

BGP Hijack

BGP Hijack terjadi ketika prefix milik organisasi lain diumumkan oleh pihak yang tidak berwenang.

Contoh:

AS penyerang mengiklankan:

8.8.8.0/24

Padahal prefix tersebut bukan miliknya.

Router Internet bisa memilih jalur yang salah sehingga trafik diarahkan ke jaringan penyerang.


Best Practice Route Filtering BGP

Selalu Gunakan Prefix-List

Jangan pernah menerima semua prefix tanpa filter.

Filter Inbound dan Outbound

Lakukan filtering dua arah.

Inbound = route yang diterima
Outbound = route yang diiklankan

Gunakan Route-Map untuk Policy

Pisahkan kebijakan routing dari konfigurasi neighbor.

Terapkan Local Preference Secara Konsisten

Gunakan nilai yang terstandarisasi.

Contoh:

300 = Primary ISP
200 = Secondary ISP
100 = Backup ISP

Audit Secara Berkala

Periksa:

show ip bgp
show ip bgp summary
show route-map
show ip prefix-list

Dokumentasikan Seluruh Prefix

Pastikan seluruh prefix yang diiklankan terdokumentasi dengan baik.


Kesimpulan

Route Filtering merupakan salah satu komponen paling penting dalam keamanan dan stabilitas BGP. Dengan menggunakan Prefix-List, administrator dapat mengontrol prefix mana yang boleh diterima atau diiklankan. Sementara Route-Map memungkinkan pengaturan atribut routing seperti Local Preference, MED, Community, dan berbagai kebijakan routing lainnya.

Tanpa filtering yang tepat, jaringan berisiko mengalami route leak, BGP hijack, serta masalah routing yang dapat berdampak luas. Karena itu, praktik terbaik yang wajib diterapkan adalah selalu melakukan filtering terhadap setiap neighbor BGP dan tidak pernah menerima seluruh route secara bebas tanpa kebijakan yang jelas.

Frequently Asked Questions (FAQ)

1. Apa fungsi utama Prefix-List pada BGP?

Prefix-list digunakan untuk memfilter prefix yang boleh diterima atau diiklankan oleh router BGP.

2. Apa perbedaan Prefix-List dan Route-Map?

Prefix-list hanya memfilter prefix, sedangkan route-map dapat memfilter sekaligus memodifikasi atribut route.

3. Apa itu Local Preference?

Local Preference adalah atribut BGP yang menentukan jalur mana yang lebih diprioritaskan di dalam Autonomous System.

4. Mengapa route filtering penting?

Untuk mencegah route leak, BGP hijack, dan memastikan hanya route yang valid yang diproses.

5. Apakah filtering perlu diterapkan pada semua neighbor?

Ya. Semua neighbor BGP sebaiknya memiliki kebijakan filtering inbound dan outbound.


Apakah Anda pernah mengalami masalah route leak, BGP policy yang tidak berjalan, atau kesulitan menerapkan filtering pada jaringan ISP maupun enterprise?

Tuliskan pengalaman Anda di kolom komentar. Jika artikel ini bermanfaat, jangan lupa bagikan kepada rekan administrator jaringan, teknisi ISP, dan peserta didik TJKT/TKJ yang sedang mempelajari routing tingkat lanjut.

Ikuti terus artikel terbaru seputar Linux Server, MikroTik, Cisco, Proxmox, Cloud Computing, dan Network Engineering. Jangan lupa subscribe channel YouTube Walid Umar untuk mendapatkan tutorial praktis dan studi kasus terbaru dari dunia jaringan komputer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilindungi Oleh
Shield Security