Juni 27, 2026
walidumar-23
Panduan lengkap deploy Ceph di Proxmox VE melalui Web UI, mulai dari OSD, Monitor, Pool hingga Storage RBD untuk VM yang aman dan terdistribusi.

Membangun infrastruktur virtualisasi yang handal tidak hanya membutuhkan hypervisor yang kuat, tetapi juga sistem penyimpanan yang mampu bertahan saat terjadi kegagalan hardware. Di sinilah Ceph menjadi solusi yang sangat populer di lingkungan enterprise.

Salah satu keunggulan Proxmox VE adalah integrasi bawaan dengan Ceph yang memungkinkan administrator membangun storage terdistribusi langsung dari Web UI tanpa konfigurasi yang rumit.

Dengan Ceph, data virtual machine akan direplikasi ke beberapa node sehingga tetap aman meskipun salah satu server mengalami gangguan atau mati total.

Artikel ini membahas langkah demi langkah deploy Ceph pada Proxmox VE, mulai dari instalasi, pembuatan Monitor, OSD, Pool, hingga menambahkan Ceph RBD sebagai storage utama VM.


Apa Itu Ceph?

Ceph adalah sistem storage terdistribusi (distributed storage) open-source yang dirancang untuk memberikan:

  • High Availability (HA)
  • Fault Tolerance
  • Data Replication
  • Scalability
  • Self Healing

Berbeda dengan storage tradisional yang bergantung pada satu server NAS atau SAN, Ceph menyimpan data pada banyak node sekaligus.

Analogi sederhananya seperti menyimpan dokumen penting pada tiga lemari berbeda di tiga ruangan berbeda. Jika satu ruangan terbakar, dokumen masih tersedia di dua lokasi lainnya.


Mengapa Menggunakan Ceph di Proxmox?

Beberapa keuntungan utama:

1. Built-in Integration

Proxmox sudah menyediakan menu khusus Ceph pada Web UI.

Tidak perlu instalasi tambahan yang rumit.

2. High Availability Storage

Data VM dapat tetap diakses walaupun salah satu node mati.

3. Replikasi Otomatis

Secara default Ceph menggunakan:

  • Size = 3
  • Min Size = 2

Artinya setiap data memiliki tiga salinan pada tiga node berbeda.

4. Scale Out Mudah

Kapasitas storage dapat ditambah hanya dengan menambahkan disk atau node baru.

5. Tidak Membutuhkan SAN Mahal

Ceph memanfaatkan storage lokal yang ada pada masing-masing node.


Requirement Sebelum Deploy Ceph

Agar performa optimal, pastikan memenuhi beberapa syarat berikut.

Cluster Proxmox

Minimal:

  • 3 Node Proxmox VE
  • Cluster aktif dan sehat

Contoh:

  • Node1
  • Node2
  • Node3

Disk OSD Khusus

Setiap node wajib memiliki:

  • 1 disk untuk sistem operasi
  • 1 disk atau lebih untuk OSD

Contoh:

DiskFungsi
SSD 240 GBOS Proxmox
SSD 1 TBCeph OSD

Jangan gunakan disk sistem operasi sebagai OSD.

Jaringan Ceph

Rekomendasi:

  • 10GbE (ideal)
  • 1GbE (minimum)

Semakin cepat jaringan, semakin baik performa replikasi dan migrasi VM.


Arsitektur Ceph pada Proxmox

Komponen utama:

MON (Monitor)

Bertugas memantau kondisi cluster.

OSD (Object Storage Daemon)

Menyimpan data sebenarnya.

Pool

Tempat penyimpanan logical object.

RBD (RADOS Block Device)

Storage block yang digunakan VM.


Langkah 1: Install Ceph dari Web UI

Masuk ke:

Node โ†’ Ceph โ†’ Install Ceph

Pilih versi Ceph yang tersedia.

Klik:

Install

Tunggu hingga proses selesai.

Setelah selesai lakukan refresh browser.


Verifikasi Instalasi

Masuk ke shell node:

ceph --version

Contoh output:

ceph version 19.x

Langkah 2: Membuat Ceph Monitor (MON)

Monitor adalah komponen penting yang menjaga konsistensi cluster.

Masuk ke:

Node โ†’ Ceph โ†’ Monitor

Klik:

Create Monitor

Lakukan pada setiap node cluster.

Contoh:

  • node1 โ†’ MON
  • node2 โ†’ MON
  • node3 โ†’ MON

Menggunakan tiga monitor akan meningkatkan stabilitas cluster.


Langkah 3: Membuat OSD

OSD merupakan tempat penyimpanan data fisik.

Masuk ke:

Node โ†’ Ceph โ†’ OSD

Klik:

Create OSD

Pilih disk kosong.

Contoh:

/dev/sdb

Klik:

Create

Ulangi pada semua node.

Contoh:

NodeDisk OSD
node1sdb
node2sdb
node3sdb

Setelah selesai akan muncul:

osd.0
osd.1
osd.2

Verifikasi OSD

Masuk shell:

ceph osd tree

Contoh:

ID CLASS WEIGHT TYPE NAME
-1       2.7 root default
-3       0.9 host node1
 0       0.9 osd.0
-5       0.9 host node2
 1       0.9 osd.1
-7       0.9 host node3
 2       0.9 osd.2

Semua OSD harus berstatus:

up
in

Langkah 4: Membuat Pool

Pool digunakan sebagai wadah data.

Masuk ke:

Ceph โ†’ Pools

Klik:

Create Pool

Contoh:

Name : vm-storage
Size : 3
Min Size : 2

Klik:

Create

Penjelasan Replication Size

Jika menggunakan:

Size = 3

Maka setiap data memiliki tiga salinan.

Misalnya sebuah VM menyimpan file sebesar:

10 GB

Maka total storage yang digunakan:

30 GB

Karena tersimpan pada tiga lokasi berbeda.

Keuntungan:

  • Data tetap aman jika 1 node mati
  • Risiko kehilangan data sangat kecil
  • Mendukung High Availability

Langkah 5: Menambahkan Ceph RBD ke Storage Proxmox

Masuk ke:

Datacenter โ†’ Storage

Klik:

Add โ†’ RBD

Isi konfigurasi:

ID          : Ceph-RBD
Pool        : vm-storage
Monitor(s)  : otomatis
Content     : Disk Image

Klik:

Add

Storage Ceph sekarang siap digunakan untuk VM.


Langkah 6: Membuat VM Menggunakan Ceph Storage

Saat membuat VM:

Create VM

Pada bagian disk pilih:

Storage : Ceph-RBD

Semua data VM akan tersimpan pada cluster Ceph.


Langkah 7: Monitoring Status Ceph

Masuk shell:

ceph -s

Contoh output sehat:

cluster:
  id: xxxx
  health: HEALTH_OK

services:
  mon: 3 daemons
  osd: 3 osds: 3 up, 3 in

Target akhir adalah:

HEALTH_OK

Jika status tersebut muncul, cluster siap digunakan.


Simulasi Kegagalan Node

Salah satu keuntungan terbesar Ceph adalah toleransi terhadap kegagalan.

Misalnya:

  • Node2 mati mendadak
  • OSD pada Node2 tidak tersedia

Karena data tersimpan pada tiga salinan:

  • VM tetap dapat berjalan
  • Data tetap tersedia
  • Cluster melakukan recovery otomatis ketika node kembali online

Inilah alasan Ceph banyak digunakan pada datacenter dan cloud provider.


Best Practice Ceph di Proxmox

Gunakan SSD atau NVMe

Performa IOPS jauh lebih baik dibanding HDD.

Pisahkan Network Ceph

Idealnya gunakan:

  • Public Network
  • Cluster Network

Untuk mengurangi bottleneck.

Minimal 3 Node

Cluster Ceph dirancang optimal pada tiga node atau lebih.

Gunakan 10GbE

Sangat direkomendasikan untuk produksi.

Pantau Kesehatan Cluster

Periksa secara berkala:

ceph -s

dan

ceph health detail

Troubleshooting Umum

HEALTH_WARN

Periksa:

ceph health detail

OSD Down

Cek:

systemctl status ceph-osd@ID

Pool Tidak Muncul di Proxmox

Refresh storage:

pvesm status

Monitor Tidak Sinkron

Pastikan:

  • DNS benar
  • Waktu server sinkron
  • NTP aktif

Kesimpulan

Ceph menjadikan Proxmox VE memiliki kemampuan storage terdistribusi setara solusi enterprise yang jauh lebih mahal. Dengan memanfaatkan integrasi bawaan Proxmox, administrator dapat melakukan deploy Monitor, OSD, Pool, dan RBD langsung dari Web UI hanya dalam beberapa langkah.

Kombinasi tiga node Proxmox dengan replikasi tiga salinan memberikan perlindungan data yang sangat baik, sekaligus memastikan virtual machine tetap tersedia meskipun salah satu node mengalami kegagalan.

Jika Anda sedang membangun cluster Proxmox untuk sekolah, kampus, ISP, perusahaan, atau laboratorium virtualisasi, Ceph merupakan pilihan storage yang layak dipertimbangkan karena skalabilitas, redundansi, dan kemudahan pengelolaannya.

Frequently Asked Questions (FAQ)

1. Apakah Ceph bisa berjalan hanya dengan 2 node?

Bisa, tetapi tidak direkomendasikan untuk produksi karena quorum dan replikasi tidak optimal.

2. Berapa jumlah node minimum yang direkomendasikan?

Minimal 3 node agar monitor dan replikasi berjalan dengan baik.

3. Apakah disk OS boleh digunakan sebagai OSD?

Tidak disarankan karena dapat menurunkan performa dan meningkatkan risiko gangguan sistem.

4. Apakah jaringan 1GbE cukup untuk Ceph?

Cukup untuk lab atau skala kecil, namun 10GbE sangat direkomendasikan untuk produksi.

5. Apa fungsi Ceph RBD?

Ceph RBD menyediakan block storage yang digunakan sebagai disk virtual untuk VM Proxmox.

6. Apa arti HEALTH_OK pada Ceph?

Menunjukkan seluruh komponen cluster berjalan normal tanpa masalah.

7. Jika satu node mati apakah VM tetap aman?

Ya. Dengan replication size 3, data masih tersedia pada node lainnya.

Sudah pernah membangun cluster Proxmox dengan Ceph? Bagikan pengalaman, tantangan, atau tips Anda di kolom komentar.

Jika artikel ini bermanfaat, jangan lupa bagikan ke rekan sysadmin, administrator server, maupun praktisi virtualisasi lainnya. Subscribe channel YouTube Walid Umar untuk mendapatkan tutorial Linux, Proxmox, Kubernetes, Networking, dan Cloud Computing terbaru. Jangan lewatkan juga artikel-artikel menarik lainnya seputar infrastruktur server dan teknologi enterprise.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilindungi Oleh
Shield Security