Membangun infrastruktur virtualisasi yang handal tidak hanya membutuhkan hypervisor yang kuat, tetapi juga sistem penyimpanan yang mampu bertahan saat terjadi kegagalan hardware. Di sinilah Ceph menjadi solusi yang sangat populer di lingkungan enterprise.
Salah satu keunggulan Proxmox VE adalah integrasi bawaan dengan Ceph yang memungkinkan administrator membangun storage terdistribusi langsung dari Web UI tanpa konfigurasi yang rumit.
Dengan Ceph, data virtual machine akan direplikasi ke beberapa node sehingga tetap aman meskipun salah satu server mengalami gangguan atau mati total.
Artikel ini membahas langkah demi langkah deploy Ceph pada Proxmox VE, mulai dari instalasi, pembuatan Monitor, OSD, Pool, hingga menambahkan Ceph RBD sebagai storage utama VM.
Apa Itu Ceph?
Ceph adalah sistem storage terdistribusi (distributed storage) open-source yang dirancang untuk memberikan:
- High Availability (HA)
- Fault Tolerance
- Data Replication
- Scalability
- Self Healing
Berbeda dengan storage tradisional yang bergantung pada satu server NAS atau SAN, Ceph menyimpan data pada banyak node sekaligus.
Analogi sederhananya seperti menyimpan dokumen penting pada tiga lemari berbeda di tiga ruangan berbeda. Jika satu ruangan terbakar, dokumen masih tersedia di dua lokasi lainnya.
Mengapa Menggunakan Ceph di Proxmox?
Beberapa keuntungan utama:
1. Built-in Integration
Proxmox sudah menyediakan menu khusus Ceph pada Web UI.
Tidak perlu instalasi tambahan yang rumit.
2. High Availability Storage
Data VM dapat tetap diakses walaupun salah satu node mati.
3. Replikasi Otomatis
Secara default Ceph menggunakan:
- Size = 3
- Min Size = 2
Artinya setiap data memiliki tiga salinan pada tiga node berbeda.
4. Scale Out Mudah
Kapasitas storage dapat ditambah hanya dengan menambahkan disk atau node baru.
5. Tidak Membutuhkan SAN Mahal
Ceph memanfaatkan storage lokal yang ada pada masing-masing node.
Requirement Sebelum Deploy Ceph
Agar performa optimal, pastikan memenuhi beberapa syarat berikut.
Cluster Proxmox
Minimal:
- 3 Node Proxmox VE
- Cluster aktif dan sehat
Contoh:
- Node1
- Node2
- Node3
Disk OSD Khusus
Setiap node wajib memiliki:
- 1 disk untuk sistem operasi
- 1 disk atau lebih untuk OSD
Contoh:
| Disk | Fungsi |
|---|---|
| SSD 240 GB | OS Proxmox |
| SSD 1 TB | Ceph OSD |
Jangan gunakan disk sistem operasi sebagai OSD.
Jaringan Ceph
Rekomendasi:
- 10GbE (ideal)
- 1GbE (minimum)
Semakin cepat jaringan, semakin baik performa replikasi dan migrasi VM.
Arsitektur Ceph pada Proxmox
Komponen utama:
MON (Monitor)
Bertugas memantau kondisi cluster.
OSD (Object Storage Daemon)
Menyimpan data sebenarnya.
Pool
Tempat penyimpanan logical object.
RBD (RADOS Block Device)
Storage block yang digunakan VM.
Langkah 1: Install Ceph dari Web UI
Masuk ke:
Node โ Ceph โ Install Ceph
Pilih versi Ceph yang tersedia.
Klik:
Install
Tunggu hingga proses selesai.
Setelah selesai lakukan refresh browser.
Verifikasi Instalasi
Masuk ke shell node:
ceph --version
Contoh output:
ceph version 19.x
Langkah 2: Membuat Ceph Monitor (MON)
Monitor adalah komponen penting yang menjaga konsistensi cluster.
Masuk ke:
Node โ Ceph โ Monitor
Klik:
Create Monitor
Lakukan pada setiap node cluster.
Contoh:
- node1 โ MON
- node2 โ MON
- node3 โ MON
Menggunakan tiga monitor akan meningkatkan stabilitas cluster.
Langkah 3: Membuat OSD
OSD merupakan tempat penyimpanan data fisik.
Masuk ke:
Node โ Ceph โ OSD
Klik:
Create OSD
Pilih disk kosong.
Contoh:
/dev/sdb
Klik:
Create
Ulangi pada semua node.
Contoh:
| Node | Disk OSD |
|---|---|
| node1 | sdb |
| node2 | sdb |
| node3 | sdb |
Setelah selesai akan muncul:
osd.0
osd.1
osd.2
Verifikasi OSD
Masuk shell:
ceph osd tree
Contoh:
ID CLASS WEIGHT TYPE NAME
-1 2.7 root default
-3 0.9 host node1
0 0.9 osd.0
-5 0.9 host node2
1 0.9 osd.1
-7 0.9 host node3
2 0.9 osd.2
Semua OSD harus berstatus:
up
in
Langkah 4: Membuat Pool
Pool digunakan sebagai wadah data.
Masuk ke:
Ceph โ Pools
Klik:
Create Pool
Contoh:
Name : vm-storage
Size : 3
Min Size : 2
Klik:
Create
Penjelasan Replication Size
Jika menggunakan:
Size = 3
Maka setiap data memiliki tiga salinan.
Misalnya sebuah VM menyimpan file sebesar:
10 GB
Maka total storage yang digunakan:
30 GB
Karena tersimpan pada tiga lokasi berbeda.
Keuntungan:
- Data tetap aman jika 1 node mati
- Risiko kehilangan data sangat kecil
- Mendukung High Availability
Langkah 5: Menambahkan Ceph RBD ke Storage Proxmox
Masuk ke:
Datacenter โ Storage
Klik:
Add โ RBD
Isi konfigurasi:
ID : Ceph-RBD
Pool : vm-storage
Monitor(s) : otomatis
Content : Disk Image
Klik:
Add
Storage Ceph sekarang siap digunakan untuk VM.
Langkah 6: Membuat VM Menggunakan Ceph Storage
Saat membuat VM:
Create VM
Pada bagian disk pilih:
Storage : Ceph-RBD
Semua data VM akan tersimpan pada cluster Ceph.
Langkah 7: Monitoring Status Ceph
Masuk shell:
ceph -s
Contoh output sehat:
cluster:
id: xxxx
health: HEALTH_OK
services:
mon: 3 daemons
osd: 3 osds: 3 up, 3 in
Target akhir adalah:
HEALTH_OK
Jika status tersebut muncul, cluster siap digunakan.
Simulasi Kegagalan Node
Salah satu keuntungan terbesar Ceph adalah toleransi terhadap kegagalan.
Misalnya:
- Node2 mati mendadak
- OSD pada Node2 tidak tersedia
Karena data tersimpan pada tiga salinan:
- VM tetap dapat berjalan
- Data tetap tersedia
- Cluster melakukan recovery otomatis ketika node kembali online
Inilah alasan Ceph banyak digunakan pada datacenter dan cloud provider.
Best Practice Ceph di Proxmox
Gunakan SSD atau NVMe
Performa IOPS jauh lebih baik dibanding HDD.
Pisahkan Network Ceph
Idealnya gunakan:
- Public Network
- Cluster Network
Untuk mengurangi bottleneck.
Minimal 3 Node
Cluster Ceph dirancang optimal pada tiga node atau lebih.
Gunakan 10GbE
Sangat direkomendasikan untuk produksi.
Pantau Kesehatan Cluster
Periksa secara berkala:
ceph -s
dan
ceph health detail
Troubleshooting Umum
HEALTH_WARN
Periksa:
ceph health detail
OSD Down
Cek:
systemctl status ceph-osd@ID
Pool Tidak Muncul di Proxmox
Refresh storage:
pvesm status
Monitor Tidak Sinkron
Pastikan:
- DNS benar
- Waktu server sinkron
- NTP aktif

Kesimpulan
Ceph menjadikan Proxmox VE memiliki kemampuan storage terdistribusi setara solusi enterprise yang jauh lebih mahal. Dengan memanfaatkan integrasi bawaan Proxmox, administrator dapat melakukan deploy Monitor, OSD, Pool, dan RBD langsung dari Web UI hanya dalam beberapa langkah.
Kombinasi tiga node Proxmox dengan replikasi tiga salinan memberikan perlindungan data yang sangat baik, sekaligus memastikan virtual machine tetap tersedia meskipun salah satu node mengalami kegagalan.
Jika Anda sedang membangun cluster Proxmox untuk sekolah, kampus, ISP, perusahaan, atau laboratorium virtualisasi, Ceph merupakan pilihan storage yang layak dipertimbangkan karena skalabilitas, redundansi, dan kemudahan pengelolaannya.
Frequently Asked Questions (FAQ)
1. Apakah Ceph bisa berjalan hanya dengan 2 node?
Bisa, tetapi tidak direkomendasikan untuk produksi karena quorum dan replikasi tidak optimal.
2. Berapa jumlah node minimum yang direkomendasikan?
Minimal 3 node agar monitor dan replikasi berjalan dengan baik.
3. Apakah disk OS boleh digunakan sebagai OSD?
Tidak disarankan karena dapat menurunkan performa dan meningkatkan risiko gangguan sistem.
4. Apakah jaringan 1GbE cukup untuk Ceph?
Cukup untuk lab atau skala kecil, namun 10GbE sangat direkomendasikan untuk produksi.
5. Apa fungsi Ceph RBD?
Ceph RBD menyediakan block storage yang digunakan sebagai disk virtual untuk VM Proxmox.
6. Apa arti HEALTH_OK pada Ceph?
Menunjukkan seluruh komponen cluster berjalan normal tanpa masalah.
7. Jika satu node mati apakah VM tetap aman?
Ya. Dengan replication size 3, data masih tersedia pada node lainnya.
Sudah pernah membangun cluster Proxmox dengan Ceph? Bagikan pengalaman, tantangan, atau tips Anda di kolom komentar.
Jika artikel ini bermanfaat, jangan lupa bagikan ke rekan sysadmin, administrator server, maupun praktisi virtualisasi lainnya. Subscribe channel YouTube Walid Umar untuk mendapatkan tutorial Linux, Proxmox, Kubernetes, Networking, dan Cloud Computing terbaru. Jangan lewatkan juga artikel-artikel menarik lainnya seputar infrastruktur server dan teknologi enterprise.