Bedah Tuntas UKK TKJ 2026 Paket 3: Implementasi Jaringan Fiber Optik (FTTH)
Halo Sobat TKJ!
Melanjutkan seri pembahasan UKK kita, setelah sebelumnya mengupas tuntas Paket 4 (LAN Sederhana), kali ini kita naik level ke materi yang lebih advance dan sangat relevan dengan industri saat ini: Fiber Optik.
Berdasarkan video pembahasan terbaru, Paket 3 tahun 2026 membawa angin segar dengan fokus utama pada instalasi dan pengujian infrastruktur jaringan berbasis serat optik. Ini adalah skill mahal yang banyak dicari oleh ISP (Internet Service Provider) saat ini.
Berikut adalah rangkuman langkah kerja dan poin penting yang wajib Anda kuasai untuk menaklukkan Paket 3.
1. Persiapan dan K3 (Keselamatan Kerja)
Berbeda dengan kabel tembaga (UTP), bekerja dengan Fiber Optik (FO) menuntut standar keselamatan yang lebih tinggi.
- Bahaya Serpihan Kaca: Potongan core fiber sangat tajam dan tidak terlihat. Pastikan Anda menggunakan kacamata pelindung dan membuang sisa potongan fiber (
fiber cleave) ke wadah khusus ( bin), bukan sembarangan ke lantai. - Bahaya Laser: Jangan pernah melihat ujung kabel FO secara langsung saat perangkat aktif. Sinar laser yang tidak terlihat bisa merusak retina mata secara permanen.
2. Inti Kompetensi: Splicing dan Terminasi
Tugas utama dalam paket ini biasanya mensimulasikan penyambungan kabel antar gedung atau distribusi FTTH (Fiber to the Home).
- Stripping & Cleaving: Kupas jaket kabel dan cladding dengan hati-hati. Kualitas potongan (cleave) sangat menentukan keberhasilan penyambungan. Potongan yang tidak rata akan menyebabkan loss (redaman) tinggi.
- Fusion Splicing: Menggunakan alat Fusion Splicer untuk menyambung dua ujung fiber. Pastikan nilai splice loss pada layar mendekati 0.00 dB atau maksimal 0.02 dB. Jika lebih dari itu, ulangi proses pemotongan.
- Proteksi: Jangan lupa memasang protection sleeve sebelum menyambung, lalu panaskan ( heating) untuk melindungi sambungan kaca tadi.
3. Pengukuran dan Pengujian (Measurement)
Setelah jaringan terpasang, bagaimana kita tahu kualitasnya bagus? Kita tidak bisa hanya “ping” seperti di kabel LAN. Kita butuh alat ukur cahaya.
- OPM (Optical Power Meter): Digunakan untuk mengukur kekuatan sinyal (dBm) yang sampai ke ujung penerima. Pastikan nilai redaman sesuai standar (biasanya antara -15 dBm hingga -25 dBm, tergantung spesifikasi soal dan perangkat SFP/ONT).
- VFL (Visual Fault Locator): Senter laser merah untuk mengecek fisik kabel secara visual. Jika ada cahaya “bocor” di tengah kabel, berarti ada retakan atau tekukan tajam (macrobending).
Kesimpulan: Kunci Kelulusan Paket 3
Jika di Paket 4 musuh utama Anda adalah crimping yang tidak rapi, di Paket 3 musuh Anda adalah debu dan ketidaktelitian.
- Kebersihan adalah Koentji: Selalu bersihkan ujung fiber dengan tisu alkohol sebelum splicing. Debu sehalus apapun akan menaikkan redaman secara drastis.
- Manajemen Kabel: Core fiber optik rapuh. Lakukan cable management di ODP (Optical Distribution Point) atau tray dengan rapi dan jangan menekuk kabel terlalu tajam.
Siap menjadi teknisi Fiber Optik masa depan? Pelajari teknik splicing dengan tenang dan jangan gemetar. Selamat berlatih!
Punya kendala saat proses splicing atau bingung cara baca OPM? Tulis pertanyaan kalian di kolom komentar video!