Langsung ke konten
Komputasi Awan / Cloud Computing

Panduan Cara Daftar AWS Academy untuk Sekolah & Universitas: Manfaat, Syarat, dan Cara Menggunakannya

Agustus 29, 2026 · 16 menit baca · Walid Umar

Cloud computing bukan lagi sekadar teknologi tambahan dalam pembelajaran IT. Infrastruktur cloud sudah menjadi bagian penting dari dunia kerja modern, mulai dari pengembangan aplikasi, administrasi server, DevOps, cybersecurity, data analytics, artificial intelligence, hingga machine learning.

Karena itu, sekolah dan perguruan tinggi perlu mulai memikirkan bagaimana memberikan pengalaman cloud computing yang lebih dekat dengan kebutuhan industri.

Salah satu program yang menarik untuk institusi pendidikan adalah AWS Academy.

AWS Academy resmi dari AWS menyediakan kurikulum cloud computing yang siap diajarkan dan dikembangkan untuk institusi pendidikan tinggi. Program ini dirancang untuk membantu mahasiswa memperoleh keterampilan cloud serta mempersiapkan mereka menghadapi kredensial dan karier yang berkaitan dengan AWS. (Amazon Web Services)

Namun, ada satu hal penting yang sering disalahpahami.

AWS Academy bukan program pendaftaran individual seperti kursus online biasa. Keanggotaan AWS Academy dimulai dari institusi. Setelah institusi diterima, administrator institusi dapat menominasikan educator untuk mengajar materi AWS Academy. (Amazon Web Services)

Artikel ini membahas apa itu AWS Academy, siapa yang dapat mendaftar, manfaatnya, proses pendaftaran, penerapan di kelas, hingga alternatif bagi sekolah yang belum memenuhi persyaratan AWS Academy.


Apa Itu AWS Academy?

AWS Academy adalah program pendidikan dari Amazon Web Services yang menyediakan kurikulum cloud computing siap ajar untuk institusi pendidikan tinggi.

Materinya dikembangkan untuk membantu mahasiswa memahami teknologi cloud sekaligus membangun keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.

AWS menjelaskan bahwa AWS Academy ditujukan bagi institusi pendidikan tinggi dan menyediakan kurikulum yang membantu mahasiswa mempersiapkan diri untuk kredensial yang diakui industri serta pekerjaan cloud yang dibutuhkan pasar. (Amazon Web Services)

Secara sederhana, AWS Academy dapat dianalogikan seperti “jembatan” antara:

Kampus → Kurikulum → Praktik Cloud → Keterampilan Industri → Karier

Jadi, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori tentang cloud computing, tetapi dapat diarahkan untuk memahami bagaimana teknologi tersebut digunakan dalam lingkungan nyata.

AWS Academy juga menyediakan materi dari tingkat fundamental hingga area seperti arsitektur, development, operations, data analytics, dan bidang cloud lainnya. (Amazon Web Services)


Apakah AWS Academy Bisa untuk Sekolah dan Universitas?

Ini bagian yang sangat penting.

Secara resmi, AWS Academy berfokus pada higher education institutions. Persyaratan yang disebutkan AWS mencakup institusi yang menawarkan program terakreditasi berupa degree, diploma, certificate, atau continuing education. (Amazon Web Services)

Dengan demikian, universitas, institut, politeknik, dan institusi pendidikan tinggi lain yang memenuhi persyaratan dapat mengajukan keanggotaan AWS Academy.

Untuk sekolah menengah seperti SMA atau SMK, jangan langsung menganggap bahwa sekolah dapat mendaftar AWS Academy dengan mekanisme yang sama. Eligibility perlu diperiksa berdasarkan status dan program pendidikan institusi.

Untuk pembelajaran cloud secara individual, AWS menyediakan alternatif seperti AWS Educate. AWS sendiri membedakan AWS Academy sebagai program yang difasilitasi educator di institusi pendidikan tinggi dengan AWS Educate yang menyediakan pembelajaran mandiri untuk learner yang ingin mulai belajar cloud. (Amazon Web Services)

Jadi, bagi sekolah/SMK, strategi yang lebih tepat adalah:

  • Periksa terlebih dahulu kelayakan institusi untuk AWS Academy.
  • Jika tidak memenuhi persyaratan, gunakan AWS Educate sebagai alternatif pembelajaran.
  • Gunakan materi cloud computing AWS sebagai pengayaan pembelajaran.
  • Bangun project-based learning menggunakan konsep cloud.
  • Jika memungkinkan, jalin kerja sama dengan perguruan tinggi atau mitra industri yang sudah menjadi bagian dari ekosistem AWS.

Mengapa AWS Academy Penting untuk Institusi Pendidikan?

Perubahan kebutuhan industri IT berlangsung sangat cepat.

Dulu siswa atau mahasiswa cukup memahami jaringan, server, database, dan pemrograman.

Sekarang mereka juga perlu memahami:

  • Cloud computing
  • Virtualisasi
  • Infrastructure as Code
  • Container
  • DevOps
  • Cloud security
  • Monitoring
  • Data analytics
  • AI dan machine learning
  • High availability
  • Scalability
  • Cost optimization

AWS Academy dapat membantu institusi membangun pembelajaran yang lebih dekat dengan teknologi yang digunakan di industri.

AWS menyebutkan bahwa program ini dirancang untuk membantu institusi menghasilkan lulusan yang siap menghadapi karier cloud dan membantu educator tetap mengikuti perkembangan AWS Cloud. (Amazon Web Services)


Manfaat AWS Academy untuk Institusi

1. Mendapatkan Kurikulum Cloud Computing Siap Ajar

Salah satu keuntungan utama adalah tersedianya materi pembelajaran yang dapat digunakan educator.

Hal ini dapat mengurangi beban institusi dalam menyusun materi cloud computing dari nol.

Daripada dosen atau guru menghabiskan waktu berbulan-bulan membuat silabus, modul, lab, dan materi pembelajaran sendiri, institusi dapat memanfaatkan kurikulum AWS Academy yang tersedia.

2. Mendekatkan Pembelajaran dengan Industri

Kurikulum AWS Academy dikembangkan oleh AWS dan diarahkan pada keterampilan cloud yang relevan dengan kebutuhan industri. (Amazon Web Services)

Ini penting karena salah satu tantangan pendidikan IT adalah kesenjangan antara:

Apa yang dipelajari di kelas

dan

Apa yang digunakan di industri.

Pembelajaran cloud dapat menjadi salah satu cara memperkecil kesenjangan tersebut.

3. Meningkatkan Employability Lulusan

Mahasiswa yang memahami cloud memiliki bekal tambahan untuk mengejar berbagai pekerjaan IT.

Contohnya:

  • Cloud Engineer
  • Cloud Administrator
  • Solutions Architect
  • DevOps Engineer
  • Systems Engineer
  • Cloud Consultant
  • Data Engineer
  • Security Engineer
  • Software Developer

AWS menyebut beberapa peran tersebut dalam konteks karier yang dapat dipersiapkan melalui AWS Academy. (Amazon Web Services)

4. Mendukung Persiapan AWS Certification

Sebagian besar kursus AWS Academy selaras dengan AWS Certification.

Namun, perlu ditekankan bahwa mengikuti AWS Academy tidak otomatis berarti mendapatkan sertifikasi AWS.

AWS menjelaskan bahwa kursus Academy membantu mempersiapkan peserta untuk ujian sertifikasi, tetapi peserta tetap dianjurkan melakukan pembelajaran tambahan sebelum mengikuti ujian. (Amazon Web Services)

Ini perbedaan penting yang perlu dijelaskan kepada siswa dan mahasiswa.


Manfaat AWS Academy untuk Guru dan Dosen

Educator merupakan komponen penting dalam AWS Academy.

Setelah institusi menjadi member, administrator dapat menominasikan educator untuk mengajar AWS Academy. (Amazon Web Services)

Educator kemudian dapat memperoleh akses ke materi dan proses onboarding yang diperlukan.

AWS menyebut bahwa educator yang telah dinominasikan perlu masuk ke portal AWS Academy dan menyelesaikan kursus wajib Educator Getting Started with AWS Academy sebelum mengelola kelas. (Amazon Web Services)

Manfaatnya antara lain:

  • Materi pembelajaran cloud terstruktur.
  • Learning resources yang siap digunakan.
  • Hands-on learning.
  • Learner Labs.
  • Pengembangan kompetensi educator.
  • Akses ke ekosistem AWS Academy.
  • Dukungan terhadap pembelajaran berbasis project.

AWS juga menyatakan bahwa educator tidak dikenakan biaya untuk bergabung dengan program AWS Academy. (Amazon Web Services)


Manfaat AWS Academy untuk Siswa dan Mahasiswa

Bagi learner, manfaat paling penting adalah kesempatan belajar cloud menggunakan kurikulum yang berorientasi pada keterampilan industri.

AWS Academy juga menyediakan akses terhadap hands-on labs melalui Learner Lab dalam konteks programnya. (Amazon Web Services)

Ini sangat penting.

Cloud computing tidak efektif jika hanya diajarkan menggunakan slide.

Misalnya, menjelaskan Amazon EC2 selama dua jam akan menghasilkan pemahaman yang berbeda dibandingkan mahasiswa benar-benar melakukan:

Launch instance → Connect → Install service → Configure security → Monitor → Troubleshoot → Terminate

Pengalaman tersebut jauh lebih dekat dengan pekerjaan administrator atau cloud engineer.


Syarat Daftar AWS Academy

Sebelum melakukan pendaftaran, pastikan institusi memenuhi kriteria dasar.

Menurut AWS, institusi yang dapat mengajukan AWS Academy antara lain harus menawarkan program pendidikan yang terakreditasi berupa:

  • Degree
  • Diploma
  • Certificate
  • Continuing education

Selain itu, pemohon harus merupakan faculty member atau administrator yang berwenang menjadi Program Administrator, atau dapat memberikan informasi orang yang dapat menjalankan peran tersebut.

AWS juga menyarankan penggunaan email institusi ketika mengajukan aplikasi. (Amazon Web Services)

Jadi, jangan menggunakan alamat email pribadi jika institusi memiliki email resmi.

Contohnya:

nama@universitas.ac.id

lebih tepat daripada:

nama@gmail.com

untuk proses administrasi institusi.


Cara Daftar AWS Academy

Berikut alur umum pendaftaran berdasarkan proses resmi AWS.

Langkah 1 — Periksa Kelayakan Institusi

Pertama, pastikan institusi memenuhi persyaratan AWS Academy.

Periksa:

  • Status institusi.
  • Program pendidikan.
  • Akreditasi.
  • Administrator yang berwenang.
  • Email institusi.

Jangan langsung membuat akun educator secara individual dengan asumsi bahwa itu sudah menjadi pendaftaran AWS Academy.

AWS Academy dimulai dari tingkat institusi. (Amazon Web Services)


Langkah 2 — Tentukan Program Administrator

Institusi perlu menentukan seseorang yang bertanggung jawab terhadap program.

Peran ini dapat dilakukan oleh pihak seperti:

  • Dosen.
  • Kepala program studi.
  • Kepala laboratorium.
  • Administrator akademik.
  • Staf IT.
  • Pimpinan yang ditunjuk.

Yang penting adalah orang tersebut memiliki kewenangan atau dapat bertindak sebagai Program Administrator untuk institusi.


Langkah 3 — Gunakan Email Institusi

Pada proses aplikasi, gunakan email resmi institusi.

Contoh:

admin@kampus.ac.id

atau

dosen@universitas.ac.id

Penggunaan email institusi membantu memperjelas hubungan pemohon dengan institusi.


Langkah 4 — Ajukan Institution Application

AWS menyediakan Institution Application untuk institusi yang ingin menjadi member AWS Academy.

Ajukan AWS Academy Institution Application

AWS menyatakan bahwa aplikasi tersebut harus diajukan oleh Program Administrator dari institusi. (Amazon Web Services)

Jika orang yang ingin mengajukan belum menjadi Program Administrator, koordinasikan terlebih dahulu dengan pihak yang berwenang di institusi.


Langkah 5 — Tunggu Proses Persetujuan

Setelah aplikasi dikirim, institusi perlu mengikuti proses review dari AWS.

Status dan proses dapat berubah dari waktu ke waktu, sehingga sebaiknya selalu mengikuti informasi terbaru yang tersedia di portal resmi AWS Academy.


Langkah 6 — Terima Terms & Conditions

Jika institusi diterima, tahap berikutnya adalah menerima Terms & Conditions program.

AWS mencantumkan penerimaan Terms & Conditions sebagai bagian dari tahap awal setelah aplikasi disetujui. (Amazon Web Services)


Langkah 7 — Nominasi Educator

Setelah institusi menjadi member, Program Administrator dapat menominasikan educator yang akan mengajar AWS Academy.

Contohnya:

Program Administrator

Nominasi Dosen/Guru yang memenuhi ketentuan

Educator AWS Academy

Membuat dan mengelola kelas

Mahasiswa/Learner


Langkah 8 — Educator Menyelesaikan Onboarding

Educator yang telah dinominasikan akan memperoleh akses ke AWS Academy.

Menurut FAQ AWS, educator perlu melakukan setup password, login ke portal, membaca dan menyetujui Program Guide, kemudian menyelesaikan kursus Educator Getting Started with AWS Academy. (Amazon Web Services)

Tahap ini penting karena educator perlu memahami:

  • Kurikulum.
  • Learner Labs.
  • Proses ready-to-teach.
  • Pengelolaan kelas.
  • Mekanisme pembelajaran.

Contoh Implementasi AWS Academy di Kelas

Misalnya sebuah program studi ingin mengajarkan cloud computing kepada mahasiswa semester 4.

Strukturnya dapat dibuat seperti berikut.

Pertemuan 1–2: Cloud Fundamentals

Materi:

  • Konsep cloud.
  • IaaS.
  • PaaS.
  • SaaS.
  • Public cloud.
  • Private cloud.
  • Hybrid cloud.
  • Region.
  • Availability Zone.

Pertemuan 3–4: Compute

Mahasiswa mempelajari konsep compute dan melakukan praktik menggunakan layanan cloud.

Target:

  • Membuat instance.
  • Memahami image.
  • Mengenal instance type.
  • Melakukan remote access.
  • Mengelola lifecycle instance.

Pertemuan 5–6: Storage

Materi:

  • Object storage.
  • Block storage.
  • File storage.
  • Backup.
  • Durability.
  • Availability.

Pertemuan 7–8: Networking

Materi:

  • VPC.
  • Subnet.
  • Route.
  • Internet gateway.
  • Security.
  • Network architecture.

Pertemuan 9–10: Security

Materi:

  • IAM.
  • Least privilege.
  • Authentication.
  • Authorization.
  • Security best practice.

Pertemuan 11–14: Project

Mahasiswa membangun project sederhana.

Contoh:

Deploy Web Server di Cloud

Arsitektur:

User → Internet → Cloud Network → Web Server → Storage/Database

Mahasiswa kemudian membuat dokumentasi.


Studi Kasus: Laboratorium Cloud untuk Mahasiswa

Bayangkan sebuah kampus mempunyai laboratorium komputer dengan 40 PC.

Model tradisional:

40 PC → Install software → Update software → Troubleshooting → Maintenance

Administrator harus memastikan setiap komputer memiliki konfigurasi yang sama.

Dengan pembelajaran cloud, sebagian praktik dapat dipindahkan ke lingkungan cloud.

Model:

40 Mahasiswa → Cloud Lab → Individual Environment → Project

Mahasiswa dapat memperoleh pengalaman mengelola resource cloud tanpa harus membangun data center sendiri.

Hal ini juga membuat pembelajaran lebih dekat dengan konsep yang digunakan dalam industri.


AWS Academy dan Learner Lab

Hands-on practice merupakan salah satu komponen penting dari pembelajaran AWS Academy.

AWS menjelaskan bahwa Learner Lab tersedia sebagai lingkungan sandbox untuk mendukung praktik pembelajaran. (Amazon Web Services)

Konsepnya sederhana.

Mahasiswa tidak hanya membaca:

“Cloud computing dapat menyediakan resource secara elastis.”

Tetapi mereka dapat melakukan eksperimen untuk memahami konsep tersebut.

Misalnya:

  1. Membuat resource.
  2. Menguji konfigurasi.
  3. Mengamati hasil.
  4. Melakukan troubleshooting.
  5. Menghapus resource.

Dengan pendekatan seperti ini, pembelajaran menjadi lebih aktif.


Best Practice Implementasi AWS Academy

AWS Academy sebaiknya tidak diperlakukan sebagai sekadar “kursus AWS tambahan”.

Integrasikan dengan kurikulum.

Misalnya untuk program TKJ:

Networking → VPC → Subnet → Routing → Security

Untuk program RPL:

Programming → Application Deployment → API → Database → Cloud

Untuk Sistem Informasi:

Business Process → Cloud Architecture → Security → Cost → Data

Untuk Teknik Komputer:

Server → Virtualization → Compute → Storage → Monitoring

Dengan demikian, cloud menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran, bukan materi yang berdiri sendiri.


Kesalahan yang Sering Terjadi

1. Mengira AWS Academy Bisa Didaftar Secara Individual

Ini salah satu kesalahan paling umum.

AWS Academy dimulai dari keanggotaan institusi. Educator kemudian dinominasikan oleh institusi. (Amazon Web Services)

Solusi:

Hubungi administrator institusi dan mulai dari proses institution application.


2. Menganggap AWS Academy Sama dengan AWS Educate

Keduanya berbeda.

AWS Academy berfokus pada kurikulum yang difasilitasi educator melalui institusi pendidikan tinggi.

AWS Educate lebih ditujukan untuk pembelajaran cloud secara mandiri bagi learner yang ingin mulai belajar cloud. (Amazon Web Services)


3. Menganggap AWS Academy = Sertifikasi AWS

Mengikuti kursus bukan berarti otomatis mendapatkan AWS Certification.

Kursus dapat membantu persiapan, tetapi ujian sertifikasi tetap merupakan proses tersendiri. (Amazon Web Services)


4. Fokus pada Teori Tanpa Praktik

Cloud computing tidak ideal jika hanya dipelajari dari PowerPoint.

Gunakan:

  • Lab.
  • Project.
  • Troubleshooting.
  • Case study.
  • Deployment.
  • Monitoring.
  • Security exercise.

Prinsipnya:

Learn → Build → Break → Fix → Document

Bagian “Break → Fix” sering justru menghasilkan pembelajaran paling berharga.


5. Tidak Mengajarkan Cost Awareness

Cloud bukan berarti semua resource gratis.

Mahasiswa perlu memahami konsep:

  • Resource consumption.
  • Pricing.
  • Cost awareness.
  • Resource lifecycle.
  • Shutdown/termination.
  • Budgeting.

Membuat resource lalu lupa menghapusnya adalah cara tercepat membuat pembelajaran cloud berubah menjadi “praktikum manajemen tagihan”. Jangan sampai.


Tips untuk Sekolah atau SMK

Karena AWS Academy secara resmi berfokus pada higher education, sekolah menengah perlu memeriksa kelayakannya terlebih dahulu.

Untuk sekolah yang belum dapat bergabung, AWS Educate dapat menjadi alternatif pembelajaran mandiri. AWS menyebut AWS Educate menyediakan pembelajaran self-paced dan hands-on labs bagi learner yang ingin mempelajari cloud. (Amazon Web Services)

Strategi yang dapat diterapkan sekolah:

  1. Mulai dari cloud fundamentals.
  2. Gunakan AWS Educate jika sesuai.
  3. Ajarkan konsep Linux dan networking terlebih dahulu.
  4. Hubungkan materi dengan cloud.
  5. Buat project deployment.
  6. Dokumentasikan project siswa.
  7. Bangun portofolio GitHub.
  8. Dorong siswa mengikuti jalur sertifikasi yang relevan.
  9. Bangun kerja sama dengan perguruan tinggi.
  10. Hubungkan pembelajaran dengan kebutuhan industri.

Untuk SMK TKJ, kombinasi berikut sangat menarik:

Linux + Networking + Virtualization + Cloud + Security + DevOps

Kombinasi tersebut membentuk fondasi yang jauh lebih kuat dibandingkan hanya belajar konfigurasi perangkat jaringan secara terpisah.


Tips untuk Universitas

Universitas dapat memasukkan AWS Academy ke dalam beberapa model pembelajaran.

Model 1 — Mata Kuliah Khusus

Contoh:

Cloud Computing

Model 2 — Bagian dari Mata Kuliah

Contoh:

Administrasi Sistem → Cloud Infrastructure

Model 3 — Laboratorium

Contoh:

Cloud Computing Laboratory

Model 4 — Project-Based Learning

Mahasiswa membangun:

  • Web application.
  • REST API.
  • Cloud infrastructure.
  • Data analytics platform.
  • Container application.
  • Monitoring system.

Model 5 — Persiapan Sertifikasi

Kurikulum dapat diarahkan untuk membantu mahasiswa mempersiapkan AWS Certification, dengan tetap menekankan bahwa ujian sertifikasi merupakan proses tersendiri. (Amazon Web Services)


AWS Academy untuk Membangun Cloud Talent Pipeline

Salah satu manfaat strategis AWS Academy adalah membantu institusi membangun jalur dari pendidikan menuju dunia kerja.

Konsepnya:

Education

AWS Academy

Hands-on Lab

Project

Portfolio

Certification Preparation

Internship

Cloud Career

Ini jauh lebih kuat daripada sekadar memberikan sertifikat kehadiran.

Mahasiswa perlu memiliki bukti bahwa mereka mampu melakukan sesuatu.

Misalnya:

“Saya pernah membuat arsitektur cloud.”

lebih kuat jika dapat ditunjukkan dengan:

“Berikut repository, diagram arsitektur, dokumentasi deployment, konfigurasi security, dan hasil pengujian.”

Itulah nilai penting pembelajaran berbasis project.


Apa yang Sebaiknya Disiapkan Institusi?

Sebelum memulai AWS Academy, institusi sebaiknya menyiapkan:

Administrasi

  • Pimpinan institusi.
  • Program Administrator.
  • Educator.
  • Email institusi.

Akademik

  • Silabus.
  • Learning outcomes.
  • Jadwal.
  • Model assessment.
  • Project.

Infrastruktur

  • Internet stabil.
  • Komputer/laptop.
  • Browser modern.
  • Sistem manajemen pembelajaran jika tersedia.

SDM

  • Educator yang memahami cloud.
  • Administrator program.
  • Dukungan teknis.

Pembelajaran

  • Lab.
  • Modul.
  • Assignment.
  • Project.
  • Dokumentasi.

Perbedaan AWS Academy dan AWS Educate

AspekAWS AcademyAWS Educate
FokusPendidikan terstrukturBelajar mandiri
InstitusiHigher educationLearner individual
PengajarEducatorSelf-paced
KurikulumReady-to-teachSelf-paced resources
Hands-onLearner LabHands-on learning
PendaftaranMelalui institusiIndividual
SertifikasiMembantu persiapanMembantu membangun skill
Target utamaMahasiswa melalui institusiLearner yang mulai belajar cloud

AWS sendiri menjelaskan bahwa AWS Academy ditujukan untuk institusi pendidikan tinggi, sedangkan AWS Educate menyediakan sumber belajar mandiri bagi learner. (Amazon Web Services)


Pertanyaan Penting Sebelum Mendaftar

Sebelum mengajukan aplikasi, institusi sebaiknya menjawab beberapa pertanyaan:

Siapa Program Administrator?

Harus ada orang yang bertanggung jawab terhadap program.

Siapa educator?

Tentukan dosen atau pengajar yang akan mengelola pembelajaran.

Course apa yang akan digunakan?

Jangan memasukkan AWS Academy tanpa perencanaan akademik.

Bagaimana hands-on lab dilakukan?

Praktik harus menjadi bagian utama pembelajaran.

Apa project akhirnya?

Mahasiswa sebaiknya menghasilkan output nyata.

Bagaimana mengukur kompetensi?

Gunakan assessment berbasis praktik, bukan hanya ujian teori.


Perkembangan Cloud Computing dan Pendidikan

Pembelajaran cloud kemungkinan akan semakin penting karena teknologi seperti AI, data analytics, container, DevOps, dan distributed systems terus berkembang.

AWS Academy sendiri saat ini menyediakan materi yang mencakup berbagai kemampuan cloud, dan AWS juga telah memperluas materi pendidikan ke area AI/ML. (Amazon Web Services)

Artinya, institusi pendidikan tidak sebaiknya hanya mengajarkan:

“Apa itu cloud?”

Tetapi bergerak menuju:

“Bagaimana merancang, membangun, mengamankan, mengoperasikan, memantau, dan mengoptimalkan sistem cloud?”

Inilah pergeseran penting dalam pendidikan IT modern.


Kesimpulan

AWS Academy merupakan program pendidikan AWS yang dirancang untuk membantu institusi pendidikan tinggi menyediakan kurikulum cloud computing yang siap diajarkan.

Manfaatnya mencakup:

  • Kurikulum cloud yang terstruktur.
  • Pengembangan kompetensi educator.
  • Hands-on learning.
  • Learner Labs.
  • Persiapan menuju AWS Certification.
  • Peningkatan kesiapan kerja mahasiswa.
  • Hubungan yang lebih kuat antara pendidikan dan kebutuhan industri.

Hal paling penting yang harus dipahami adalah bahwa AWS Academy dimulai dari tingkat institusi, bukan sekadar pendaftaran individual. Institusi yang memenuhi persyaratan mengajukan aplikasi, kemudian Program Administrator dapat menominasikan educator. (Amazon Web Services)

Untuk sekolah menengah atau SMK, eligibility perlu diperiksa terlebih dahulu karena AWS Academy secara resmi ditujukan untuk higher education. Jika AWS Academy belum sesuai, AWS Educate dapat menjadi alternatif untuk pembelajaran cloud secara mandiri. (Amazon Web Services)

Bagi institusi yang serius menyiapkan siswa dan mahasiswa menghadapi dunia kerja digital, pembelajaran cloud sebaiknya tidak berhenti pada teori. Kombinasikan Linux, networking, server administration, cloud computing, cybersecurity, DevOps, automation, dan project-based learning.

Dengan pendekatan tersebut, siswa atau mahasiswa tidak hanya mengetahui teknologi cloud, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menggunakannya.

FAQ

Pertanyaan: Apa itu AWS Academy?

Jawaban: AWS Academy adalah program AWS yang menyediakan kurikulum cloud computing siap ajar untuk institusi pendidikan tinggi dan membantu mempersiapkan mahasiswa menuju keterampilan serta karier cloud. (Amazon Web Services)

Pertanyaan: Apakah AWS Academy gratis?

Jawaban: AWS menyatakan AWS Academy merupakan program tanpa biaya untuk institusi yang memenuhi persyaratan dan educator yang bergabung dalam program. (Amazon Web Services)

Pertanyaan: Apakah guru atau dosen bisa mendaftar AWS Academy secara individu?

Jawaban: Keanggotaan AWS Academy dimulai dari institusi. Setelah institusi menjadi member, Program Administrator dapat menominasikan educator. (Amazon Web Services)

Pertanyaan: Apakah sekolah atau SMK bisa mendaftar AWS Academy?

Jawaban: AWS Academy secara resmi berfokus pada higher education. Sekolah atau SMK perlu memeriksa eligibility berdasarkan status dan program pendidikan institusinya. (Amazon Web Services)

Pertanyaan: Apa alternatif jika sekolah tidak memenuhi syarat AWS Academy?

Jawaban: AWS Educate dapat menjadi alternatif karena menyediakan pembelajaran cloud self-paced dan hands-on learning bagi learner. (Amazon Web Services)

Pertanyaan: Apakah mengikuti AWS Academy langsung mendapatkan sertifikasi AWS?

Jawaban: Tidak. Kursus AWS Academy dapat membantu persiapan ujian AWS Certification, tetapi sertifikasi diperoleh melalui proses ujian sertifikasi tersendiri. (Amazon Web Services)

Pertanyaan: Apakah AWS Academy menyediakan praktik cloud?

Jawaban: Ya. AWS Academy menyediakan Learner Lab dan learning resources untuk mendukung pengalaman hands-on dalam pembelajaran cloud. (Amazon Web Services)

Jika sekolah, kampus, atau institusi Anda ingin mulai membangun pembelajaran cloud computing yang lebih relevan dengan kebutuhan industri, AWS Academy layak dipertimbangkan sebagai salah satu jalur pengembangan.

Sudah pernah menggunakan AWS Academy atau AWS Educate di sekolah/kampus?

Bagikan pengalaman, kendala, atau tips Anda di kolom komentar. Diskusi dari para guru, dosen, administrator IT, dan praktisi cloud akan sangat membantu pembaca lain yang sedang mempersiapkan program cloud computing di institusinya.

Jika artikel ini bermanfaat, bagikan kepada rekan guru, dosen, mahasiswa, siswa TKJ/RPL, administrator laboratorium, dan praktisi IT lainnya.

Jangan lupa jelajahi artikel teknologi lainnya tentang Linux, networking, server administration, cloud computing, DevOps, cybersecurity, MikroTik, Cisco, dan infrastruktur IT untuk memperluas kompetensi teknis Anda.

Untuk informasi pendaftaran dan persyaratan yang dapat berubah, selalu jadikan halaman resmi AWS Academy sebagai rujukan utama.

Dukung kami dengan Subscribe & Join Membership channel YouTube | Walid Umar

Akses video pembelajaran eksklusif, materi persiapan UKK (Uji Kompetensi Siswa) dan Penyelesaian Soal LKS ITNSA

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilindungi Oleh
Shield Security