Juni 30, 2026
ChatGPT Image 30 Jun 2026, 08.18.33
Konfigurasi Static Route di MikroTik RouterOS: Tutorial Lengkap Pemula via Winbox dan CLI

Apa Itu Static Route di MikroTik?

Saat membangun jaringan yang terdiri dari beberapa subnet atau beberapa router, perangkat tidak akan otomatis mengetahui jalur menuju jaringan lain. Di sinilah fungsi routing digunakan.

Static Route adalah metode routing yang dikonfigurasi secara manual oleh administrator jaringan untuk menentukan jalur menuju suatu network tertentu.

Secara sederhana, static route dapat diibaratkan seperti petunjuk jalan yang dipasang secara permanen. Ketika sebuah paket data ingin menuju alamat tertentu, router akan membaca petunjuk tersebut dan mengirimkan paket ke jalur yang sudah ditentukan.

Static Route banyak digunakan pada:

  • Jaringan sekolah
  • Kantor kecil dan menengah
  • Laboratorium komputer
  • Jaringan ISP skala kecil
  • Infrastruktur server dan data center

Karena dikonfigurasi secara manual, static route memiliki kelebihan berupa konfigurasi yang sederhana, stabil, dan tidak memerlukan pertukaran informasi routing seperti OSPF atau BGP.


Memahami Konsep Routing Sebelum Praktik

Sebelum masuk ke konfigurasi, pahami terlebih dahulu konsep berikut.

Misalkan terdapat topologi:

Router A

  • LAN : 192.168.1.0/24
  • Link ke Router B : 10.10.10.1/30

Router B

  • LAN : 192.168.2.0/24
  • Link ke Router A : 10.10.10.2/30

Tanpa static route:

  • PC di jaringan 192.168.1.0 tidak mengetahui jalur menuju 192.168.2.0
  • Router A hanya mengetahui jaringan yang langsung terhubung
  • Router B juga hanya mengetahui jaringan yang langsung terhubung

Akibatnya komunikasi antar subnet gagal.

Dengan static route, kita memberi tahu router:

Jika ingin menuju jaringan 192.168.2.0, kirim paket ke Router B.


Cara Kerja Routing Table

Setiap router memiliki Routing Table.

Routing Table adalah daftar jalur yang digunakan router untuk menentukan arah pengiriman paket.

Contoh:

DestinationGateway
192.168.1.0/24Connected
10.10.10.0/30Connected
192.168.2.0/2410.10.10.2

Ketika ada paket menuju 192.168.2.10, router akan melihat tabel routing dan meneruskannya ke gateway 10.10.10.2.


Persiapan Sebelum Konfigurasi

Pastikan:

  • Router MikroTik sudah terhubung
  • IP Address telah dikonfigurasi
  • Antar router dapat saling ping
  • Winbox dapat diakses
  • User memiliki hak administrator

Konfigurasi Static Route Menggunakan Winbox

Langkah 1: Login ke Router

Buka Winbox lalu login ke router MikroTik.

Langkah 2: Masuk Menu Routes

Pilih:

IP → Routes

Klik tombol + (Add).

Langkah 3: Tambahkan Route Baru

Isi parameter berikut:

Destination Address:

192.168.2.0/24

Gateway:

10.10.10.2

Klik:

Apply
OK

Route berhasil ditambahkan.


Konfigurasi Route Balik

Agar komunikasi berjalan dua arah, Router B juga harus mengetahui jalur menuju jaringan Router A.

Masuk ke Router B.

Tambahkan:

Destination:

192.168.1.0/24

Gateway:

10.10.10.1

Simpan konfigurasi.


Konfigurasi Static Route Menggunakan CLI

Banyak administrator jaringan lebih menyukai CLI karena lebih cepat dan mudah didokumentasikan.

Masuk ke Terminal MikroTik.

Router A

/ip route add dst-address=192.168.2.0/24 gateway=10.10.10.2

Router B

/ip route add dst-address=192.168.1.0/24 gateway=10.10.10.1

Melihat daftar route:

/ip route print

Memahami Flag pada Routing Table MikroTik

Saat menjalankan:

/ip route print

Anda akan menemukan beberapa flag.

DAC

  • D = Dynamic
  • A = Active
  • C = Connected

Artinya route berasal dari interface yang langsung terhubung.

AS

  • A = Active
  • S = Static

Artinya route dibuat secara manual oleh administrator.

Contoh:

AS 192.168.2.0/24 gateway=10.10.10.2

Studi Kasus Routing Antar Subnet

Misalkan terdapat jaringan:

Subnet 1:

192.168.10.0/24

Subnet 2:

192.168.20.0/24

Subnet 3:

192.168.30.0/24

Masing-masing subnet berada pada router berbeda.

Agar semua subnet saling berkomunikasi, setiap router harus memiliki route menuju subnet lainnya.

Prinsipnya:

  • Kenali network tujuan
  • Tentukan next-hop router
  • Tambahkan route ke routing table

Cara Verifikasi Static Route

Ping Antar Jaringan

Contoh:

ping 192.168.2.1

Jika reply diterima, routing berhasil.

Traceroute

Gunakan:

/tool traceroute 192.168.2.1

Traceroute membantu melihat jalur yang dilewati paket.

Cek Routing Table

/ip route print

Pastikan route berstatus Active.


Troubleshooting Static Route MikroTik

1. Gateway Tidak Bisa Diping

Periksa:

ping 10.10.10.2

Jika gagal:

  • Kabel bermasalah
  • Interface down
  • Salah IP Address

2. Route Tidak Active

Cek:

/ip route print

Jika route tidak aktif:

  • Gateway salah
  • Network tujuan salah
  • Interface mati

3. Ping Satu Arah

Kasus paling sering terjadi.

Contoh:

  • Router A bisa ping Router B
  • Router B tidak bisa ping Router A

Penyebab:

Tidak ada route balik (return route).

Solusi:

Tambahkan route pada kedua router.


4. Salah Subnet Mask

Contoh:

192.168.2.0/24

ditulis:

192.168.2.0/16

Akibatnya router mengirim paket ke jalur yang salah.

Selalu verifikasi prefix subnet.


5. Firewall Memblokir Traffic

Periksa rule firewall:

/ip firewall filter print

Pastikan tidak ada rule yang memblokir ICMP atau traffic antar subnet.


Kapan Sebaiknya Menggunakan Static Route?

Static Route cocok digunakan jika:

  • Jumlah router sedikit
  • Topologi sederhana
  • Tidak sering berubah
  • Administrasi jaringan mudah dikontrol

Untuk jaringan besar dengan banyak router, biasanya digunakan:

  • OSPF
  • RIP
  • BGP

Karena routing akan diperbarui secara otomatis.


Tips Praktis untuk Administrator Jaringan

  • Dokumentasikan semua route yang dibuat.
  • Gunakan penamaan network yang jelas.
  • Selalu lakukan ping setelah konfigurasi.
  • Gunakan traceroute saat troubleshooting.
  • Backup konfigurasi MikroTik secara berkala.
  • Hindari route yang saling bertabrakan.
  • Buat diagram topologi jaringan sebelum implementasi.

Kesimpulan

Static Route merupakan dasar penting yang harus dikuasai oleh setiap Network Administrator maupun siswa TKJ/TJKT. Dengan memahami cara kerja routing table, konfigurasi melalui Winbox dan CLI, serta teknik troubleshooting yang tepat, Anda dapat menghubungkan berbagai subnet dan membangun jaringan yang lebih kompleks dengan stabil.

Meskipun terlihat sederhana, pemahaman static route akan menjadi fondasi sebelum mempelajari routing dinamis seperti OSPF dan BGP.

Apakah Anda pernah mengalami masalah routing antar subnet di MikroTik? Tuliskan pengalaman atau pertanyaan Anda di kolom komentar.

Jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman atau rekan administrator jaringan agar semakin banyak yang memahami konsep routing dengan benar. Kunjungi juga artikel MikroTik lainnya untuk meningkatkan kemampuan jaringan Anda ke level berikutnya.

Frequently Asked Questions (FAQ)

1. Apa fungsi Static Route di MikroTik?
Static Route digunakan untuk menentukan jalur menuju jaringan lain secara manual melalui gateway tertentu.

2. Kapan sebaiknya menggunakan Static Route?
Saat jaringan memiliki sedikit router dan topologi yang relatif sederhana.

3. Apa perbedaan Static Route dan Dynamic Route?
Static Route dikonfigurasi manual, sedangkan Dynamic Route diperbarui otomatis menggunakan protokol seperti OSPF atau BGP.

4. Mengapa ping antar subnet gagal meskipun route sudah dibuat?
Biasanya karena tidak ada route balik, firewall memblokir trafik, atau gateway salah.

5. Bagaimana melihat routing table di MikroTik?
Gunakan perintah:

/ ip route print

Jika artikel ini bermanfaat, tinggalkan komentar di bawah untuk berdiskusi seputar MikroTik dan jaringan komputer.

Bagikan artikel ini ke grup belajar, komunitas TKJ/TJKT, atau rekan kerja Anda. Jangan lupa subscribe agar tidak ketinggalan tutorial terbaru seputar Linux Server, MikroTik, Cloud Computing, dan Network Engineering.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilindungi Oleh
Shield Security