Juli 7, 2026
walid-9
Panduan lengkap OSPF Multi Area Cisco dan MikroTik untuk LKS ITNSA, mulai desain topologi, konfigurasi, verifikasi hingga troubleshooting.

Dalam kompetisi LKS ITNSA (Information Network System Administration), OSPF Multi Area menjadi salah satu materi yang paling sering muncul dan sekaligus menjadi penyebab banyak peserta kehilangan poin penting.

Tidak sedikit peserta yang berhasil membuat koneksi antarrouter, adjacency OSPF terbentuk, tetapi route antar area tetap tidak muncul. Akibatnya, client tidak dapat saling berkomunikasi dan seluruh skenario jaringan menjadi gagal.

OSPF (Open Shortest Path First) merupakan protokol routing dinamis yang banyak digunakan pada jaringan enterprise karena memiliki kemampuan konvergensi yang cepat, skalabilitas tinggi, dan mendukung desain jaringan bertingkat menggunakan area.

Pada artikel ini kita akan membahas secara lengkap:

  • Konsep OSPF Multi Area
  • Desain topologi sesuai karakteristik soal LKS ITNSA
  • Konfigurasi Cisco
  • Konfigurasi MikroTik
  • Verifikasi routing
  • Troubleshooting
  • Best practice yang sering digunakan pada kompetisi

Artikel ini cocok untuk:

  • Siswa TJKT/TKJ
  • Peserta LKS ITNSA
  • Administrator jaringan pemula
  • Instruktur jaringan komputer
  • Praktisi Cisco dan MikroTik

Memahami Konsep OSPF Multi Area

Apa Itu OSPF?

OSPF adalah protokol routing dinamis berbasis link-state yang menggunakan algoritma SPF (Shortest Path First) untuk menentukan jalur terbaik menuju tujuan.

Berbeda dengan RIP yang hanya melihat jumlah hop, OSPF menggunakan cost sebagai dasar pemilihan jalur.

Apa Itu OSPF Multi Area?

OSPF Multi Area adalah implementasi OSPF yang membagi jaringan menjadi beberapa area.

Contoh:

  • Area 0 (Backbone)
  • Area 10
  • Area 20
  • Area 30

Seluruh area harus terhubung ke Area 0.

Analogi Sederhana

Bayangkan sebuah negara:

  • Area 0 = Jalan Tol Nasional
  • Area 10 = Kota A
  • Area 20 = Kota B
  • Area 30 = Kota C

Setiap kota dapat saling terhubung melalui jalan tol nasional.

Jika jalan tol nasional terputus, maka komunikasi antar kota juga akan terganggu.


Mengapa OSPF Multi Area Digunakan?

Keuntungan utama:

Skalabilitas Lebih Baik

Jaringan besar dapat dibagi menjadi beberapa area.

Mengurangi Beban CPU Router

LSDB tidak perlu disimpan secara penuh untuk seluruh jaringan.

Mengurangi Traffic Update

LSA hanya disebarkan sesuai area yang relevan.

Konvergensi Lebih Cepat

Perubahan pada satu area tidak mempengaruhi seluruh jaringan.


Desain Topologi OSPF Multi Area untuk LKS ITNSA

Contoh Topologi

Router R1 (Area 10)

Router R2 (ABR)

Router R3 (Area 0)

Router R4 (ABR)

Router R5 (Area 20)

Skema IP

R1

  • LAN: 192.168.10.0/24
  • Link ke R2: 10.10.12.0/30

R2

  • Area 10
  • Area 0

R3

  • Backbone Area 0

R4

  • Area 0
  • Area 20

R5

  • LAN: 192.168.20.0/24

Persiapan Sebelum Konfigurasi

Pastikan:

  • Semua interface aktif
  • IP address sudah benar
  • Dapat melakukan ping antarrouter langsung
  • Tidak ada kesalahan subnet mask
  • Routing statis lama sudah dihapus

Verifikasi:

Cisco:

show ip interface brief

MikroTik:

/ip address print

Konfigurasi OSPF Multi Area pada Cisco

Langkah 1: Konfigurasi Interface

Contoh Router R1

conf t

interface g0/0
ip address 192.168.10.1 255.255.255.0
no shutdown

interface g0/1
ip address 10.10.12.1 255.255.255.252
no shutdown

Langkah 2: Aktifkan OSPF

router ospf 1
router-id 1.1.1.1

Langkah 3: Masukkan Network Area

network 192.168.10.0 0.0.0.255 area 10
network 10.10.12.0 0.0.0.3 area 10

Konfigurasi ABR (R2)

router ospf 1

router-id 2.2.2.2

network 10.10.12.0 0.0.0.3 area 10

network 10.10.23.0 0.0.0.3 area 0

Karena router ini menghubungkan dua area berbeda maka statusnya menjadi ABR (Area Border Router).


Verifikasi Cisco

Cek Neighbor

show ip ospf neighbor

Status harus:

FULL

Cek Route

show ip route ospf

Harus muncul:

O IA

yang menunjukkan route antar area.


Konfigurasi OSPF Multi Area pada MikroTik

RouterOS v7

Membuat Instance

/routing ospf instance

add name=default router-id=1.1.1.1

Membuat Area

/routing ospf area

add name=area10 area-id=0.0.0.10 instance=default

Menambahkan Interface Template

/routing ospf interface-template

add area=area10 networks=192.168.10.0/24

add area=area10 networks=10.10.12.0/30

Konfigurasi ABR MikroTik

/routing ospf area

add area-id=0.0.0.10 name=area10

add area-id=0.0.0.0 name=backbone

Tambahkan template sesuai jaringan masing-masing.


Verifikasi MikroTik

Neighbor

/routing ospf neighbor print

Route

/routing route print

Perhatikan flag:

o

atau

oia

yang menunjukkan route OSPF Inter Area.


Studi Kasus LKS ITNSA

Misalkan soal meminta:

  • Area 10 untuk Lab TKJ
  • Area 20 untuk Ruang Guru
  • Area 30 untuk Hotspot
  • Area 0 sebagai backbone

Maka desain yang benar:

Area 10
    |
    |
ABR R2
    |
Area 0
    |
ABR R4
    |
Area 20

    |
ABR R5
    |
Area 30

Kesalahan umum peserta adalah langsung menghubungkan Area 10 ke Area 20 tanpa backbone.

Hal ini melanggar aturan dasar OSPF.


Verifikasi yang Wajib Dilakukan

Ping Antar Router

ping

Harus berhasil.


Neighbor Full

Cisco:

show ip ospf neighbor

MikroTik:

/routing ospf neighbor print

Status:

Full

Route Antar Area

Cisco:

show ip route ospf

MikroTik:

/routing route print

Pastikan route area lain muncul.


Trace Route

Cisco:

traceroute

MikroTik:

/tool traceroute

Kesalahan yang Sering Terjadi

1. Salah Menentukan Area

Contoh:

R1 Area 10

R2 Area 20

Link yang sama tidak mungkin berada pada area berbeda.

Dampak

Neighbor tidak terbentuk.

Solusi

Pastikan kedua sisi menggunakan area yang sama.


2. Router ID Duplikat

Contoh:

R1 = 1.1.1.1
R2 = 1.1.1.1

Dampak

Neighbor tidak stabil.

Solusi

Gunakan Router ID unik.


3. Wildcard Mask Salah

Contoh:

network 192.168.10.0 0.0.255.255 area 10

Padahal yang benar:

network 192.168.10.0 0.0.0.255 area 10

4. Interface Belum Aktif

Dampak

Tidak ada adjacency.

Solusi

no shutdown

5. Backbone Area Tidak Ada

Ini merupakan kesalahan paling sering terjadi pada LKS.

Dampak

Route antar area tidak muncul.

Solusi

Pastikan seluruh area terhubung melalui Area 0.


Best Practice OSPF Multi Area

Gunakan Router ID yang Konsisten

Contoh:

R1 = 1.1.1.1
R2 = 2.2.2.2
R3 = 3.3.3.3

Buat Dokumentasi Area

Area 0 = Backbone
Area 10 = Lab
Area 20 = Guru
Area 30 = Hotspot

Gunakan Loopback untuk Router ID

Lebih stabil dibanding interface fisik.


Lakukan Verifikasi Setelah Setiap Langkah

Jangan menunggu seluruh konfigurasi selesai.


Hafalkan Command Penting

Cisco:

show ip ospf neighbor
show ip route ospf
show ip ospf database

MikroTik:

/routing ospf neighbor print
/routing route print
/routing ospf lsa print

Tips Lulus Soal OSPF Multi Area LKS ITNSA

  1. Gambar topologi terlebih dahulu.
  2. Identifikasi Area 0.
  3. Tentukan ABR.
  4. Konfigurasi IP terlebih dahulu.
  5. Verifikasi ping.
  6. Konfigurasi OSPF.
  7. Verifikasi neighbor.
  8. Verifikasi route.
  9. Uji konektivitas end-to-end.
  10. Dokumentasikan hasil konfigurasi.

Dengan metode ini, peluang kesalahan konfigurasi dapat dikurangi secara signifikan.


Kesimpulan

OSPF Multi Area merupakan materi inti dalam kompetisi LKS ITNSA dan implementasi jaringan enterprise. Kunci keberhasilan bukan hanya menghafal perintah konfigurasi, tetapi memahami hubungan antara Area, Backbone Area, dan Area Border Router (ABR).

Pada Cisco maupun MikroTik, prinsip kerjanya tetap sama. Selama desain area benar, IP address sesuai, dan neighbor berhasil mencapai status FULL, maka pertukaran route antar area dapat berjalan dengan baik.

Bagi peserta LKS ITNSA, fokus utama sebaiknya pada pemahaman topologi, verifikasi routing, dan kemampuan troubleshooting. Karena dalam banyak kasus, kegagalan bukan terjadi saat konfigurasi, melainkan saat proses pengecekan hasil akhir.

FAQ

Pertanyaan: Apa fungsi Area 0 pada OSPF?
Jawaban: Area 0 berfungsi sebagai backbone yang menghubungkan seluruh area dalam OSPF Multi Area.

Pertanyaan: Apa itu ABR (Area Border Router)?
Jawaban: ABR adalah router yang menghubungkan dua atau lebih area OSPF yang berbeda.

Pertanyaan: Mengapa neighbor OSPF tidak terbentuk?
Jawaban: Penyebab umum adalah area berbeda, subnet berbeda, router ID bermasalah, atau interface belum aktif.

Pertanyaan: Apa perbedaan OSPF Single Area dan Multi Area?
Jawaban: Single Area hanya menggunakan satu area, sedangkan Multi Area membagi jaringan ke beberapa area untuk meningkatkan skalabilitas.

Pertanyaan: Bagaimana cara mengecek route OSPF di Cisco?
Jawaban: Gunakan perintah show ip route ospf.

Pertanyaan: Bagaimana cara mengecek neighbor OSPF di MikroTik?
Jawaban: Gunakan perintah /routing ospf neighbor print.

Sudah pernah mengerjakan soal OSPF Multi Area saat LKS ITNSA atau praktik di laboratorium jaringan?

Bagikan pengalaman, kendala, atau teknik troubleshooting yang pernah Anda gunakan pada kolom komentar. Jika artikel ini bermanfaat, jangan ragu untuk membagikannya kepada rekan guru, siswa TJKT/TKJ, maupun peserta LKS lainnya. Jangan lupa juga membaca artikel jaringan komputer lainnya untuk memperdalam pemahaman tentang Cisco, MikroTik, Linux Server, Cloud Computing, dan administrasi jaringan modern.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilindungi Oleh
Shield Security