Dalam kompetisi LKS ITNSA (Information Network System Administration), OSPF Multi Area menjadi salah satu materi yang paling sering muncul dan sekaligus menjadi penyebab banyak peserta kehilangan poin penting.
Tidak sedikit peserta yang berhasil membuat koneksi antarrouter, adjacency OSPF terbentuk, tetapi route antar area tetap tidak muncul. Akibatnya, client tidak dapat saling berkomunikasi dan seluruh skenario jaringan menjadi gagal.
OSPF (Open Shortest Path First) merupakan protokol routing dinamis yang banyak digunakan pada jaringan enterprise karena memiliki kemampuan konvergensi yang cepat, skalabilitas tinggi, dan mendukung desain jaringan bertingkat menggunakan area.
Pada artikel ini kita akan membahas secara lengkap:
- Konsep OSPF Multi Area
- Desain topologi sesuai karakteristik soal LKS ITNSA
- Konfigurasi Cisco
- Konfigurasi MikroTik
- Verifikasi routing
- Troubleshooting
- Best practice yang sering digunakan pada kompetisi
Artikel ini cocok untuk:
- Siswa TJKT/TKJ
- Peserta LKS ITNSA
- Administrator jaringan pemula
- Instruktur jaringan komputer
- Praktisi Cisco dan MikroTik
Memahami Konsep OSPF Multi Area
Apa Itu OSPF?
OSPF adalah protokol routing dinamis berbasis link-state yang menggunakan algoritma SPF (Shortest Path First) untuk menentukan jalur terbaik menuju tujuan.
Berbeda dengan RIP yang hanya melihat jumlah hop, OSPF menggunakan cost sebagai dasar pemilihan jalur.
Apa Itu OSPF Multi Area?
OSPF Multi Area adalah implementasi OSPF yang membagi jaringan menjadi beberapa area.
Contoh:
- Area 0 (Backbone)
- Area 10
- Area 20
- Area 30
Seluruh area harus terhubung ke Area 0.
Analogi Sederhana
Bayangkan sebuah negara:
- Area 0 = Jalan Tol Nasional
- Area 10 = Kota A
- Area 20 = Kota B
- Area 30 = Kota C
Setiap kota dapat saling terhubung melalui jalan tol nasional.
Jika jalan tol nasional terputus, maka komunikasi antar kota juga akan terganggu.
Mengapa OSPF Multi Area Digunakan?
Keuntungan utama:
Skalabilitas Lebih Baik
Jaringan besar dapat dibagi menjadi beberapa area.
Mengurangi Beban CPU Router
LSDB tidak perlu disimpan secara penuh untuk seluruh jaringan.
Mengurangi Traffic Update
LSA hanya disebarkan sesuai area yang relevan.
Konvergensi Lebih Cepat
Perubahan pada satu area tidak mempengaruhi seluruh jaringan.
Desain Topologi OSPF Multi Area untuk LKS ITNSA
Contoh Topologi
Router R1 (Area 10)
↓
Router R2 (ABR)
↓
Router R3 (Area 0)
↓
Router R4 (ABR)
↓
Router R5 (Area 20)
Skema IP
R1
- LAN: 192.168.10.0/24
- Link ke R2: 10.10.12.0/30
R2
- Area 10
- Area 0
R3
- Backbone Area 0
R4
- Area 0
- Area 20
R5
- LAN: 192.168.20.0/24
Persiapan Sebelum Konfigurasi
Pastikan:
- Semua interface aktif
- IP address sudah benar
- Dapat melakukan ping antarrouter langsung
- Tidak ada kesalahan subnet mask
- Routing statis lama sudah dihapus
Verifikasi:
Cisco:
show ip interface brief
MikroTik:
/ip address print
Konfigurasi OSPF Multi Area pada Cisco
Langkah 1: Konfigurasi Interface
Contoh Router R1
conf t
interface g0/0
ip address 192.168.10.1 255.255.255.0
no shutdown
interface g0/1
ip address 10.10.12.1 255.255.255.252
no shutdown
Langkah 2: Aktifkan OSPF
router ospf 1
router-id 1.1.1.1
Langkah 3: Masukkan Network Area
network 192.168.10.0 0.0.0.255 area 10
network 10.10.12.0 0.0.0.3 area 10
Konfigurasi ABR (R2)
router ospf 1
router-id 2.2.2.2
network 10.10.12.0 0.0.0.3 area 10
network 10.10.23.0 0.0.0.3 area 0
Karena router ini menghubungkan dua area berbeda maka statusnya menjadi ABR (Area Border Router).
Verifikasi Cisco
Cek Neighbor
show ip ospf neighbor
Status harus:
FULL
Cek Route
show ip route ospf
Harus muncul:
O IA
yang menunjukkan route antar area.
Konfigurasi OSPF Multi Area pada MikroTik
RouterOS v7
Membuat Instance
/routing ospf instance
add name=default router-id=1.1.1.1
Membuat Area
/routing ospf area
add name=area10 area-id=0.0.0.10 instance=default
Menambahkan Interface Template
/routing ospf interface-template
add area=area10 networks=192.168.10.0/24
add area=area10 networks=10.10.12.0/30
Konfigurasi ABR MikroTik
/routing ospf area
add area-id=0.0.0.10 name=area10
add area-id=0.0.0.0 name=backbone
Tambahkan template sesuai jaringan masing-masing.
Verifikasi MikroTik
Neighbor
/routing ospf neighbor print
Route
/routing route print
Perhatikan flag:
o
atau
oia
yang menunjukkan route OSPF Inter Area.
Studi Kasus LKS ITNSA
Misalkan soal meminta:
- Area 10 untuk Lab TKJ
- Area 20 untuk Ruang Guru
- Area 30 untuk Hotspot
- Area 0 sebagai backbone
Maka desain yang benar:
Area 10
|
|
ABR R2
|
Area 0
|
ABR R4
|
Area 20
|
ABR R5
|
Area 30
Kesalahan umum peserta adalah langsung menghubungkan Area 10 ke Area 20 tanpa backbone.
Hal ini melanggar aturan dasar OSPF.
Verifikasi yang Wajib Dilakukan
Ping Antar Router
ping
Harus berhasil.
Neighbor Full
Cisco:
show ip ospf neighbor
MikroTik:
/routing ospf neighbor print
Status:
Full
Route Antar Area
Cisco:
show ip route ospf
MikroTik:
/routing route print
Pastikan route area lain muncul.
Trace Route
Cisco:
traceroute
MikroTik:
/tool traceroute
Kesalahan yang Sering Terjadi
1. Salah Menentukan Area
Contoh:
R1 Area 10
R2 Area 20
Link yang sama tidak mungkin berada pada area berbeda.
Dampak
Neighbor tidak terbentuk.
Solusi
Pastikan kedua sisi menggunakan area yang sama.
2. Router ID Duplikat
Contoh:
R1 = 1.1.1.1
R2 = 1.1.1.1
Dampak
Neighbor tidak stabil.
Solusi
Gunakan Router ID unik.
3. Wildcard Mask Salah
Contoh:
network 192.168.10.0 0.0.255.255 area 10
Padahal yang benar:
network 192.168.10.0 0.0.0.255 area 10
4. Interface Belum Aktif
Dampak
Tidak ada adjacency.
Solusi
no shutdown
5. Backbone Area Tidak Ada
Ini merupakan kesalahan paling sering terjadi pada LKS.
Dampak
Route antar area tidak muncul.
Solusi
Pastikan seluruh area terhubung melalui Area 0.
Best Practice OSPF Multi Area
Gunakan Router ID yang Konsisten
Contoh:
R1 = 1.1.1.1
R2 = 2.2.2.2
R3 = 3.3.3.3
Buat Dokumentasi Area
Area 0 = Backbone
Area 10 = Lab
Area 20 = Guru
Area 30 = Hotspot
Gunakan Loopback untuk Router ID
Lebih stabil dibanding interface fisik.
Lakukan Verifikasi Setelah Setiap Langkah
Jangan menunggu seluruh konfigurasi selesai.
Hafalkan Command Penting
Cisco:
show ip ospf neighbor
show ip route ospf
show ip ospf database
MikroTik:
/routing ospf neighbor print
/routing route print
/routing ospf lsa print
Tips Lulus Soal OSPF Multi Area LKS ITNSA
- Gambar topologi terlebih dahulu.
- Identifikasi Area 0.
- Tentukan ABR.
- Konfigurasi IP terlebih dahulu.
- Verifikasi ping.
- Konfigurasi OSPF.
- Verifikasi neighbor.
- Verifikasi route.
- Uji konektivitas end-to-end.
- Dokumentasikan hasil konfigurasi.
Dengan metode ini, peluang kesalahan konfigurasi dapat dikurangi secara signifikan.

Kesimpulan
OSPF Multi Area merupakan materi inti dalam kompetisi LKS ITNSA dan implementasi jaringan enterprise. Kunci keberhasilan bukan hanya menghafal perintah konfigurasi, tetapi memahami hubungan antara Area, Backbone Area, dan Area Border Router (ABR).
Pada Cisco maupun MikroTik, prinsip kerjanya tetap sama. Selama desain area benar, IP address sesuai, dan neighbor berhasil mencapai status FULL, maka pertukaran route antar area dapat berjalan dengan baik.
Bagi peserta LKS ITNSA, fokus utama sebaiknya pada pemahaman topologi, verifikasi routing, dan kemampuan troubleshooting. Karena dalam banyak kasus, kegagalan bukan terjadi saat konfigurasi, melainkan saat proses pengecekan hasil akhir.
FAQ
Pertanyaan: Apa fungsi Area 0 pada OSPF?
Jawaban: Area 0 berfungsi sebagai backbone yang menghubungkan seluruh area dalam OSPF Multi Area.
Pertanyaan: Apa itu ABR (Area Border Router)?
Jawaban: ABR adalah router yang menghubungkan dua atau lebih area OSPF yang berbeda.
Pertanyaan: Mengapa neighbor OSPF tidak terbentuk?
Jawaban: Penyebab umum adalah area berbeda, subnet berbeda, router ID bermasalah, atau interface belum aktif.
Pertanyaan: Apa perbedaan OSPF Single Area dan Multi Area?
Jawaban: Single Area hanya menggunakan satu area, sedangkan Multi Area membagi jaringan ke beberapa area untuk meningkatkan skalabilitas.
Pertanyaan: Bagaimana cara mengecek route OSPF di Cisco?
Jawaban: Gunakan perintah show ip route ospf.
Pertanyaan: Bagaimana cara mengecek neighbor OSPF di MikroTik?
Jawaban: Gunakan perintah /routing ospf neighbor print.
Sudah pernah mengerjakan soal OSPF Multi Area saat LKS ITNSA atau praktik di laboratorium jaringan?
Bagikan pengalaman, kendala, atau teknik troubleshooting yang pernah Anda gunakan pada kolom komentar. Jika artikel ini bermanfaat, jangan ragu untuk membagikannya kepada rekan guru, siswa TJKT/TKJ, maupun peserta LKS lainnya. Jangan lupa juga membaca artikel jaringan komputer lainnya untuk memperdalam pemahaman tentang Cisco, MikroTik, Linux Server, Cloud Computing, dan administrasi jaringan modern.