Juni 28, 2026
walidumar-12
Lab Challenge MikroTik dan FRRouting OSPF untuk membangun jaringan kantor lengkap dengan routing dinamis, firewall, internet sharing, dan monitoring.

Menguji Kemampuan Networking dalam Satu Topologi Nyata

Banyak administrator jaringan mampu melakukan konfigurasi routing, firewall, atau monitoring secara terpisah. Namun di lingkungan produksi, seluruh komponen tersebut harus bekerja secara bersamaan.

Karena itu, tantangan lab ini dirancang untuk mensimulasikan jaringan kantor skala kecil hingga menengah yang menggabungkan MikroTik sebagai gateway utama dan FRRouting (FRR) sebagai router internal berbasis Linux.

Yang membuat challenge ini menarik adalah aturan utamanya:

Jangan membuka panduan selama 30 menit pertama.

Gunakan seluruh pengetahuan yang Anda miliki untuk menyelesaikan konfigurasi berdasarkan requirement yang diberikan. Setelah waktu habis, barulah Anda boleh membuka dokumentasi atau panduan.

Metode ini sangat efektif untuk mengukur kemampuan troubleshooting, pemahaman konsep routing, serta kemampuan berpikir kritis dalam kondisi nyata.


Tujuan Lab Challenge

Peserta harus membangun jaringan kantor dengan kondisi berikut:

Requirement

  1. Klien di LAN Router-A dapat mengakses internet melalui MikroTik.
  2. Klien di LAN Router-B dapat berkomunikasi dengan klien Router-A.
  3. MikroTik melakukan redistribute connected route ke OSPF.
  4. Firewall MikroTik hanya mengizinkan port yang diperlukan.
  5. Seluruh perangkat dimonitor menggunakan LibreNMS.

Gambaran Topologi

                INTERNET
                    |
               [ MikroTik ]
            DHCP NAT Firewall
                    |
        ======================
        |                   |
    Router-A           Router-B
   (FRRouting)        (FRRouting)
        |                   |
   LAN-A Network      LAN-B Network

             LibreNMS Server

Contoh skema IP:

DeviceInterfaceIP Address
MikroTikWANDHCP ISP
MikroTikOSPF-A10.10.10.1/30
MikroTikOSPF-B10.10.20.1/30
Router-AEth010.10.10.2/30
Router-ALAN192.168.10.1/24
Router-BEth010.10.20.2/30
Router-BLAN192.168.20.1/24
LibreNMSLAN Monitoring192.168.10.100

Mengapa Lab Ini Sangat Penting?

Dalam dunia kerja, administrator jaringan sering menghadapi kondisi seperti:

  • Kantor pusat menggunakan MikroTik
  • Router cabang menggunakan Linux
  • Routing harus otomatis
  • Keamanan jaringan wajib diterapkan
  • Monitoring harus tersedia 24 jam

Lab ini menyatukan seluruh kebutuhan tersebut dalam satu simulasi.

Analogi sederhananya:

Jika jaringan adalah sistem transportasi kota:

  • OSPF = GPS yang menentukan rute tercepat
  • MikroTik = gerbang tol utama
  • Firewall = petugas keamanan
  • NAT = penerjemah alamat kendaraan
  • LibreNMS = CCTV pengawas seluruh kota

Tahap 1: Konfigurasi MikroTik Sebagai Gateway

Konfigurasi WAN

Pastikan MikroTik memperoleh akses internet dari ISP.

Contoh:

/ip dhcp-client add interface=ether1

Konfigurasi NAT

Agar seluruh jaringan internal dapat mengakses internet:

/ip firewall nat
add chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade

Konfigurasi IP Internal

/ip address
add address=10.10.10.1/30 interface=ether2
add address=10.10.20.1/30 interface=ether3

Tahap 2: Instalasi dan Konfigurasi FRRouting

Pada Router-A dan Router-B:

Instalasi FRR

Ubuntu/Debian:

sudo apt update
sudo apt install frr -y

Aktifkan OSPF:

sudo nano /etc/frr/daemons

Ubah:

ospfd=yes

Restart layanan:

sudo systemctl restart frr

Konfigurasi Router-A

Masuk ke vtysh:

sudo vtysh

Konfigurasi:

configure terminal

router ospf
 network 10.10.10.0/30 area 0
 network 192.168.10.0/24 area 0

end
write memory

Konfigurasi Router-B

configure terminal

router ospf
 network 10.10.20.0/30 area 0
 network 192.168.20.0/24 area 0

end
write memory

Tahap 3: Konfigurasi OSPF MikroTik

Aktifkan OSPF Area 0.

Contoh RouterOS v7:

/routing ospf instance
add name=default

/routing ospf area
add name=backbone area-id=0.0.0.0 instance=default

/routing ospf interface-template
add area=backbone interfaces=ether2
add area=backbone interfaces=ether3

Redistribute Connected Route

Requirement ketiga mengharuskan MikroTik mengiklankan jaringan yang terhubung langsung.

/routing ospf instance
set default redistribute=connected

Setelah berhasil, seluruh router akan mengetahui seluruh subnet secara otomatis.


Tahap 4: Verifikasi Routing

Di Router-A:

show ip route

Harus muncul:

192.168.20.0/24

Di Router-B:

show ip route

Harus muncul:

192.168.10.0/24

Cek tetangga OSPF:

show ip ospf neighbor

Status ideal:

FULL

Tahap 5: Uji Konektivitas

Dari Router-A

ping 192.168.20.1

Dari Klien LAN-A

ping 192.168.20.10

Uji Internet

ping 8.8.8.8

Jika berhasil, requirement nomor satu dan dua telah terpenuhi.


Tahap 6: Implementasi Firewall MikroTik

Firewall yang baik bukan memblokir semuanya.

Firewall yang baik adalah hanya mengizinkan layanan yang dibutuhkan.

Izinkan Established dan Related

/ip firewall filter

add chain=input connection-state=established,related action=accept

Drop Invalid

add chain=input connection-state=invalid action=drop

Izinkan ICMP

add chain=input protocol=icmp action=accept

Izinkan Winbox

add chain=input protocol=tcp dst-port=8291 action=accept

Izinkan SSH

add chain=input protocol=tcp dst-port=22 action=accept

Drop Sisanya

add chain=input action=drop

Dengan konfigurasi ini, hanya layanan penting yang dapat mengakses router.


Tahap 7: Monitoring Menggunakan LibreNMS

Instalasi SNMP

Pada Router Linux:

sudo apt install snmpd -y

Pada MikroTik:

/snmp
set enabled=yes

Tambahkan Device ke LibreNMS

Masuk ke dashboard:

Devices โ†’ Add Device

Masukkan:

  • Hostname/IP
  • SNMP Community
  • Versi SNMP

Data yang Bisa Dimonitor

LibreNMS dapat menampilkan:

  • CPU Usage
  • Memory Usage
  • Interface Traffic
  • Packet Loss
  • Routing Status
  • Uptime Device
  • Bandwidth Utilization

Tantangan Tambahan untuk Level Lanjut

Jika challenge dasar sudah selesai, tambahkan:

Challenge 1

Implementasi OSPF Authentication.

Challenge 2

Tambahkan Router-C.

Challenge 3

Gunakan Area Stub.

Challenge 4

Pasang Grafana dan Prometheus.

Challenge 5

Implementasi VRRP pada MikroTik.


Kesalahan yang Sering Terjadi

OSPF Neighbor Tidak Muncul

Penyebab:

  • Network statement salah
  • Area berbeda
  • Firewall memblokir OSPF

Tidak Bisa Internet

Penyebab:

  • NAT belum dibuat
  • Default route tidak ada
  • DNS belum dikonfigurasi

Route Tidak Terdistribusi

Penyebab:

  • Redistribute connected belum aktif
  • Interface belum masuk OSPF

Kesimpulan

Lab Challenge MikroTik dan FRRouting OSPF ini merupakan simulasi yang sangat dekat dengan kebutuhan jaringan perusahaan modern. Dalam satu topologi, Anda mempelajari routing dinamis OSPF, NAT, firewall, redistribusi route, komunikasi antar LAN, serta monitoring jaringan menggunakan LibreNMS.

Yang paling penting bukan sekadar membuat jaringan berjalan, tetapi memahami bagaimana setiap komponen saling terhubung untuk menghasilkan infrastruktur yang stabil, aman, dan mudah dikelola.

Semakin sering Anda mengerjakan challenge seperti ini tanpa melihat panduan, semakin cepat kemampuan troubleshooting dan desain jaringan Anda berkembang.


Frequently Asked Questions (FAQ)

1. Apakah FRRouting bisa menggantikan router fisik?

Ya. FRRouting banyak digunakan pada server Linux, data center, cloud environment, dan virtual lab.

2. Mengapa menggunakan OSPF dibanding static route?

OSPF mampu melakukan update rute secara otomatis ketika terjadi perubahan topologi jaringan.

3. Apakah MikroTik mendukung OSPF?

Ya. MikroTik mendukung OSPF pada RouterOS v6 maupun v7.

4. Mengapa firewall tetap diperlukan jika jaringan sudah menggunakan OSPF?

OSPF hanya mengatur routing. Firewall bertugas mengamankan akses ke perangkat dan jaringan.

5. Apa keuntungan menggunakan LibreNMS?

LibreNMS menyediakan monitoring real-time, alerting, grafik trafik, dan pemantauan performa perangkat jaringan.

6. Apakah topologi ini cocok untuk pembelajaran LKS ITNSA?

Sangat cocok karena menggabungkan routing, Linux networking, firewall, dan monitoring dalam satu skenario.


Sudah berhasil menyelesaikan challenge ini tanpa membuka panduan selama 30 menit pertama?

Tulis pengalaman Anda di kolom komentar. Bagikan artikel ini kepada rekan sysadmin, guru TJKT, mahasiswa, atau peserta LKS yang sedang belajar networking. Jangan lupa subscribe channel YouTube Walid Umar untuk mendapatkan tutorial jaringan, Linux server, MikroTik, cloud computing, dan lab challenge terbaru setiap minggu.

Baca juga artikel networking lainnya untuk meningkatkan kemampuan Anda menjadi Network Engineer yang siap menghadapi kebutuhan dunia industri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dilindungi Oleh
Shield Security