Mei 22, 2026
ChatGPT Image 22 Mei 2026, 08.19.02
Panduan lengkap MODUL C Windows Environment ITNSA LKS Nasional 2026 meliputi AD DS, DNS, DHCP, IIS, DFS, VPN, dan Ansible.

Kompetisi Lomba Kompetensi Siswa (LKS) bidang IT Network Systems Administration (ITNSA) tingkat nasional selalu menghadirkan tantangan nyata yang merepresentasikan kebutuhan industri modern. Pada MODUL C – Windows Environment ITNSA LKS Nasional 2026, peserta dituntut untuk membangun infrastruktur enterprise berbasis Windows Server secara terintegrasi, aman, stabil, dan otomatis.

Materi yang diujikan bukan sekadar instalasi layanan dasar. Peserta harus memahami konsep enterprise infrastructure seperti Active Directory Domain Services (AD DS), DNS, DHCP, IIS Web Server, DFS Namespace, VPN Site-to-Site, hingga automasi menggunakan Ansible.

Dokumen test project ini menunjukkan bagaimana peserta diuji layaknya seorang system administrator profesional di lingkungan perusahaan modern.


Gambaran Umum MODUL C Windows Environment

Pada skenario LKS ITNSA 2026, peserta bertugas sebagai administrator jaringan untuk domain:

  • itnsa.id
  • lab.itnsa.id

Lingkungan ini menggunakan:

  • Windows Server
  • Active Directory
  • IIS Web Server
  • DFS Replication
  • Routing and Remote Access
  • Site-to-Site VPN
  • Ansible Automation

Seluruh konfigurasi harus tetap berjalan normal meskipun server direstart. Ini menjadi poin penting dalam penilaian kompetisi.


Topologi Infrastruktur Windows Environment

Topologi jaringan pada modul ini terdiri dari beberapa server utama:

CORE.itnsa.id

Berfungsi sebagai:

  • Domain Controller utama
  • DNS Server
  • Active Directory Forest Root

IP utama:

  • 192.168.1.1/24

SRV.itnsa.id

Berfungsi sebagai:

  • IIS Web Server
  • Shared Folder Server
  • DFS Namespace Server
  • File Server Resource Manager

IP utama:

  • 192.168.1.100/24

FW.itnsa.id

Berfungsi sebagai:

  • DHCP Server
  • NAT Gateway
  • VPN Server
  • DFS Replication Partner

DC.lab.itnsa.id

Berfungsi sebagai:

  • Child Domain Controller
  • IIS Deployment Target

EDGE.lab.itnsa.id

Berfungsi sebagai:

  • VPN Endpoint
  • NAT Router cabang LAB

WORKSTATION.itnsa.id

Digunakan sebagai:

  • Client domain
  • Pengujian Group Policy
  • DHCP Client

Diagram topologi dan addressing table terlihat pada appendix dokumen test project.


Active Directory Domain Services (AD DS)

Membangun Forest dan Child Domain

Peserta harus membuat:

  • Forest root: itnsa.id
  • Child domain: lab.itnsa.id

Konsep ini umum digunakan pada perusahaan besar untuk memisahkan divisi, cabang, atau lingkungan laboratorium.


Organizational Unit (OU)

OU yang harus dibuat antara lain:

Domain itnsa.id

  • Employee
  • Engineer
  • Finance
  • Manager

Domain lab.itnsa.id

  • Operator
  • Member

Setiap OU juga memiliki security group masing-masing.


Automasi Pembuatan User dengan PowerShell

Salah satu tantangan menarik adalah membuat ratusan akun user menggunakan PowerShell Script.

Jumlah akun yang dibuat:

  • 514 Employee
  • 182 Engineer
  • 56 Finance
  • 15 Manager

Total lebih dari 700 akun Active Directory.

Ini menguji kemampuan automasi administrator Windows modern.


DNS Server Enterprise

DNS menjadi fondasi utama infrastruktur Windows Environment.

Peserta harus membuat:

Forward Lookup Zone

Contoh record:

TypeRecordTarget
ACORE192.168.1.1
ASRV192.168.1.100
CNAMEwwwSRV.itnsa.id
CNAMEInternalSRV.itnsa.id

Reverse Lookup Zone

Peserta juga harus mengonfigurasi PTR Record agar reverse DNS berjalan normal.

Kemampuan troubleshooting DNS sangat penting pada tahap ini.


DHCP Server dan Dynamic DNS

Server FW.itnsa.id dikonfigurasi sebagai DHCP Server dengan:

  • Range IP otomatis
  • DNS otomatis
  • Gateway otomatis
  • Dynamic DNS Update

Scope DHCP:

  • 192.168.2.10 – 192.168.2.200

Konfigurasi DHCP enterprise seperti ini sering digunakan pada kantor, sekolah, maupun datacenter.


IIS Web Server dan HTTPS

Peserta diminta membangun beberapa website menggunakan IIS:

Setiap website harus:

  • Menggunakan HTTPS
  • Menggunakan certificate
  • Memiliki binding hostname
  • Menggunakan folder berbeda

Windows Authentication

Khusus website internal.itnsa.id, peserta harus mengaktifkan:

  • Windows Authentication

Artinya hanya user domain yang dapat mengakses website internal perusahaan.

Konsep ini sering digunakan pada intranet enterprise modern.


Shared Folder dan File Server Resource Manager

Shared Folder Enterprise

Peserta membuat:

  • Home Share
  • Group Share

Dengan permission NTFS yang berbeda-beda sesuai divisi.


Quota Management

Storage quota yang diterapkan:

  • Home folder: 50MB
  • Group folder: 100MB

File Screening

Peserta juga harus memblokir:

  • File executable (.exe)
  • File selain .txt dan .doc

Ini adalah simulasi kebijakan keamanan file server perusahaan.


DFS Namespace dan DFS Replication

Distributed File System (DFS) memungkinkan akses file terpusat menggunakan namespace:

\\itnsa.id\CSDrive

Keuntungan DFS:

  • High Availability
  • Redundancy
  • Centralized Access
  • Replication otomatis

Peserta juga harus melakukan replication antar server.


Routing, NAT, dan VPN Site-to-Site

Bagian ini termasuk salah satu materi tersulit.

Peserta harus:

  • Mengaktifkan RRAS
  • Konfigurasi NAT
  • Membuat VPN Site-to-Site IKEv2

Parameter VPN:

  • Protocol: IKEv2
  • Authentication: PSK
  • Persistent Connection

Ini menyerupai implementasi koneksi antar kantor pusat dan cabang.


Automasi Menggunakan Ansible

Yang membuat modul ini semakin menarik adalah integrasi Windows dengan Ansible.

Peserta harus membuat playbook:

check.yml

Untuk:

  • Membuat folder
  • Membuat file
  • Verifikasi koneksi

deploy_project.yml

Untuk deployment shared folder otomatis berdasarkan file JSON.


deploy_website.yml

Untuk deployment website IIS otomatis menggunakan variabel.

Automasi seperti ini sangat relevan di dunia DevOps dan Infrastructure Automation modern.


Skill yang Harus Dikuasai Peserta

Agar sukses menghadapi MODUL C Windows Environment ITNSA 2026, peserta sebaiknya menguasai:

Administrasi Windows Server

  • AD DS
  • DNS
  • DHCP
  • IIS
  • RRAS
  • DFS

Scripting dan Automasi

  • PowerShell
  • Ansible
  • YAML

Networking

  • Routing
  • NAT
  • VPN
  • TCP/IP
  • DNS Troubleshooting

Security

  • NTFS Permission
  • Authentication
  • Certificate HTTPS
  • Group Policy

Tips Menghadapi MODUL C ITNSA LKS Nasional

1. Kuasai PowerShell

PowerShell sangat membantu mempercepat deployment user dan konfigurasi server.


2. Latihan Active Directory

Biasakan membuat:

  • OU
  • Group
  • GPO
  • Home Folder
  • Permission

3. Simulasi Topologi Lengkap

Gunakan:

  • VMware
  • VirtualBox
  • Proxmox VE

Untuk membangun lab simulasi.


4. Biasakan Troubleshooting

Kesalahan kecil pada:

  • DNS
  • Firewall
  • Routing
  • Authentication

Bisa menyebabkan layanan gagal total.


5. Pelajari Automasi

Kemampuan Ansible menjadi nilai tambah besar di era modern infrastructure.


Kesimpulan

MODUL C Windows Environment ITNSA LKS Nasional 2026 merupakan simulasi nyata implementasi infrastruktur enterprise modern berbasis Microsoft Windows Server.

Peserta tidak hanya diuji kemampuan teknis dasar, tetapi juga:

  • Problem solving
  • Automasi
  • Integrasi layanan
  • Keamanan jaringan
  • Efisiensi deployment
  • Troubleshooting enterprise

Materi seperti Active Directory, IIS, DNS, DHCP, DFS, RRAS, hingga Ansible menjadi fondasi penting bagi calon system administrator profesional.

Dokumen test project menunjukkan bahwa kompetisi ITNSA sudah sangat dekat dengan kebutuhan industri IT modern saat ini.


“Administrator hebat bukan hanya mampu membangun sistem, tetapi juga mampu membuatnya berjalan stabil, aman, dan otomatis.”


FAQ SEO

Apa itu MODUL C Windows Environment ITNSA?

MODUL C adalah bagian kompetisi LKS ITNSA yang berfokus pada administrasi Windows Server enterprise.


Apa saja materi utama MODUL C ITNSA 2026?

Materinya meliputi Active Directory, DNS, DHCP, IIS, DFS, VPN, RRAS, dan automasi Ansible.


Apakah PowerShell wajib dikuasai?

Ya. PowerShell sangat penting untuk automasi user management dan administrasi Windows Server.


Apa fungsi DFS Namespace?

DFS Namespace memungkinkan akses shared folder terpusat dan redundancy server.


Mengapa Ansible digunakan pada Windows Environment?

Karena Ansible mempermudah automasi deployment dan administrasi server secara efisien.

Sedang mempersiapkan diri untuk LKS ITNSA Nasional 2026?

Bagikan artikel ini kepada teman satu tim, komunitas TKJ, atau peserta LKS lainnya agar semakin banyak yang memahami konsep Windows Environment enterprise modern.

Jangan lupa:

  • Tinggalkan komentar jika ingin pembahasan konfigurasi step-by-step
  • Subscribe untuk materi ITNSA terbaru
  • Baca juga artikel lainnya tentang Linux Environment, Virtualization, dan Cyber Security

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *