Walid Umar pendidikan Pentingnya ABCD dalam penyusunan RPP

Pentingnya ABCD dalam penyusunan RPP

Tujuan pembelajaran merupakan salah satu komponen dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan harus memuat beberapa hal yang biasa dikenal dengan istilah ABCD.

A = Audience, B = Behavior, C = Condition, D = Degree.

  • Audience

Pengertian Audience yaitu pendengar atau peserta, nah yang dimaksud Audience dalam tujuan pembelajaran adalah peserta didik.

Dalam hal ini, peserta didik merupakan pihak peserta yang berperan sebagai subjek dan objek dalam pembelajaran.

Maka dari itu, ketika merumuskan tujuan pembelajaran, tempatkan peserta didik sebagai subjek sekaligus objek yang diharapkan.

Contoh : “… peserta didik dapat…

  • Behavior

Behavior adalah kemampuan yang diharapkan tercapai oleh peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran.

Penulisan Behavior dalam tujuan pembelajaran biasanya ditulis dalam bentuk kata kerja. Misalnya menyusun, menyajikan, menyebutkan, menjelaskan, menyimak dan lain sebagainya.

Contoh : “… mendeskripsikan pengertian dinamika, menyusun dan menyajikan hasil telaah tentang dinamika perwujudan Pancasila sebagai dasar Negara…

  • Condition

Condition adalah sebuah keadaan atau kondisi yang terjadi dalam proses pembelajaran.

Dalam perumusannya, condition memuat aktivitas yang harus dilakukan oleh peserta didik untuk memperoleh perubahan perilaku yang sesuai dengan apa yang diharapkan.

Contoh : “Melalui penggunaan model PaIIM SEHATI, …

  • Degree

Degree adalah sebuah tingkatan pencapaian peserta didik yang diharapkan setelah mengikuti serangkaian proses pembelajaran.

Tingkatan ini bergantung pada bobot minimal dari materi yang disampaikan.

Contoh : “… dengan benar.

Fungsi Tujuan Pembelajaran Dalam RPP

Fungsi dari tujuan pembelajaran sendiri yaitu untuk memandu guru dalam melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar untuk mencapai kompetensi tertentu.

Selain itu, setidaknya ada 4 manfaat tujuan pembelajaran menurut Nana Syaodih Sukmadinata (2002).

  1. Memudahkan dalam mengkomunikasikan maksud kegiatan belajar mengajar kepada siswa, sehingga siswa dapat melakukan perbuatan belajarnya secara lebih mandiri;
  2. Memudahkan guru memilih dan menyusun bahan ajar;
  3. Membantu memudahkan guru menentukan kegiatan belajar dan media pembelajaran;
  4. Memudahkan guru mengadakan penilaian.

Contoh Tujuan Pembelajaran

Jika kita coba tulis sebuah tujuan pembelajaran berdasarkan contoh dari penjelasan ABCD diatas, maka akan terbentuk sebuah tujuan pembelajaran seperti berikut.

Melalui penggunaan model PaIIM SEHATI, peserta didik dapat mendeskripsikan pengertian dinamika, menyusun dan menyajikan hasil telaah tentang dinamika perwujudan Pancasila sebagai dasar Negara dengan benar.

Rumusan A (Audience)

Rumusan A memilki makna audience. Secara harfiah, audience berarti pendengar. Dalam konteks pembelajaran, audience adalah kelompok yang  menjadi sasaran pembelajaran. Dalam pembelajaran yang berlangsung di kelas, audience adalah peserta didik atau murid.

Rumusan B (Behavior)

Rumusan B memiliki makna behavior. Secara harfiah behavior adalah perilaku. Dalam konteks pembelajaran, behavior adalah perilaku yang diharapkan muncul sebagai hasil belajar.  Perilaku ini terdiri dari kata kerja dan objek.

Kata kerja yang digunakan adalah kata kerja operasional. Apa sih kata kerja operasional? Itu lho, kata kerja yang dapat diukur. Berikut contohnya.

Menyebutkan, menjelaskan, menyusun, memprediksikan, membandingkan, membuat, dan sebagainya.

Bagaimana dengan objeknya? Objek merujuk pada hal yang menjadi sasaran dari kata kerja. Objek nantinya akan menjadi materi pembelajaran atau konten dari pembelajaran. Berikut contohnya.

Bagian-bagian bunga, kalimat utama, pembagian pecahan, sumber daya alam, kolase, dan sebagainya.

Seberapa pentingkah rumusan behavior ini?  Sangat penting! Tanpa adanya rumusan behavior, rumusan yang lain menjadi tidak bermakna.

Rumusan C (Condition)

Rumusan C memiliki makna condition. Secara harfiah, condition berarti kondisi atau keadaan. Dalam pembelajaran, condition adalah persyaratan yang harus dipenuhi agar behavior dapat tercapai. Contoh dari rumusan condition adalah sebagai berikut.

Melalui diskusi kelompok, setelah bertanya jawab, setelah mendengarkan penjalasan guru, melalui percobaan, dan lain sebagainya.

Rumusan C dapat diisi dengan metode pembelajaran yang dipakai.

Rumusan D (Degree)

Rumusan D memiliki makna degree. Secara harfiah, degree berarti derajat. Dalam pembelajaran, degree adalah tingkat penampilan yang dapat diterima. Degree merupakan tingkatan keberhasilan yang ditargetkan harus dicapai siswa dalam mempertunjukkan perilaku hasil belajar. Contoh dari rumusan degree adalah sebagai berikut. Melakukan tanpa salah, memberikan contoh dalam jumlah tertentu, memberikan jawaban pada tingkatan tertentu, dan tingkatan-tingkatan ukuran keberhasilan lainnya.Bagaimana contoh pengaplikasiannya? Ayo simak penjabaran berikut.
Untuk merumuskan tujuan pembelajaran, hal yang pertama kali dilakukan adalah memperhatikan bunyi Kompetensi Dasar. Tujuan pembelajaran tidak boleh keluar dari Kompetensi Dasar. Penulis ambil contoh bunyi KD sebagai berikut.
Menjelaskan pentingnya upaya keseimbangan dan pelestarian sumber daya alam di lingkungannya.Perhatikan bahwa Kompetensi Dasar tersebut mengandung kata kerja “menjelaskan”! Kata kerja tersebut sudah merupakan kata kerja operasional yang dapat diukur. Karenanya, kita dapat membuat tujuan pembelajaran dengan kata kerja yang sama. Ini artinya rumusan B (Behavior) pada komponen kata kerja sudah terumuskan. Lantas, apa objeknya? Objeknya adalah materi dari pembelajaran. Materi dalam Kompetensi Dasar tersebut ada dua, yaitu upaya memelihara keseimbangan alam dan upaya pelestarian sumber daya alam. Kita ambil salah satunya, misalnya upaya memelihara keseimbangan alam. Ini artinya rumusan B (Behavior)-nya adalah “menjelaskan upaya memelihara keseimbangan alam”.

Siapa subjek belajar pada Kompetensi Dasar tersebut? Sudah jelas bukan kalau subjeknya adalah peserta didik? Dengan demikian didapatkan rumusan dari A (Audience) yaitu “peserta didik”.

Bagaimana dengan metode pembelajaran yang hendak dipakai untuk mencapai Kompetensi Dasar tersebut? Sebagai contohnya kita hendak memakai metode diskusi kelompok. Karena persyaratan agar Kompetensi Dasar tersebut tercapai adalah dengan diskusi kelompok, maka rumusan C (Condition)-nya adalah “melalui diskusi kelompok”.

Yang terakhir, bagaimana tingkatan hasil belajar yang diinginkan dari proses pembelajaran tersebut? Sebagai contohnya kita ingin peserta didik mampu memberikan jawaban yang benar. Ini artinya rumusan D (Degree)-nya adalah “dengan benar” ataupun “tanpa salah”.

Pada akhirnya sudah lengkap bukan rumusan ABCD-nya. Kini didapatkan rumusan tujuan pembelajan yang lengkap. Kita susun hingga menjadi kalimat sebagai berikut.Melalui diskusi kelompok, peserta didik dapat menjelaskan upaya memelihara keseimbangan alam dengan benar.Berikut penulis sertakan analisisnya.

Rumusan ABCD untuk Menyusun Tujuan Pembelajaran, www.gurnulis.id

Mudah bukan? Oke, sekarang penulis berikan contoh lainnya. Misalnya Kompetensi Dasarnya adalah sebagai berikut.

Mendeskripsikan berbagai bentuk keberagaman suku bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang terikat persatuan dan kesatuan.

Kita analisis mulai dari subjek belajarnya. Tentunya kita sepakat kalau subjeknya adalah peserta didik. Jadi, artinya rumusan A (Audience)-nya adalah “peserta didik”, ya sahabat pendidik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *