Ubuntu Server merupakan salah satu sistem operasi server berbasis Linux yang paling banyak digunakan di dunia. Selain gratis dan stabil, Ubuntu Server juga menjadi pilihan utama untuk kebutuhan pembelajaran jaringan komputer, administrasi server, cloud computing, hingga virtualisasi.
Bagi siswa TKJ/TJKT maupun administrator jaringan pemula, memahami proses instalasi Ubuntu Server merupakan keterampilan dasar yang wajib dikuasai.
Pada artikel ini, Anda akan mempelajari langkah demi langkah instalasi Ubuntu Server 26.04 LTS mulai dari mengunduh file ISO, membuat bootable USB, melakukan konfigurasi partisi, mengatur jaringan, hingga melakukan login pertama menggunakan SSH.

Mengapa Memilih Ubuntu Server 26.04 LTS?
Ubuntu Server versi LTS (Long Term Support) menawarkan dukungan jangka panjang yang sangat cocok digunakan untuk lingkungan produksi maupun laboratorium sekolah.
Keunggulan Ubuntu Server:
- Gratis dan open source
- Stabil untuk penggunaan jangka panjang
- Dukungan komunitas yang sangat besar
- Cocok untuk pembelajaran administrasi server
- Mendukung virtualisasi dan cloud computing
- Banyak digunakan di perusahaan dan data center
Persiapan Sebelum Instalasi
Sebelum memulai instalasi, siapkan beberapa kebutuhan berikut:
Spesifikasi Minimum
- Processor Dual Core 64-bit
- RAM minimal 2 GB
- Storage minimal 25 GB
- Flashdisk 8 GB atau lebih
- Koneksi internet (opsional)
File yang Dibutuhkan
- ISO Ubuntu Server 26.04 LTS
- Aplikasi Rufus atau Ventoy
- Komputer atau server target
Langkah 1: Download Ubuntu Server 26.04 LTS
Kunjungi website resmi Ubuntu dan unduh versi Ubuntu Server 26.04 LTS.
Pastikan memilih:
- Ubuntu Server
- Arsitektur AMD64 (64-bit)
Setelah selesai, verifikasi ukuran file ISO untuk memastikan proses download berhasil.
Gambar yang Disarankan
Screenshot halaman download Ubuntu Server.
Langkah 2: Membuat Bootable USB
Bootable USB digunakan untuk menjalankan installer Ubuntu Server.
Menggunakan Rufus
- Colokkan flashdisk.
- Jalankan Rufus.
- Pilih perangkat USB.
- Klik SELECT dan pilih file ISO Ubuntu Server.
- Gunakan konfigurasi default.
- Klik START.
- Tunggu hingga proses selesai.
Menggunakan Ventoy
- Install Ventoy ke flashdisk.
- Salin file ISO Ubuntu ke flashdisk Ventoy.
- Selesai.
Gambar yang Disarankan
Screenshot konfigurasi Rufus atau Ventoy.
Langkah 3: Boot dari USB Installer
Masukkan flashdisk ke komputer target.
Masuk ke BIOS/UEFI dengan tombol:
- F2
- F10
- F12
- ESC
- DEL
(Untuk setiap perangkat dapat berbeda.)
Atur Boot Priority agar USB berada pada urutan pertama.
Simpan konfigurasi lalu restart.
Gambar yang Disarankan
Menu BIOS dan pilihan boot device.
Langkah 4: Memulai Instalasi Ubuntu Server
Saat installer muncul:
- Pilih bahasa.
- Pilih keyboard layout.
- Klik Continue.
Installer Ubuntu Server akan memulai proses konfigurasi sistem.
Gambar yang Disarankan
Tampilan awal installer Ubuntu Server.
Langkah 5: Konfigurasi Network Interface
Pada tahap ini Ubuntu akan mendeteksi kartu jaringan secara otomatis.
Jika menggunakan DHCP:
- Pilih Done.
- Sistem akan mendapatkan IP otomatis.
Jika menggunakan IP Static:
Masukkan:
- IP Address
- Gateway
- DNS Server
- Subnet Mask
Contoh:
IP Address : 192.168.10.10
Gateway : 192.168.10.1
DNS : 8.8.8.8
Tips Lab TKJ
Gunakan IP statis agar lebih mudah saat praktik DNS, Web Server, DHCP, atau SSH.
Gambar yang Disarankan
Konfigurasi network installer Ubuntu.
Langkah 6: Konfigurasi Proxy (Opsional)
Jika tidak menggunakan proxy:
Kosongkan kolom proxy dan lanjutkan proses instalasi.
Sebagian besar laboratorium sekolah tidak memerlukan konfigurasi proxy.
Langkah 7: Konfigurasi Repository Mirror
Installer biasanya otomatis memilih mirror server Ubuntu yang terdekat.
Biarkan pengaturan default kemudian klik Done.
Langkah 8: Konfigurasi Partisi Disk
Tahap ini sangat penting karena menentukan struktur penyimpanan server.
Pilihan Otomatis
Pilih:
Use Entire Disk
Cocok untuk:
- Laboratorium sekolah
- Praktik TKJ
- Server baru
Pilihan Manual
Bagi pengguna yang ingin belajar administrasi Linux lebih dalam.
Contoh partisi:
- /boot = 1 GB
- / = 30 GB
- /home = sisa ruang
- swap = 2–4 GB
Gambar yang Disarankan
Tampilan konfigurasi partisi otomatis dan manual.
Langkah 9: Membuat User Administrator
Masukkan informasi berikut:
Nama Server
Contoh:
lab-tkj-server
Nama Pengguna
Contoh:
administrator
Password
Gunakan password yang kuat.
Contoh karakteristik password:
- Huruf besar
- Huruf kecil
- Angka
- Simbol
Gambar yang Disarankan
Form pembuatan user administrator.
Langkah 10: Install OpenSSH Server
Saat muncul pilihan fitur tambahan:
Centang:
✓ Install OpenSSH Server
Fitur ini memungkinkan server dikelola dari komputer lain melalui jaringan.
Sangat direkomendasikan untuk pembelajaran administrasi server.
Gambar yang Disarankan
Menu pemilihan OpenSSH Server.
Langkah 11: Menunggu Proses Instalasi
Installer akan:
- Menyalin file sistem
- Mengkonfigurasi paket
- Menginstal bootloader
- Menyelesaikan konfigurasi sistem
Waktu instalasi biasanya sekitar:
10–20 menit
Tergantung spesifikasi perangkat.
Langkah 12: Reboot Sistem
Setelah proses selesai:
- Pilih Reboot Now.
- Lepaskan flashdisk.
- Tekan Enter.
Server akan melakukan boot ke Ubuntu Server yang baru terinstal.
Login Pertama Ubuntu Server
Masukkan:
Username:
administrator
Password:
(password yang dibuat sebelumnya)
Jika berhasil login, Anda akan melihat terminal Ubuntu.
Contoh:
administrator@lab-tkj-server:~$
Mengecek Alamat IP Server
Jalankan perintah:
ip a
atau
hostname -I
Catat alamat IP yang muncul.
Uji Koneksi Jaringan
Gunakan perintah:
ping 8.8.8.8
Jika mendapatkan balasan, koneksi jaringan berhasil.
Login Menggunakan SSH
Dari komputer lain:
ssh administrator@192.168.10.10
Contoh:
ssh administrator@192.168.10.10
Masukkan password administrator.
Jika berhasil, server dapat dikelola secara remote.
Tips Praktik untuk Lab TKJ
Agar pembelajaran lebih optimal:
- Gunakan VirtualBox atau Proxmox untuk simulasi.
- Dokumentasikan setiap konfigurasi.
- Terapkan IP statis.
- Buat snapshot sebelum praktikum.
- Biasakan menggunakan SSH dibanding monitor lokal.
- Latih siswa mengelola server melalui terminal.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Tidak Bisa Boot dari USB
Penyebab:
- Flashdisk belum bootable
- Boot order salah
Tidak Mendapatkan IP Address
Penyebab:
- Kabel jaringan tidak terhubung
- DHCP server tidak aktif
SSH Tidak Bisa Diakses
Penyebab:
- OpenSSH belum diinstal
- Firewall memblokir port 22
Login Gagal
Penyebab:
- Salah username
- Salah password
- Caps Lock aktif
Kesimpulan
Instalasi Ubuntu Server 26.04 LTS sebenarnya cukup mudah jika dilakukan secara berurutan. Dengan memahami proses mulai dari pembuatan bootable USB, konfigurasi jaringan, pengaturan partisi, hingga akses SSH, siswa TKJ dapat membangun fondasi yang kuat dalam bidang administrasi sistem dan jaringan.
Penguasaan Ubuntu Server juga menjadi langkah awal menuju kompetensi yang lebih tinggi seperti layanan DNS, DHCP, Web Server, Mail Server, Virtualisasi, Cloud Computing, hingga Cyber Security.
“Seorang administrator jaringan yang hebat selalu memulai dari satu terminal Linux yang berhasil diinstal dengan benar.”
FAQ SEO
1. Apakah Ubuntu Server 26.04 LTS gratis?
Ya. Ubuntu Server dapat digunakan secara gratis dan bersifat open source.
2. Berapa RAM minimal untuk Ubuntu Server?
Minimal 2 GB RAM, namun 4 GB atau lebih sangat disarankan.
3. Apakah Ubuntu Server memiliki tampilan desktop?
Secara default tidak. Ubuntu Server menggunakan antarmuka terminal.
4. Apa fungsi OpenSSH Server?
OpenSSH memungkinkan administrator mengakses dan mengelola server dari jarak jauh melalui jaringan.
5. Apakah Ubuntu Server cocok untuk pembelajaran TKJ?
Sangat cocok karena banyak digunakan pada industri dan lingkungan profesional.
Sudah berhasil menginstal Ubuntu Server 26.04 LTS? Bagikan pengalaman Anda di kolom komentar.
Jika artikel ini bermanfaat, jangan lupa share kepada teman, siswa, atau rekan administrator jaringan lainnya. Ikuti website ini untuk mendapatkan tutorial Linux, administrasi server, virtualisasi, cloud computing, dan jaringan komputer terbaru. Jangan lewatkan juga artikel menarik lainnya seputar dunia TKJ/TJKT dan teknologi server modern.
Konten di atas sudah dioptimalkan untuk WordPress, SEO on-page, dan cocok untuk target pembaca siswa TKJ/TJKT, guru produktif, maupun pemula yang ingin belajar administrasi server Linux.