Juni 23, 2026
walid-bgp
Pelajari BGP dasar di MikroTik untuk peering dengan ISP multi-homing. Lengkap dengan konfigurasi, konsep AS, eBGP, iBGP, dan praktik terbaik.

Ketika sebuah jaringan hanya memiliki satu koneksi internet, penggunaan static route biasanya sudah cukup. Namun saat perusahaan, kampus, ISP lokal, atau organisasi memiliki dua atau lebih koneksi internet dari ISP berbeda, kebutuhan routing menjadi lebih kompleks.

Di sinilah BGP (Border Gateway Protocol) berperan.

BGP memungkinkan router memilih jalur terbaik secara otomatis berdasarkan informasi routing yang diterima dari berbagai ISP. Dengan kata lain, BGP membuat jaringan lebih fleksibel, lebih andal, dan lebih siap menghadapi gangguan koneksi.

Artikel ini membahas konsep dasar BGP di MikroTik, terminologi penting, konfigurasi peering dengan ISP, hingga praktik terbaik untuk membangun koneksi multi-homing yang aman dan stabil.


Apa Itu BGP?

BGP atau Border Gateway Protocol adalah protokol routing yang digunakan untuk bertukar informasi rute antar jaringan besar di internet.

Internet sendiri sebenarnya adalah kumpulan ribuan jaringan yang saling terhubung. Agar paket data dapat mencapai tujuan dengan benar, jaringan-jaringan tersebut menggunakan BGP untuk saling bertukar informasi routing.

BGP dikenal sebagai:

  • Routing protocol utama Internet
  • Exterior Gateway Protocol (EGP)
  • Digunakan oleh ISP, Data Center, Cloud Provider, dan Enterprise besar

Tanpa BGP, internet modern tidak akan dapat bekerja sebagaimana mestinya.


Mengapa Multi-Homing Membutuhkan BGP?

Bayangkan sebuah perusahaan memiliki dua koneksi internet:

  • ISP A = 200 Mbps
  • ISP B = 300 Mbps

Jika menggunakan static route biasa, administrator harus menentukan jalur utama dan jalur cadangan secara manual.

Kekurangan metode static route:

  • Tidak mengetahui jalur internet terbaik
  • Sulit melakukan load balancing
  • Failover kurang fleksibel
  • Perubahan routing harus dilakukan manual

Dengan BGP:

  • Router belajar banyak jalur secara otomatis
  • Failover lebih cepat
  • Routing lebih cerdas
  • Dapat memilih jalur terbaik berdasarkan policy

Memahami Autonomous System (AS)

Apa Itu AS?

Autonomous System (AS) adalah sekumpulan jaringan yang dikelola oleh satu organisasi dan memiliki kebijakan routing yang sama.

Setiap AS memiliki nomor unik yang disebut ASN (Autonomous System Number).

Contoh:

OrganisasiASN
ISP AAS65000
ISP BAS65010
Perusahaan AndaAS65001

Saat melakukan peering BGP, kedua pihak harus mengetahui ASN masing-masing.


Perbedaan eBGP dan iBGP

eBGP (External BGP)

Digunakan untuk koneksi antar Autonomous System yang berbeda.

Contoh:

  • Perusahaan โ†’ ISP
  • ISP โ†’ ISP
  • Data Center โ†’ ISP
AS65001 ----- AS65000

Inilah jenis BGP yang paling sering digunakan untuk multi-homing.

iBGP (Internal BGP)

Digunakan di dalam Autonomous System yang sama.

Contoh:

AS65001
 โ”œโ”€ Router 1
 โ”œโ”€ Router 2
 โ””โ”€ Router 3

iBGP memungkinkan semua router dalam AS berbagi informasi routing.


Topologi Sederhana Multi-Homing

             ISP-1
         AS65000
             |
             |
     203.0.113.1
             |
        MikroTik
        AS65001
             |
     198.51.100.1
             |
         AS65010
            ISP-2

Pada topologi ini:

  • Router MikroTik memiliki ASN sendiri
  • Terhubung ke dua ISP
  • Menerima prefix internet dari kedua ISP

Persiapan Sebelum Konfigurasi BGP

Pastikan Anda memiliki:

1. Router MikroTik RouterOS v7

Disarankan menggunakan RouterOS versi terbaru.

2. Informasi dari ISP

Biasanya ISP akan memberikan:

  • IP peering
  • ASN ISP
  • Prefix yang akan diumumkan
  • Routing policy

3. ASN Sendiri

Jika ingin menggunakan Public ASN, Anda perlu mendapatkannya dari:

  • APNIC
  • NIR lokal yang berwenang

Untuk lab atau simulasi dapat menggunakan Private ASN:

64512 - 65534

Konfigurasi BGP Dasar di MikroTik

Membuat Template BGP

/routing bgp template
add name=isp1 \
as=65001 \
address-families=ip

Penjelasan:

  • as=65001 โ†’ ASN milik kita
  • address-families=ip โ†’ IPv4 routing

Membuat Koneksi eBGP

/routing bgp connection
add \
name=isp1-peer \
remote.address=203.0.113.1 \
remote.as=65000 \
local.role=ebgp \
templates=isp1

Keterangan:

  • remote.address โ†’ IP router ISP
  • remote.as โ†’ ASN ISP
  • local.role=ebgp โ†’ koneksi eBGP
  • templates=isp1 โ†’ menggunakan template sebelumnya

Verifikasi Status Peering

Cek apakah sesi BGP berhasil terbentuk.

/routing bgp session print

Jika berhasil biasanya status:

established

Artinya kedua router sudah saling bertukar informasi routing.


Melihat Prefix yang Diterima

Setelah sesi established, cek prefix yang masuk.

/routing route print

atau

/routing bgp advertisements print

Informasi yang bisa dilihat:

  • Prefix network
  • Next Hop
  • AS Path
  • Routing Attributes

Mengenal AS Path

AS Path menunjukkan jalur yang dilalui sebuah prefix.

Contoh:

65000 65100 65200

Artinya:

  • Prefix berasal dari AS65200
  • Lewat AS65100
  • Sampai ke AS65000
  • Diterima router kita

Semakin pendek AS Path biasanya semakin disukai.


Mengapa Harus Menggunakan Prefix Filter?

Jangan pernah menerima semua route tanpa filter.

Risikonya:

  • Route leak
  • Prefix palsu
  • Kesalahan konfigurasi ISP
  • Serangan BGP hijacking

Membuat Prefix Filter di MikroTik

Contoh hanya menerima network tertentu.

/routing/filter/rule
add chain=bgp-in \
rule="if (dst in 0.0.0.0/0) { accept }"

Atau menerima prefix tertentu saja.

/routing/filter/rule
add chain=bgp-in \
rule="if (dst in 192.168.0.0/16) { accept }"

Selain itu buat rule reject untuk prefix yang tidak dikenal.


Praktik Multi-Homing dengan Dua ISP

Misalnya:

ISP 1

  • ASN 65000
  • Link utama

ISP 2

  • ASN 65010
  • Link cadangan

Administrator dapat:

  • Memilih ISP tertentu untuk trafik keluar
  • Mengatur failover otomatis
  • Mengoptimalkan bandwidth

Jika ISP utama gagal:

  • Jalur ISP kedua otomatis digunakan
  • Tidak perlu mengubah static route secara manual

Langkah Praktik Implementasi BGP Multi-Homing

Langkah 1

Pastikan ASN tersedia.

Langkah 2

Minta informasi peering dari ISP.

Langkah 3

Buat template BGP.

Langkah 4

Buat koneksi eBGP.

Langkah 5

Verifikasi status session.

Langkah 6

Periksa prefix yang diterima.

Langkah 7

Terapkan prefix filtering.

Langkah 8

Uji failover ISP.

Langkah 9

Monitoring routing secara berkala.


Tips Keamanan BGP di MikroTik

Gunakan Prefix Filtering

Batasi prefix yang boleh diterima.

Gunakan Password MD5

Jika ISP mendukung.

Monitoring Session BGP

Pantau perubahan status secara berkala.

Hindari Menerima Full Table Tanpa Kebutuhan

Full Internet Routing Table dapat berisi lebih dari satu juta route.

Pastikan spesifikasi router memadai.

Dokumentasikan Routing Policy

Sangat membantu saat troubleshooting.


Kapan Sebaiknya Menggunakan BGP?

Gunakan BGP jika:

โœ… Memiliki lebih dari satu ISP

โœ… Membutuhkan routing policy

โœ… Memiliki ASN sendiri

โœ… Mengelola jaringan enterprise atau ISP

โœ… Membutuhkan redundansi internet tingkat tinggi

Tidak perlu menggunakan BGP jika:

โŒ Hanya memiliki satu ISP

โŒ Jaringan kecil

โŒ Failover sederhana sudah cukup menggunakan static route


Kesimpulan

BGP adalah fondasi utama routing internet modern dan menjadi pilihan terbaik ketika sebuah jaringan menggunakan lebih dari satu ISP.

Dengan memahami konsep Autonomous System, eBGP, iBGP, AS Path, serta teknik filtering prefix, administrator jaringan dapat membangun koneksi multi-homing yang lebih andal, aman, dan efisien.

Pada MikroTik RouterOS v7, konfigurasi BGP menjadi jauh lebih sederhana dibanding versi sebelumnya sehingga implementasi peering dengan ISP dapat dilakukan dengan lebih mudah bahkan untuk kebutuhan enterprise dan ISP skala menengah.

Apakah Anda sudah pernah menerapkan BGP di MikroTik untuk multi-homing?

Bagikan pengalaman Anda di kolom komentar. Jika artikel ini bermanfaat, jangan lupa share ke rekan administrator jaringan, subscribe channel YouTube Walid Umar, dan baca artikel lainnya seputar MikroTik, Linux Server, Cloud Computing, serta Network Engineering.

Frequently Asked Questions (FAQ)

1. Apa fungsi utama BGP?
BGP digunakan untuk bertukar informasi routing antar Autonomous System dan menentukan jalur terbaik menuju suatu jaringan.

2. Apakah BGP wajib memiliki ASN sendiri?
Untuk implementasi public BGP biasanya diperlukan ASN sendiri. Untuk lab dapat menggunakan Private ASN.

3. Apa perbedaan eBGP dan iBGP?
eBGP digunakan antar AS berbeda, sedangkan iBGP digunakan dalam AS yang sama.

4. Apakah BGP lebih baik daripada static route?
Untuk multi-homing dan jaringan besar, BGP jauh lebih fleksibel dibanding static route.

5. Apakah MikroTik mendukung BGP?
Ya. MikroTik RouterOS mendukung BGP baik untuk eBGP maupun iBGP, terutama pada RouterOS v7.

6. Mengapa perlu prefix filtering?
Untuk mencegah route leak, BGP hijacking, dan kesalahan routing yang dapat mengganggu jaringan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Protected By
Shield Security