Perangkat jaringan dan VLAN
Pasang, ganti, uji perangkat, lalu segmentasikan jaringan menggunakan VLAN.
Media pembelajaran interaktif untuk memahami segmentasi VLAN, pengalamatan IP, routing, layanan jaringan, serta alur diagnosis dan perbaikan masalah. Belajar dari konsep menuju keputusan teknis.
Gunakan urutan modul sebagai jalur belajar yang disarankan.
Pasang, ganti, uji perangkat, lalu segmentasikan jaringan menggunakan VLAN.
Rancang subnet dan hubungkan jaringan berbeda dengan routing statis atau dinamis.
Gunakan NAT, proxy, manajemen bandwidth, dan load balancing secara tepat.
Temukan akar masalah, lakukan perbaikan, verifikasi, dan dokumentasikan hasilnya.
Simulasi ini dapat dipadukan dengan perangkat fisik, Cisco Packet Tracer, PNETLab, GNS3, MikroTik CHR, atau lab virtual lain.
Pasang, ganti, uji perangkat dan segmentasikan jaringan sesuai kebutuhan.
Perangkat harus dipilih sesuai jumlah port, kecepatan, fitur manajemen, kebutuhan PoE, cakupan Wi-Fi, media kabel, dan ketersediaan daya.
Menghubungkan host di LAN; switch manageable mendukung VLAN.
Meneruskan paket antarjaringan IP.
Menghubungkan client nirkabel ke LAN.
VLAN membagi satu infrastruktur switch Layer 2 menjadi beberapa broadcast domain logis.
Biasanya membawa satu VLAN untuk endpoint seperti PC atau printer.
Membawa beberapa VLAN antarswitch atau ke router/server yang mendukung tagging.
Komunikasi lintas VLAN memerlukan perangkat Layer 3 dan aturan akses yang sesuai.
Ubah VLAN port lalu uji apakah dua host dapat berkomunikasi. Simulasi menganggap alamat IP host sudah benar.
Pilih VLAN dan jalankan pengujian.
Sebuah laboratorium memiliki 24 PC siswa, 4 PC guru, dan 2 access point tamu. Semua perangkat saat ini satu jaringan. Usulkan segmentasi yang lebih aman.
Rancang skema IP yang efisien dan pilih metode routing untuk menghubungkan beberapa jaringan.
Sebelum memberi alamat, tentukan jumlah host, pemisahan fungsi, kebutuhan pertumbuhan, gateway, alamat statis, DHCP, serta ringkasan rute.
| Segmen | Contoh subnet | Gateway |
|---|---|---|
| Guru / VLAN 10 | 192.168.10.0/24 | 192.168.10.1 |
| Siswa / VLAN 20 | 192.168.20.0/24 | 192.168.20.1 |
| Server / VLAN 30 | 192.168.30.0/24 | 192.168.30.1 |
Alamat di atas hanya contoh dokumentasi lab, bukan rekomendasi wajib untuk semua jaringan.
Admin menetapkan network tujuan dan next-hop/exit interface secara manual. Cocok untuk topologi kecil atau rute yang stabil.
Router bertukar informasi rute melalui protokol seperti OSPF atau BGP sesuai skala dan kebutuhan desain.
Rute pilihan untuk tujuan yang tidak ditemukan pada tabel routing yang lebih spesifik.
Router biasanya mengutamakan longest prefix match, kemudian mempertimbangkan atribut seperti administrative distance dan metric sesuai implementasi.
Masukkan alamat IPv4 dan prefix CIDR untuk melihat network address, broadcast, rentang host, dan kapasitas alamat.
Hasil perhitungan akan muncul di sini.
Identitas subnet; bukan alamat host pada subnet biasa.
Alamat untuk broadcast IPv4 pada subnet; tidak dialokasikan ke host biasa.
Alamat yang umumnya dapat digunakan endpoint pada subnet IPv4 biasa.
Jaringan A ingin mengakses Server B. Pilih tipe konfigurasi dan lihat kondisi rute.
Pilih kondisi lalu uji.
| Destination | Next hop | Makna |
|---|---|---|
| 192.168.10.0/24 | Connected | LAN lokal router |
| 192.168.30.0/24 | 10.0.12.2 | Jaringan Server B via R2 |
| 0.0.0.0/0 | 10.0.12.2 | Default route (contoh) |
Tabel hanya ilustrasi. Bentuk perintah dan penamaan interface berbeda antarsistem operasi router.
Sekolah perlu tiga segmen: Guru (18 host), Laboratorium (48 host), dan Server (8 host). Gunakan blok privat 192.168.50.0/24. Buat rencana prefix dan gateway.
Menentukan solusi sesuai kebutuhan akses, keamanan, kapasitas, dan ketersediaan layanan.
Menerjemahkan alamat IP, dan pada PAT juga port, untuk kebutuhan konektivitas antarjaringan. NAT bukan pengganti firewall atau kebijakan keamanan.
Perantara permintaan client. Dapat membantu kebijakan akses, logging, kontrol tertentu, atau caching untuk protokol/konten yang mendukung. HTTPS modern membatasi apa yang dapat di-cache atau diperiksa tanpa konfigurasi khusus.
Mengatur pembagian kapasitas, prioritas, shaping, policing, atau antrean agar aplikasi penting tetap layak digunakan ketika link sibuk.
Mendistribusikan koneksi atau permintaan ke beberapa link/server berdasarkan algoritma, health check, dan kebutuhan aplikasi. Tidak otomatis menambah bandwidth satu koneksi tunggal.
Jalankan simulasi untuk melihat tabel translasi ilustratif.
Atur kapasitas link dan jumlah pengguna aktif untuk membandingkan pembagian rata sederhana. Perhitungan ini belum memperhitungkan overhead protokol, burst, prioritas, atau pola trafik.
Distribusi request akan ditampilkan di sini.
Pilih layanan yang paling relevan untuk setiap kebutuhan.
Pilih kebutuhan dan solusi.
Gunakan bukti, bukan tebakan: identifikasi gejala, uji hipotesis, perbaiki, lalu uji ulang.
Urutan ini membantu mempersempit masalah, tetapi tidak mutlak. Gunakan bukti dan konteks.
Sesuaikan dengan OS dan vendor perangkat.
| Pemeriksaan | Contoh perintah | Tujuan |
|---|---|---|
| Alamat dan interface | ip addr · ip link | Memeriksa alamat, status interface, dan link di Linux. |
| Routing | ip route · traceroute | Melihat rute lokal dan jalur menuju tujuan. |
| Jangkauan | ping · mtr | Memeriksa reachability, latency, dan indikasi loss. |
| DNS | dig · nslookup | Memeriksa resolusi nama dan respons DNS. |
| Port layanan | ss -tulpn · curl -v | Memeriksa socket listening dan koneksi aplikasi. |
| Switch/router | show vlan brief · show ip route | Contoh perintah bergaya Cisco; dapat berbeda antarvendor. |
PC dipindah ke port switch berbeda. Link aktif, tetapi ping ke gateway gagal.
Petunjuk: periksa apa yang berubah ketika port diganti.
Pilih akar masalah, lalu uji.
Jalankan pemeriksaan berikut untuk menghasilkan bukti yang relevan dengan tiket yang dipilih.
Lengkapi laporan untuk kasus yang dikerjakan. Data dapat diekspor sebagai berkas teks dari browser.
Jawab 10 soal pilihan ganda. Pilih jawaban terbaik berdasarkan konsep jaringan yang telah dipelajari.
Setelah kuis, pilih satu kompetensi yang perlu dilatih ulang melalui simulator atau lab perangkat nyata. Jelaskan alasan dan bukti yang akan dikumpulkan.