N
NetLab TJKTSMK Negeri 4 Gorontalo · Fase F
FASE F · JARINGAN KOMPUTER
Praktikum digital · TJKT

Bangun. Konfigurasi.
Troubleshoot jaringan.

Media pembelajaran interaktif untuk memahami segmentasi VLAN, pengalamatan IP, routing, layanan jaringan, serta alur diagnosis dan perbaikan masalah. Belajar dari konsep menuju keputusan teknis.

◈ 4 tujuan pembelajaran⌘ Simulasi tanpa perangkat fisik✓ Kuis dan dokumentasi
Peta kompetensi

Empat tujuan pembelajaran

Gunakan urutan modul sebagai jalur belajar yang disarankan.

01
▦
Modul 01

Perangkat jaringan dan VLAN

Pasang, ganti, uji perangkat, lalu segmentasikan jaringan menggunakan VLAN.

02
⌘
Modul 02

IP addressing dan routing

Rancang subnet dan hubungkan jaringan berbeda dengan routing statis atau dinamis.

03
⇄
Modul 03

Layanan dan optimasi jaringan

Gunakan NAT, proxy, manajemen bandwidth, dan load balancing secara tepat.

04
⌕
Modul 04

Troubleshooting terstruktur

Temukan akar masalah, lakukan perbaikan, verifikasi, dan dokumentasikan hasilnya.

Mulai dari sini

Alur kerja teknisi jaringan

Pahami kebutuhanTujuan & batasan
→
RancangTopologi & IP plan
→
KonfigurasiImplementasi
→
Uji & dokumentasiBukti hasil
Prinsip utama: setiap konfigurasi harus memiliki tujuan, kriteria keberhasilan, cara pengujian, dan catatan perubahan. Jangan mengubah banyak variabel sekaligus ketika troubleshooting.
Target akhir

Bukti kompetensi yang diharapkan

Hasil kerja teknis

Peralatan yang bisa digunakan

Simulasi ini dapat dipadukan dengan perangkat fisik, Cisco Packet Tracer, PNETLab, GNS3, MikroTik CHR, atau lab virtual lain.

Switch manageableRouterPC clientServerPacket Tracer / PNETLab
Catatan: simulasi HTML ini memodelkan konsep dan alur keputusan. Hasilnya bukan pengganti pengujian konfigurasi nyata pada perangkat/vendor tertentu.
Modul 01 · Fondasi jaringan
01

Perangkat jaringan dan VLAN

Pasang, ganti, uji perangkat dan segmentasikan jaringan sesuai kebutuhan.

Tujuan

Kenali fungsi perangkat

Perangkat harus dipilih sesuai jumlah port, kecepatan, fitur manajemen, kebutuhan PoE, cakupan Wi-Fi, media kabel, dan ketersediaan daya.

Switch

Menghubungkan host di LAN; switch manageable mendukung VLAN.

Router

Meneruskan paket antarjaringan IP.

Access Point

Menghubungkan client nirkabel ke LAN.

SOP perangkat

Pasang atau ganti dengan aman

VLAN: konsep inti

VLAN membagi satu infrastruktur switch Layer 2 menjadi beberapa broadcast domain logis.

PC Guru192.168.10.10
↘
Switch ManagedVLAN 10 · VLAN 20
↙
PC Siswa192.168.20.10

Access port

Biasanya membawa satu VLAN untuk endpoint seperti PC atau printer.

Trunk port

Membawa beberapa VLAN antarswitch atau ke router/server yang mendukung tagging.

Inter-VLAN routing

Komunikasi lintas VLAN memerlukan perangkat Layer 3 dan aturan akses yang sesuai.

Ingat: VLAN ID yang sama tidak otomatis menjamin konektivitas. Pastikan port membership, trunk allowed VLAN, tagging/native VLAN, IP subnet, gateway, dan kebijakan keamanan konsisten.
Lab interaktif

Atur VLAN per port

Ubah VLAN port lalu uji apakah dua host dapat berkomunikasi. Simulasi menganggap alamat IP host sudah benar.

Hasil simulasi

Pilih VLAN dan jalankan pengujian.

Peta port switch

Keanggotaan port

■ VLAN 10 — Guru■ VLAN 20 — Siswa■ VLAN 30 — Tamu

Checklist verifikasi

Tantangan: buat PC-A dan PC-B berada pada VLAN yang sama dan buktikan ping berhasil. Lalu pisahkan VLAN untuk mengamati mengapa komunikasi langsung terputus.

Mini studi kasus

Sebuah laboratorium memiliki 24 PC siswa, 4 PC guru, dan 2 access point tamu. Semua perangkat saat ini satu jaringan. Usulkan segmentasi yang lebih aman.

Kriteria keberhasilan

Modul 02 · Logika Layer 3
02

IP addressing dan routing

Rancang skema IP yang efisien dan pilih metode routing untuk menghubungkan beberapa jaringan.

Rancang skema IP

Sebelum memberi alamat, tentukan jumlah host, pemisahan fungsi, kebutuhan pertumbuhan, gateway, alamat statis, DHCP, serta ringkasan rute.

SegmenContoh subnetGateway
Guru / VLAN 10192.168.10.0/24192.168.10.1
Siswa / VLAN 20192.168.20.0/24192.168.20.1
Server / VLAN 30192.168.30.0/24192.168.30.1

Alamat di atas hanya contoh dokumentasi lab, bukan rekomendasi wajib untuk semua jaringan.

Routing statis vs dinamis

Static route

Admin menetapkan network tujuan dan next-hop/exit interface secara manual. Cocok untuk topologi kecil atau rute yang stabil.

Dynamic routing

Router bertukar informasi rute melalui protokol seperti OSPF atau BGP sesuai skala dan kebutuhan desain.

Default route

Rute pilihan untuk tujuan yang tidak ditemukan pada tabel routing yang lebih spesifik.

Bagaimana router memilih rute?

Router biasanya mengutamakan longest prefix match, kemudian mempertimbangkan atribut seperti administrative distance dan metric sesuai implementasi.

PC-A192.168.10.10
→
R1Gateway LAN A
→
R2Next hop
→
Server B192.168.30.20
Urutan berpikir: host memeriksa apakah tujuan satu subnet. Jika berbeda subnet, paket dikirim ke default gateway. Router memeriksa tabel routing dan meneruskan paket ke next-hop yang sesuai.
Kalkulator

Hitung subnet IPv4

Masukkan alamat IPv4 dan prefix CIDR untuk melihat network address, broadcast, rentang host, dan kapasitas alamat.

Hasil perhitungan akan muncul di sini.

Gunakan hasilnya dengan benar

Network address

Identitas subnet; bukan alamat host pada subnet biasa.

Broadcast

Alamat untuk broadcast IPv4 pada subnet; tidak dialokasikan ke host biasa.

Rentang host

Alamat yang umumnya dapat digunakan endpoint pada subnet IPv4 biasa.

Catatan: /31 dan /32 memiliki penggunaan khusus, terutama pada link point-to-point dan alamat host tunggal. Kalkulator ini menjelaskan aturan umum subnet IPv4 untuk LAN.
Lab keputusan

Simulasikan routing

Jaringan A ingin mengakses Server B. Pilih tipe konfigurasi dan lihat kondisi rute.

Pilih kondisi lalu uji.

Contoh logika tabel routing

DestinationNext hopMakna
192.168.10.0/24ConnectedLAN lokal router
192.168.30.0/2410.0.12.2Jaringan Server B via R2
0.0.0.0/010.0.12.2Default route (contoh)

Tabel hanya ilustrasi. Bentuk perintah dan penamaan interface berbeda antarsistem operasi router.

Routing dua arah memerlukan jalur pergi dan jalur kembali. Rute menuju tujuan saja belum tentu cukup untuk membuat koneksi berhasil.

Studi kasus desain

Sekolah perlu tiga segmen: Guru (18 host), Laboratorium (48 host), dan Server (8 host). Gunakan blok privat 192.168.50.0/24. Buat rencana prefix dan gateway.

Periksa rancangan

Modul 03 · Layanan jaringan
03

Layanan dan optimasi jaringan

Menentukan solusi sesuai kebutuhan akses, keamanan, kapasitas, dan ketersediaan layanan.

⇄

NAT — Network Address Translation

Menerjemahkan alamat IP, dan pada PAT juga port, untuk kebutuhan konektivitas antarjaringan. NAT bukan pengganti firewall atau kebijakan keamanan.

Client LAN192.168.10.10
→
Router NATIP privat → IP publik
→
InternetTujuan eksternal
⌕

Proxy server

Perantara permintaan client. Dapat membantu kebijakan akses, logging, kontrol tertentu, atau caching untuk protokol/konten yang mendukung. HTTPS modern membatasi apa yang dapat di-cache atau diperiksa tanpa konfigurasi khusus.

ClientPermintaan
→
ProxyKebijakan / cache
→
Web serverRespons
↕

Manajemen bandwidth

Mengatur pembagian kapasitas, prioritas, shaping, policing, atau antrean agar aplikasi penting tetap layak digunakan ketika link sibuk.

QoSQueueLimit per userPrioritas aplikasi
⚖

Load balancing

Mendistribusikan koneksi atau permintaan ke beberapa link/server berdasarkan algoritma, health check, dan kebutuhan aplikasi. Tidak otomatis menambah bandwidth satu koneksi tunggal.

Round robinLeast connectionsHealth checkFailover
Simulasi aliran paket

Amati translasi NAT/PAT

Jalankan simulasi untuk melihat tabel translasi ilustratif.

Checklist konfigurasi NAT

Rentang 203.0.113.0/24 disediakan untuk dokumentasi. Jangan gunakan alamat contoh ini sebagai IP publik produksi.
Simulasi kapasitas

Pembagian bandwidth

Atur kapasitas link dan jumlah pengguna aktif untuk membandingkan pembagian rata sederhana. Perhitungan ini belum memperhitungkan overhead protokol, burst, prioritas, atau pola trafik.

100
25
30%
4.00Mbps/orang (rata-rata)
30Mbps untuk prioritas
70Mbps kapasitas umum

Aturan desain bandwidth

Contoh: video konferensi dan asesmen daring mungkin memerlukan prioritas latency yang baik. Prioritas trafik harus transparan dan tidak sekadar mengutamakan pengguna tertentu.
Simulasi server pool

Distribusi request

Distribusi request akan ditampilkan di sini.

Hal yang wajib diperiksa

Load balancing berbeda dari link aggregation dan bonding. Kinerja dan kegagalan yang ditangani bergantung pada layer serta implementasinya.

Pilih solusi berdasarkan gejala

Pilih layanan yang paling relevan untuk setiap kebutuhan.

Pilih kebutuhan dan solusi.

Rancang pengujian layanan

Modul 04 · Analisis dan perbaikan
04

Troubleshooting jaringan terstruktur

Gunakan bukti, bukan tebakan: identifikasi gejala, uji hipotesis, perbaiki, lalu uji ulang.

Metode 6 langkah

Alur diagnosis yang dapat diulang

Urutan diagnosis

Mulai dari yang paling dasar

Layer 1 · FisikDaya, kabel, link, transceiver
↓
Layer 2 · SwitchingVLAN, trunk, STP, MAC table
↓
Layer 3 · IP & routingIP, mask, gateway, route, ACL
↓
Layer 4–7 · LayananPort, DNS, proxy, aplikasi

Urutan ini membantu mempersempit masalah, tetapi tidak mutlak. Gunakan bukti dan konteks.

Perintah diagnosis yang berguna

Sesuaikan dengan OS dan vendor perangkat.

PemeriksaanContoh perintahTujuan
Alamat dan interfaceip addr · ip linkMemeriksa alamat, status interface, dan link di Linux.
Routingip route · tracerouteMelihat rute lokal dan jalur menuju tujuan.
Jangkauanping · mtrMemeriksa reachability, latency, dan indikasi loss.
DNSdig · nslookupMemeriksa resolusi nama dan respons DNS.
Port layananss -tulpn · curl -vMemeriksa socket listening dan koneksi aplikasi.
Switch/routershow vlan brief · show ip routeContoh perintah bergaya Cisco; dapat berbeda antarvendor.
Simulasi diagnosis

Pilih tiket gangguan

TIKET TERBUKA

PC dipindah ke port switch berbeda. Link aktif, tetapi ping ke gateway gagal.

Petunjuk: periksa apa yang berubah ketika port diganti.

Pilih akar masalah, lalu uji.

Bukti pengujian

Simulasi alat diagnosis

Jalankan pemeriksaan berikut untuk menghasilkan bukti yang relevan dengan tiket yang dipilih.

$ pilih pemeriksaan untuk melihat hasil simulasi...
Pilih hipotesis berdasarkan bukti. Setelah perbaikan, jangan lupa menjalankan uji ulang yang sama dan satu uji end-to-end.
Form laporan

Dokumentasikan hasil perbaikan

Lengkapi laporan untuk kasus yang dikerjakan. Data dapat diekspor sebagai berkas teks dari browser.

Struktur laporan yang baik

Indikator kompeten: peserta didik bukan hanya berhasil membuat koneksi kembali, tetapi bisa menjelaskan penyebab, menunjukkan bukti, serta menyampaikan dampak perubahan.
Evaluasi formatif
✓

Uji pemahaman

Jawab 10 soal pilihan ganda. Pilih jawaban terbaik berdasarkan konsep jaringan yang telah dipelajari.

10Soal
4Topik utama
—Skor terbaru
Refleksi

Apa langkah berikutnya?

Setelah kuis, pilih satu kompetensi yang perlu dilatih ulang melalui simulator atau lab perangkat nyata. Jelaskan alasan dan bukti yang akan dikumpulkan.